Bagi pelaku bisnis, istilah customer segmentation (segmentasi pelanggan) tentu tidaklah asing. Pasalnya, segmentasi ini berguna untuk menyusun strategi pemasaran yang efektif dengan mengelompokkan konsumen berdasarkan kategori tertentu, seperti usia, jenis kelamin, ketertarikan, kebiasaan berbelanja, dan lain sebagainya. 

Teknik ini dapat membantu bisnis mengidentifikasi dan memahami pelanggan lebih baik sehingga perusahaan mampu menentukan target pasar yang tepat sasaran. Dalam artikel ini akan dibahas tentang customer segmentation, mulai dari definisi, jenis, tujuan, dan contoh penerapannya dalam dunia bisnis. Mari simak informasi selengkapnya hingga selesai!

Pengertian Customer Segmentation

Customer segmentation merupakan aktivitas mengelompokkan pelanggan berdasarkan kategori tertentu, seperti perilaku, minat, demografi, geografi, loyalitas, transaksi atau yang lainnya. 

Hal ini penting untuk dilakukan perusahaan karena segmentasi dapat digunakan untuk membedakan dan memahami kebutuhan serta preferensi pelanggan yang berbeda. Selain itu, hasil dari segmentasi ini berguna untuk menentukan beberapa kebijakan, seperti brand positioning, pesan brand yang akan disampaikan, hingga cara menjual hasil produksi perusahaan.

Apabila segmentasi dilakukan dengan tepat, maka perusahaan dapat dengan mudah mengembangkan produk atau layanan yang lebih relevan dan menarik bagi pelanggan. Kemudian, pemasaran produk atau layanan dapat dilakukan dengan tepat sesuai dengan segmen yang telah ditentukan sehingga perusahaan dapat memaksimalkan efektivitas kampanye pemasaran dan meningkatkan retensi pelanggan.

Tujuan Customer Segmentation dalam Dunia Bisnis

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, maka dapat dikatakan bahwa tujuan bisnis melakukan customer segmentation, antara lain:

  • Mengelompokkan target pasar agar lebih mudah dijangkau.
  • Memudahkan bisnis untuk mengenali pelanggan berdasarkan kategori yang telah ditentukan.
  • Memudahkan bisnis untuk mengetahui kebutuhan pelanggan sehingga dapat mengembangkan produk atau layanan yang lebih tepat sasaran.
  • Mengetahui peluang seberapa besar pelanggan akan membeli produk atau layanan bisnis Anda.
  • Mengembangkan strategi pemasaran yang lebih efektif dan efisien.
  • Membantu meningkatkan penjualan dan keuntungan bisnis 
  • Memperkuat hubungan dengan pelanggan.
Baca juga  13 Tips Mengatasi Gugup Saat Presentasi dan Penyebabnya

Jenis-jenis Customer Segmentation

Jenis-jenis Customer Segmentation
Jenis-jenis Customer Segmentation

Merancang strategi pemasaran yang efektif merupakan hal yang penting bagi suatu perusahaan. Akan tetapi, dengan adanya berbagai macam preferensi dan perilaku konsumen yang berbeda-beda, mengharuskan perusahaan untuk membagi pasar menjadi kelompok-kelompok yang lebih spesifik dan terdefinisi dengan baik.

Berikut ini merupakan jenis-jenis customer segmentation yang dibagi menjadi beberapa bagian, antara lain:

Demographic Segmentation

Segmentasi ini membagi pelanggan berdasarkan faktor-faktor, seperti usia, jenis kelamin, pendapatan, status perkawinan, dan pendidikan. Segmentasi demografi akan memudahkan bisnis memahami preferensi kebutuhan pelanggan melalui faktor-faktor tersebut dalam upaya mengembangkan produk atau layanan yang ditawarkan.

Geographic Segmentation

Segmentasi ini membagi pelanggan berdasarkan faktor-faktor, seperti lokasi geografis, wilayah atau negara bagian. Segmentasi geografis membantu bisnis untuk memahami preferensi dan kebutuhan pelanggan yang berada di berbagai wilayah dan mengambangkan strategi pemasaran yang relevan dengan setiap wilayah.

Psychographic Segmentation

Segmentasi ini membagi pelanggan berdasarkan faktor-faktor, seperti kepribadian, gaya hidup, nilai, dan minat. Segmentasi psikografis membantu bisnis untuk memahami preferensi pelanggan yang lebih kompleks dan menciptakan produk atau layanan yang lebih tepat sasaran.

Technographic Segmentation

Segmentasi ini membagi pelanggan berdasarkan teknologi yang digunakan pelanggan dalam kehidupan sehari-hari, seperti handphone, desktop, aplikasi, dan software. Segmentasi teknografis membantu bisnis untuk menyebarkan pemasaran secara digital dengan tepat sesuai sasaran.

