Dalam rangka membingkai agenda dan kebijakan politik selama 15 tahun ke depan, negara-negara anggota PBB sepakat untuk membentuk suatu konsep yang disebut sebagai SDGs (Sustainable Development Goals). SDGs merupakan seperangkat tujuan, target dan indikator universal yang menerapkan keberlanjutan (sustainability).

Konsep ini berkaitan dengan pengembangan produk, barang dan jasa yang melibatkan pemenuhan kebutuhan masyarakat saat ini tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri.

Hal ini dibentuk berdasarkan pernyataan bahwa lingkungan merupakan sumber daya yang dapat habis sehingga penting untuk memanfaatkannya secara rasional serta melindunginya demi kebaikan bumi dan semua makhluk yang ada di dalamnya. 

Meskipun begitu, saat ini konteks sustainability dapat dieksplorasi dalam berbagai konteks lainnya, seperti pembangunan ekonomi dan tanggung jawab sosial. Maksudnya, dalam masyarakat yang sustainable, manusia hidup selaras dengan lingkungan alam, melestarikannya untuk generasi mendatang sehingga setiap orang dapat menikmati keadilan sosial dan kualitas hidup yang tinggi.

Oleh karena itu, penting sekali bagi sebuah perusahaan atau bisnis yang menyediakan produk atau jasa kebutuhan masyarakat untuk memahami dengan benar konsep ini.

Pengertian Sustainable Development Goals (SDGs)

SDGs

SDGs merupakan seperangkat tujuan yang disepakati oleh 193 kepala negara di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 25 September 2015 dalam agenda kesepakatan pembangunan global. SDGs memuat 17 goals dan 169 targets sebagai rencana aksi global untuk 15 tahun ke depan yang mulai efektif sejak tahun 2016 hingga 2030. 

Konsep ini bertujuan untuk memberantas kemiskinan, ketimpangan dan melindungi lingkungan sehingga menjadi kesepakatan yang berlaku untuk seluruh negara (universal), tanpa terkecuali. Tidak hanya diperuntukkan bagi pembuat kebijakan (bidang politik), SDGs juga diperuntukkan oleh seluruh masyarakat sipil, perusahaan atau bisnis, akademisi, serta setiap individu.

17 Tujuan Sustainable Development Goals (SDGs)

Kolaborasi dalam Mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) di  Indonesia

Sumber: bappenas

  1. Tidak Ada Kemiskinan. Pertumbuhan ekonomi haruslah inklusif guna menyediakan kesempatan kerja yang berkelanjutan serta mendorong kesetaraan.
  2. Nol Kelaparan. Memberikan solusi dalam hal pangan dan pertanian memberikan untuk pembangunan, serta menjadi pusat pengentasan masalah kelaparan sekaligus kemiskinan.
  3. Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik. Memastikan semua orang memiliki kehidupan yang sehat dan kesejahteraan yang baik di segala usia sangat penting untuk pembangunan berkelanjutan.
  4. Kualitas Pendidikan. Seluruh masyarakat memperoleh pendidikan yang berkualitas untuk meningkatkan kehidupan kemasyarakatan dan pembangunan berkelanjutan.
  5. Kesetaraan Gender. Kesetaraan gender di sini bukan hanya tentang hak asasi manusia yang mendasar, namun juga pondasi yang diperlukan untuk dunia yang damai, sejahtera, dan berkelanjutan.
  6. Air Bersih dan Sanitasi. Air bersih mudah diakses untuk semua orang.
  7. Energi Terjangkau dan Bersih “ Energi adalah pusat dari hampir setiap tantangan dan peluang besar sehingga PBB mencoba untuk memastikan setiap orang mendapatkan energi yang terjangkau serta bersih atau affordable and clean energy.
  8. Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Pertumbuhan ekonomi yang sustainable dapat mendorong masyarakat untuk mewujudkan situasi yang memungkinkan semua orang untuk mendapatkan pekerjaan yang berkualitas.
  9. Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Cara lain untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat dunia adalah membangun infrastruktur yang baik, mendukung industrialisasi yang inklusif, serta membantu perkembangan inovasi.
  10. Mengurangi Ketimpangan. Dalam rangka mengurangi ketidaksetaraan, kebijakan yang dibuat harus bersifat universal serta memperhatikan kebutuhan penduduk yang kurang beruntung dan terpinggirkan.
  11. Kota dan Komunitas Berkelanjutan. Masyarakat bisa memiliki akses terhadap perumahan, transportasi, dan pelayanan dasar yang layak serta terjangkau.
  12. Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Memastikan pola konsumsi dan produksi yang dilakukan menggunakan cara-cara yang berkelanjutan.
  13. Aksi Iklim. Melakukan adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim untuk mencegah hal-hal buruk terjadi 
  14. Kehidupan di Bawah Air. Upaya untuk melestarikan kehidupan makhluk-makhluk yang tinggal di laut.
  15. Kehidupan di Darat “ Memperlakukan hutan secara berkelanjutan, menindaklanjuti penggurunan, menghentikan serta membalikkan degradasi lahan, menghentikan kepunahan keanekaragaman hayati
  16. Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Kuat. Mendukung masyarakat yang damai dan inklusif untuk pembangunan berkelanjutan, menyediakan akses terhadap keadilan bagi semua dan membangun institusi-institusi yang efektif, akuntabel dan inklusif di semua level.
  17. Kemitraan untuk Tujuan “ Merevitalisasi kemitraan global untuk pembangunan berkelanjutan.

