Banyaknya berbagai isu perubahan iklim, termasuk dampak pasca wabah virus Covid-19 menjadi pemicu adanya gerakan peduli lingkungan. Salah satu bentuknya adalah implementasi dan penerapan ESG di seluruh perusahaan atau dunia bisnis yang ada di dunia. 

Penerapan ESG (Environmental, Social dan Governance) menjadi tolak ukur baru bagi para pemodal atau investor untuk menanamkan sahamnya pada suatu perusahaan. Apabila perusahaan tersebut tidak memenuhi standar konsep dari ESG, maka investasi modal tidak layak dilakukan. Oleh karena itu, saat ini banyak perusahaan yang mencoba untuk memahami ESG agar dapat mengimplementasikannya dengan baik dan benar.

Artikel ini akan membantu Anda memahami lebih baik mengenai konsep ESG, mulai dari definisi, kriteria, keuntungannya apabila perusahaan Anda mengadopsi konsep tersebut, hingga seperti apa contoh penerapannya. Simak informasinya di bawah ini hingga selesai!

Apa itu ESG?

esg

ESG merupakan suatu standar perusahaan dalam menerapkan praktik investasinya yang terdiri dari tiga konsep atau kriteria, yaitu Environmental (lingkungan), Social (sosial) dan Governance (tata kelola perusahaan) untuk mengukur keberlanjutan dan dampak etis dari hasil investasi tersebut.

Konsep ini kerap digunakan di pasar modal oleh para investor untuk mengevaluasi perilaku perusahaan dan menentukan kinerja keuangan mereka di masa depan. Sejak awal dekade ini, tercatat seluruh investor yang menerapkan faktor-faktor ESG pada pertimbangan investasinya telah mengalami perkembangan pesat dan diperkirakan akan terus meningkat secara signifikan di masa mendatang.

Baca juga  Brand Activation: Definisi, Manfaat & Jenis-jenisnya

Oleh karena itu, saat ini banyak perusahaan berlomba-lomba untuk menerapkan standar ESG pada seluruh operasional secara keseluruhan dengan sebaik-baiknya agar perusahaan dapat menghasilkan produktivitas yang menjanjikan dan berkelanjutan.

Selain disebut dengan istilah ESG, konsep ini juga disampaikan dalam istilah lainnya (tetap memiliki makna yang sama), seperti ESCG (Environmental, Social dan Corporate Governance), RBC (Responsible Business Conduct), CSV (Co-Shared Value), atau Impact Investing.

Apa Saja Kriteria ESG?

ESG merujuk pada tiga kriteria yang sempat disebutkan dalam penjelasan sebelumnya. Kriteria tersebut berkaitan erat dengan keberlangsungan perusahaan dan menjadi faktor utama untuk mengukur dampak keberlanjutan dan etis perusahaan dalam mengambil kebijakan.

1. Environment (Lingkungan)

Kriteria yang pertama membahas bagaimana kinerja perusahaan memberi dampak pada lingkungan. Dalam hal ini, investor menilai dan mengevaluasi komitmen perusahaan saat menjalankan operasinya yang tidak hanya bertujuan untuk memberi dampak positif untuk mereka sendiri, namun juga pada lingkungan.

Beberapa contoh kriteria yang dimaksud, yaitu bagaimana perusahaan menggunakan energi bersih, penanganan limbah, polusi, konservasi sumber daya alam, termasuk perilaku perusahaan terhadap flora dan fauna, dan lain sebagainya.

2. Social (Sosial)

Selanjutnya, kriteria sosial membahas tentang hubungan suatu perusahaan secara langsung maupun tidak langsung dengan pihak internal dan eksternal, seperti pegawai/karyawan, komunitas, masyarakat, pemasok pembeli, media, dan berbagai entitas lainnya. Faktor-faktor yang dipertimbangkan melalui kriteria ini dapat memberikan dampak pada performa finansial dan juga citra perusahaan. 

Misalnya, perusahaan bergerak aktif dalam mengatasi berbagai isu, hak dan kendala yang dialami oleh karyawan, perusahaan berkomitmen untuk tidak memiliki riwayat negatif masalah perlindungan konsumen dan contoh lainnya yang menyatakan perusahaan bertanggung jawab secara sosial.