Behavioral Segmentation

Segmentasi ini membagi pelanggan berdasarkan perilaku dan kebiasaan yang biasa mereka lakukan ketika membeli produk, seperti tindakan apa yang dilakukan setelah mengklik CTA (Call-to-Action), bagaimana penggunaan fitur atau produk, dan kebiasaan lainnya. Segmentasi ini membantu bisnis memahami preferensi dan kebutuhan pelanggan berdasarkan produk atau layanan yang ditawarkan.

Needs-Based Segmentation

Segmentasi ini membagi pelanggan berdasarkan pada siapa yang membutuhkan produk atau layanan yang ditawarkan perusahaan. Hal tersebut dapat membantu bisnis untuk memahami kebutuhan pelanggan lebih detail dan mengembangkan produk atau layanan yang lebih relevan.

Baca juga  Brand Loyalty: Definisi, Fungsi & Cara Membangunnya

Value-Based Segmentation

Segmentasi ini membagi pelanggan berdasarkan pada nilai atau manfaat dari produk atau layanan yang perusahaan tawarkan, seperti kepuasan pelanggan, nilai pembelian rata-rata, jumlah pembelian dari setiap pelanggan, dan lain sebagainya. Hal tersebut dapat membantu perusahaan untuk fokus pada pelanggan yang memberikan value paling banyak dalam bisnisnya

Contoh Customer Segmentation

Setelah memahami definisi, tujuan serta jenis-jenis dari customer segmentation, selanjutnya, mari membedah contoh dari penerapan teknik ini dalam berbagai industri perusahaan yang berbeda.

Industri Keuangan (Finance)

Industri finance, seperti perbankan biasanya mengelompokkan pelanggan mereka berdasarkan status ekonomi untuk mempermudah bank menghubungi secara personal dalam melakukan cross-sell dan up-sell. Hal ini juga termasuk untuk meningkatkan strategi pemasaran yang efektif sesuai kebutuhan pelanggan.

Industri Makanan dan Minuman (FnB)

Dalam industri ini, perusahaan membagi pelanggan menjadi beberapa kategori, seperti jenis makanan yang disukai pelanggan (vegetarian atau non vegetarian), kebutuhan protein dan vitamin lainnya, bentuk dan rasa makanan yang disukai oleh pelanggan sesuai umur, dan lain sebagainya.

Industri Pakaian (Fashion)

Industri pakaian membagi pelanggan menjadi beberapa kelompok, seperti pelanggan yang ingin mengikuti tren dan tampil modis, pelanggan yang ingin tampil minimalis dan kasual, pelanggan yang mencari baju dengan ukuran khusus, pelanggan yang mencari baju sesuai fungsi tertentu seperti berolahraga atau aktivitas lainnya, dan sebagainya.

Industri Otomotif

Dalam industri ini, customer segmentation dapat dibagi menjadi beberapa kategori, seperti jenis kendaraan yang disukai pelanggan, jenis kendaraan yang banyak dibutuhkan pelanggan, dan berbagai segmentasi lain yang dapat dilihat dari segi demografi, usia, jenis kelamin, tingkat penghasilan, dan lain sebagainya.

Industri Pariwisata dan Perhotelan

Customer segmentation dalam industri ini dapat dilakukan berdasarkan jenis akomodasinya, demografi, usia, jenis kelamin, ataupun negara asal. Misalnya, terdapat kelompok pelanggan yang ingin berlibur di pantai, liburan romantis, atau liburan yang ramah dengan keluarga beserta anak-anak.

Baca juga  Melancarkan Strategi dengan Taktik pemasaran

Penutup

Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa menguasai teknik customer segmentation merupakan suatu keharusan bagi setiap perusahaan maupun penggiat bisnis. Anda harus memahami apa kebutuhan atau keinginan dari setiap segmentasi pelanggan pada bidang industri yang perusahaan Anda geluti.

Hal ini merupakan kunci utama agar produk atau layanan yang Anda tawarkan dapat mencapai sasaran yang tepat, juga menanamkan eksistensi perusahaan dengan mudah di setiap hati para pelanggan.

Apakah Anda ingin mempelajari bagaimana mengimplementasikan teknik customer segmentation lebih dalam? Ikuti program Executive MBA in Strategic Marketing SBM ITB bersama Markplus Institute.

Program ini merupakan pascasarjana pertama dan satu-satunya dalam bidang pemasaran strategis di Indonesia yang dirancang untuk memberikan Anda pemahaman tentang bagaimana strategi pemasaran harus dirumuskan dalam lanskap Indonesia dan ASEAN, termasuk teknik customer segmentation.

Sebagian besar mata pelajaran dibuat untuk memberikan sudut pandang yang lebih kontekstual sesuai dengan apa yang terjadi di Indonesia saat ini dan di masa mendatang sehingga cocok untuk Anda yang telah memiliki pengalaman kerja berkualitas tinggi dan orang yang ingin menambah pengetahuan tentang Strategic marketing
Tunggu apalagi? Pantau informasi pendaftarannya di sini.

Share with Your Friends!
Avatar for Atha Hira
SEO Writer

Leave a Comment