Target Sustainable Development Goals (SDGs) dalam Dunia Bisnis

Berikut ini merupakan beberapa target sesuai dengan tujuan SDGs yang bisa diraih melalui tindakan oleh berbagai perusahaan untuk berkontribusi dalam mencapai tujuan SDGs itu sendiri. Target ini sifatnya tergantung pada bidang perusahaan dan jenis keterlibatannya.

1. Menghapus Kemiskinan

  • Mengurangi setidaknya separuh dari jumlah penduduk miskin (laki-laki, perempuan dan anak dari segala usia) berdasarkan definisi nasional.
  • Memastikan semua penduduk, terutama penduduk miskin dan rentan mendapat hak setara untuk mengakses sumber ekonomi (seperti halnya hak pelayanan dasar), kepemilikan dan akses pada lahan. Memastikan mereka memperoleh akses teknologi.
  • Membangun yang dibutuhkan dan layanan keuangan termasuk keuangan mikro, daya tahan dan kesiapan masyarakat miskin dan kelompok rentan menghadapi perubahan iklim, krisis lingkungan, ekonomi, sosial, dan bencana.

2. Mengakhiri Kelaparan

  • Mengakhiri kelaparan dan memastikan adanya akses bagi seluruh rakyat, khususnya mereka yang miskin dan berada dalam situasi rentan, termasuk bayi, terhadap pangan yang aman, bernutrisi dan berkecukupan sepanjang tahun.
  • Menggandakan produktivitas agrikultur dan pendapatan dari produsen makanan berskala kecil, khususnya perempuan, masyarakat adat, pertanian keluarga, peternak dan nelayan.
  • Memastikan sistem produksi pangan yang berkelanjutan dan mengimplementasikan praktik-praktik agrikultur yang tahan lama dan dapat menaikkan produktivitas.
  • Memelihara keanekaragaman genetika benih, mengolah tanaman dan persawahan serta melestarikan hewan jinak dan spesies liar yang terkait.
Baca juga  4 Mindset Entrepreneur ini Wajib Dimiliki demi Kesuksesan Bisnis

3. Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan

  • Mengurangi sepertiga dari kematian dini yang disebabkan oleh penyakit tidak menular, melalui tindakan pencegahan dan pengobatan serta menaikkan kesehatan mental dan kesejahteraan.
  • Memperkuat pencegahan dan pengobatan dari penyalahgunaan zat berbahaya, termasuk penyalahgunaan narkotika dan penggunaan yang berbahaya dari alkohol.
  • Mengurangi setengah dari angka kematian dan cedera akibat kecelakaan lalu lintas.
  • Memastikan akses universal terhadap pelayanan kesehatan sexual dan reproduksi, termasuk untuk perencanaan, informasi, dan pendidikan keluarga, dan mengintegrasikan kesehatan reproduksi ke dalam strategi dan program nasional.
  • Mencapai cakupan pelayanan kesehatan universal, termasuk lindungan resiko finansial, akses terhadap pelayanan kesehatan dasar yang berkualitas dan akses terhadap obat-obatan dan vaksin yang aman, efektif, berkualitas dan terjangkau bagi semua.
  • Secara substansial mengurangi angka kematian dan penyakit yang disebabkan oleh bahan kimia berbahaya dan juga polusi dan kontaminasi udara, air dan tanah.