Baca juga  Apa itu Sustainable Tourism: Definisi, Tujuan & Contohnya

3. Governance (Tata Kelola Perusahaan)

Kriteria yang terakhir memfokuskan pada bagaimana suatu perusahaan memiliki proses pengelolaan yang baik dan berkelanjutan secara internal. Misalnya, kebijakan perusahaan, standar perusahaan, budaya perusahaan, penyingkapan, informasi, proses audit serta kepatuhan, dan lain-lain.

Contoh Penerapan ESG dan Keuntungannya

investasi esg

Sumber: Mitra Rekayasa Keberlanjutan

Beberapa contoh penerapan dan keuntungan yang akan diperoleh perusahaan ketika menerapkan ESG dalam segala aspek operasionalnya, antara lain:

1. Aspek Lingkungan

Salah satu contoh implementasi ESG perusahaan pada aspek lingkungan hidup adalah green sustainability. Istilah ini berfokus pada upaya pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan, misalnya penggunaan energi yang efektif dan efisien, upaya pengelolaan limbah, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan lingkungan hijau.

Manfaat green sustainability dapat dirasakan langsung oleh seluruh anggota perusahaan, seperti:

  • Berkurangnya biaya produksi.
  • Berkurangnya reduced waste.
  • Sumber Daya Alam (SDA) yang ada lebih terawat.
  • Karyawan lebih produktif dengan lingkungan yang sehat.

2. Aspek Sosial

Aspek Sosial mengacu pada partisipasi aktif perusahaan dalam upaya pengembangan sosial kemasyarakatan. Hal ini ditunjukkan dengan berbagi program atau kegiatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, seperti penguatan K3 dalam bekerja, membuat program volunteer untuk kegiatan sosial, memilih pemasok yang juga menerapkan aspek ESG, dan lain sebagainya.

Keuntungan yang diperoleh antara lain:

  • Menarik dan mempertahankan karyawan berkualitas.
  • Menghasilkan produktivitas yang lebih besar.
  • Mendapatkan citra baik dari pihak eksternal, seperti  masyarakat.
  • Membantu peningkatan kualitas hidup sosial masyarakat.

3. Aspek Tata Kelola Perusahaan

Aspek ini mencerminkan pengelolaan perusahaan terhadap peraturan antara direksi dan karyawan. Beberapa contoh implementasinya adalah memastikan tidak adanya aktivitas ilegal di bawah perusahaan, pengaturan konflik kepentingan antara berbagai pihak, dan peraturan yang mengatur perlakuan perusahaan terhadap KKN.

Baca juga  7 Aspek Customer Behavior Gen Z terhadap Sustainable Products

Manfaat penerapan aspek tata kelola perusahaan bagi perusahaan dapat dirasakan secara langsung maupun tidak langsung, seperti:

  • Memperlancar kelangsungan usaha.
  • Meningkatkan tingkat daya saing perusahaan.
  • Meminimalkan risiko usaha.
  • Memberikan citra positif.
  • Membuka peluang investasi baru.
  • Menjamin kesejahteraan karyawan.

Penutup

Setelah mengetahui apa saja bentuk-bentuk implementasi ESG dan manfaatnya, maka langkah selanjutnya adalah membuat laporan implementasi ESG atau yang dikenal dengan sebutan sustainability report. Laporan ini akan disusun dan dibagi menjadi tiga bagian sesuai aspek ESG, yaitu Aspek Lingkungan Hidup, Aspek Sosial, dan Aspek Tata Kelola. Dalam setiap aspeknya harus ada rincian mengenai strategi dan upaya, target dan pencapaian, serta program apa saja yang telah, sedang, atau akan dilakukan oleh perusahaan.

Pelajari lebih lanjut mengenai ESG dan sustainability report bersama program kekhususan eksekutif kolaborasi antara Unika Atma Jaya, universitas yang mengusung kajian sustainability komprehensif di Indonesia, dengan MarkPlus Institute, konsultan pemasaran pertama dan ternama di Indonesia, yaitu Program Master in Management Sustainability Marketing.

Program ini bertujuan untuk membentuk talenta organisasi yang mampu membangun strategi bisnis, memahami manajemen bisnis berkelanjutan dan menguasai strategi marketing yang aplikatif dan bisa membangun market competitiveness. Tunggu apalagi? Jadilah bagian dari Sustainability Marketing sekarang juga!


Untuk informasi lebih lanjut, klik tautan berikut ini Sustainability Marketing.

Share with Your Friends!
Avatar for Atha Hira
SEO Writer

Leave a Comment