Saat ini, perkembangan teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan telah menyentuh berbagai bidang, tidak terkecuali bidang pemasaran (marketing). Pemanfaatannya dikenal dengan sebutan AI Marketing Technology, sebuah metode dalam pemasaran dengan menggunakan konsep kecerdasan buatan untuk menjangkau pelanggan agar tujuan pemasaran yang dimiliki dapat tercapai.

AI ini nantinya dapat digunakan dalam berbagai aspek, seperti kategorisasi pelanggan dan pasar, identifikasi konten yang cocok untuk pelanggan secara spesifik, pengembangan produk, hingga pembuatan konten yang dapat digunakan untuk campaign pemasaran. Lantas, seperti apa implementasinya?

Bagaimana Bentuk Implementasi AI Marketing Technology?

Saat ini, sudah banyak perusahaan yang mulai mengadopsi berbagai teknologi AI dalam strategi pemasaran mereka. Perusahaan juga terus mengembangkan dan memperluas pemanfaatan AI agar dapat meningkatkan efisiensi, profit dan memberikan pengalaman pelanggan yang lebih baik lagi. Beberapa contoh implementasinya sebagai berikut:

1. Personalisasi Konten

Banyak perusahaan e-commerce di Indonesia yang telah mengimplementasikan teknologi AI untuk menganalisis perilaku pengguna dan memberikan rekomendasi produk yang lebih personal. Misalnya, perusahaan dapat menggunakan sistem rekomendasi produk berbasis AI untuk menyarankan produk kepada pelanggan berdasarkan riwayat pembelian, penelusuran dan preferensi lainnya. 

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh McKinsey, sebanyak 71% pelanggan mengharapkan perusahaan menyediakan konten yang dipersonalisasi. Selain itu, hasil penelitian ini juga mengatakan bahwa perusahaan yang memiliki strategi konten personalisasi akan menghasilkan 40% keuntungan yang lebih besar daripada kompetitornya.

Baca juga  6 Cara Meningkatkan Customer Experience (CX) yang Tepat

2. Chatbot untuk Dukungan Pelanggan

Sejumlah perusahaan di Indonesia telah memanfaatkan chatbot untuk meningkatkan layanan pelanggan. Hal ini dikarenakan Chatbot memiliki fungsi yang sama seperti customer service, yaitu dapat memberikan respons cepat terhadap pertanyaan umum yang diajukan pelanggan, membantu pelanggan melacak pesanan, memberikan informasi produk, navigasi situs web,  memeriksa status pesanan, dan lainnya tanpa memerlukan interaksi secara langsung.

3. Optimisasi Kampanye Iklan

Perusahaan dapat mengandalkan algoritma pembelajaran mesin (machine learning) untuk mengoptimalkan kampanye periklanan. AI akan mengidentifikasi pola perilaku konsumen yang paling potensial dan mengatur/menyesuaikan pesan iklan dengan preferensi atau kebutuhan mereka, serta meningkatkan ROI (Return on Investment) dari kampanye pemasaran.

4. Automasi Kampanye

Selanjutnya terdapat campaign automation sebagai bagian pemanfaatan AI Marketing Technology yang dapat menghemat biaya operasional perusahaan. Automasi kampanye ini sendiri berfungsi untuk memastikan setiap konten yang dimiliki dan materi pemasaran diterbitkan tepat waktu, sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Hal ini akan menciptakan konsistensi yang menarik dan kreatif, sehingga memicu rasa ingin tahu publik secara maksimal.

5. Analisis Data yang Komprehensif

AI Marketing Technology mampu menganalisis data secara komprehensif yang hasilnya bersifat predictive. Maksudnya, hasil analisis tersebut berupa insight mengenai apa saja langkah ideal yang harus perusahaan lakukan untuk mencapai target pemasaran yang sudah ditentukan.

Alih-alih mengandalkan insting, AI akan memaparkan berbagai data yang relevan dan menghasilkan seperangkat analisis yang jelas tentang apa yang sudah terjadi, apa yang sedang terjadi dan apa langkah selanjutnya.

Apa yang Harus Dilakukan Perusahaan?

Setelah memahami bagaimana implementasi AI Marketing Technology dalam perusahaan, selanjutnya apa yang harus dilakukan untuk mengoptimalkannya? Berikut ini akan dijelaskan sejumlah langkah strategis dan praktik terbaik yang bisa dilakukan perusahaan.

Baca juga  Perencanaan Pemasaran Strategis, Kunci Sukses Mengembangkan Bisnis

1. Pahami Kebutuhan Bisnis

Pertama, perusahaan dapat melakukan penelitian dan pemahaman secara mendalam tentang tujuan bisnis yang akan dicapai. Selain itu, perusahaan perlu menyebutkan berbagai tantangan secara spesifik, di mana tantangan tersebut akan diatasi dengan memanfaatkan AI Marketing Technology. Pastikan bahwa implementasi AI sejalan dengan strategi bisnis perusahaan.

2. Identifikasi Kasus Penggunaan yang Relevan

Perusahaan wajib fokus pada kasus penggunaan AI yang paling relevan dengan kebutuhan pemasaran perusahaan. Contohnya yaitu personalisasi konten, rekomendasi produk, analisis sentimen pelanggan, atau pengoptimalan harga, tergantung pada industri dan tujuan bisnis.

3. Pilih dan Kustomisasi Solusi AI yang Sesuai

Selain memilih solusi AI sesuai kebutuhan, perusahaan juga perlu mempertimbangkan solusi AI yang sesuai dengan anggaran perusahaan. Beberapa perusahaan mungkin memilih untuk membangun solusi in-house, sementara yang lain mungkin lebih memilih solusi yang sudah ada atau berlangganan layanan dari penyedia pihak ketiga. Oleh karena itu, pastikan perusahaan memperhatikan hal ini dengan baik agar pemanfaatan AI dapat berjalan dengan optimal.

4. Integrasikan dengan Sistem yang Sudah Ada

Pastikan bahwa solusi AI terintegrasi dengan infrastruktur IT dan sistem yang sudah ada di perusahaan. Integrasi yang baik memungkinkan pertukaran data dan koordinasi yang efektif dan efisien.

5. Uji Coba dan Evaluasi Berkelanjutan

Lakukan uji coba sebelum meluncurkan solusi AI secara penuh. Dalam hal ini, perusahaan perlu memprioritaskan keamanan data dan regulasi, sesuai dengan peraturan yang berlaku. Selanjutnya, lakukan evaluasi berkelanjutan untuk memantau kinerja sistem dan mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki ataupun ditingkatkan.

Penting untuk diingat bahwa implementasi AI adalah proses yang dinamis dan memerlukan komitmen jangka panjang. Strategi ini juga harus beradaptasi dengan perubahan dalam bisnis dan teknologi AI.

Baca juga  Pentingnya Sustainable Leadership bagi Masa Depan Bisnis

Penutup

Revolusi AI dalam dunia pemasaran pada dasarnya membawa kebermanfaatan yang sangat penting bagi perusahaan, guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi strategi pemasaran. Perusahaan yang ingin tetap relevan dalam menghadapi dunia bisnis yang dinamis, perlu mengoptimalkan sumber daya ini sebaik mungkin.

Anda bisa mempelajarinya lebih mendalam bersama MarkPlus Institute dan ITS dalam program Magister Manajemen Teknologi yang unggul, inovatif, profesional, dan berintegritas, MMT in Technomarketing. Program ini menawarkan bidang keahlian Technomarketing yang membahas aspek fundamental dalam dunia bisnis teknologi, seperti manajemen bisnis dan aspek strategis pemasaran bisnis teknologi.

Bidang ini akan mengenalkan Anda tentang konsep, praktik dan studi kasus seputar bisnis dan pemasaran produk teknologi. Selain itu, Anda akan mendapatkan pengetahuan seluk-beluk manajemen teknologi dan manajemen marketing yang aplikatif agar dapat diterapkan dalam dunia bisnis atau perusahaan.

Tunggu apalagi? Jadilah bagian dari MMT SIMT ITS sekarang juga! Untuk informasi lebih lanjut Anda bisa klik di sini, ya! 

Share with Your Friends!
Avatar for Atha Hira
SEO Writer

Leave a Comment