4. Pendidikan Bermutu

  • Memastikan bahwa semua anak perempuan dan laki-laki menyelesaikan pendidikan primer dan sekunder yang gratis, setara dan berkualitas.
  • Memastikan bahwa semua anak perempuan dan laki-laki mendapat akses terhadap pengembangan masa kanak-kanak secara dini yang berkualitas.
  • Memastikan akses yang setara bagi semua perempuan dan laki-laki terhadap pendidikan tinggi, teknis dan kejuruan yang berkualitas dan terjangkau, termasuk universitas.
  • Secara substansial meningkatkan jumlah remaja dan orang dewasa yang memiliki keahlian yang relevan, termasuk keahlian teknis dan kejuruan, untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dan wirausaha.
  • Menghilangkan disparitas gender dalam pendidikan dan memastikan akses yang setara terhadap semua tingkatan pendidikan dan training kejuruan bagi mereka yang rentan.
  • Memastikan bahwa semua remaja dan sejumlah orang dewasa, baik laki-laki maupun perempuan, mencapai kemampuan baca-tulis dan kemampuan berhitung.
  • Memastikan bahwa mereka yang belajar mendapatkan pengetahuan dan keahlian yang dibutuhkan untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

5. Kesetaraan Gender

  • Mengakhiri segala bentuk diskriminasi terhadap semua perempuan dan anak perempuan di mana saja.
  • Mengeliminasi segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan pada ruang publik dan privat, termasuk perdagangan (trafficking) dan seksual dan bentuk eksploitasi lainnya.
  • Menghapuskan segala semua praktek-praktek yang membahayakan, seperti perkawinan anak, dini dan paksa dan sunat pada perempuan.
  • Menyadari dan menghargai pelayanan dan kerja domestik yang tidak dibayar melalui penyediaan pelayanan publik, kebijakan perlindungan infrastruktur dan sosial serta mendorong adanya tanggung jawab bersama di dalam rumah tangga dan keluarga yang pantas secara nasional.
  • Memastikan bahwa semua perempuan dapat berpartisipasi penuh dan mendapat kesempatan yang sama untuk kepemimpinan pada semua level.
  • Memastikan adanya akses universal terhadap kesehatan seksual dan reproduksi dan hak reproduksi sebagaimana telah disepakati dalam Program Aksi Konferensi Internasional.

6. Akses Air Bersih dan Sanitasi

  • Mencapai akses universal dan adil terhadap air minum yang aman dan terjangkau untuk semua.
  • Mencapai akses terhadap sanitasi dan kebersihan yang layak dan adil untuk semua dan mengakhiri buang air di tempat terbuka.
  • Memperbaiki kualitas air dengan mengurangi polusi, menghapuskan pembuangan limbah dan meminimalisir pembuangan bahan kimia dan materi berbahaya.
  • Secara substantif meningkatkan penggunaan air secara efisien di semua sektor dan memastikan pengambilan dan suplai air bersih yang berkelanjutan.
  • Mengimplementasikan pengelolaan sumber air yang terintegrasi pada setiap level, termasuk melalui kerjasama antar batas selayaknya.

7. Energi Bersih dan Terjangkau

  • Memastikan adanya akses universal terhadap pelayanan energi yang terjangkau, dapat diandalkan dan modern
  • Menggandakan laju perbaikan efisiensi energi.

8. Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi

  • Memelihara pertumbuhan ekonomi per kapita sesuai dengan situasi nasional.
  • Mencapai level yang lebih tinggi untuk produktivitas ekonomi melalui disertifikasi, peningkatan mutu teknologi dan inovasi.
  • Mendorong kebijakan yang berorientasi pembangunan yang mendukung aktivitas-aktivitas produktif, penciptaan lapangan kerja, kewirausahaan, kreativitas dan inovasi, dan mendorong pembentukan dan pertumbuhan usaha mikro, kecil dan menengah
  • Memperbaiki secara progresif efisiensi sumberdaya global dalam hal konsumsi dan produksi dan berupaya untuk memisahkan pertumbuhan ekonomi dari degradasi lingkungan.
  • Mencapai ketenagakerjaan secara penuh dan produktif dan pekerjaan yang layak bagi seluruh perempuan dan laki-laki, termasuk untuk kaum muda dan orang dengan disabilitas, juga kesetaraan upah bagi pekerjaan yang mempunyai nilai yang sama.
  • Secara substansial mengurangi proporsi usia muda yang tidak bekerja, tidak berpendidikan atau terlatih.
  • Mengambil langkah-langkah segera dan efektif untuk mengentaskan kerja paksa, mengakhiri perbudakan modern dan perdagangan manusia dan menegakkan larangan dan eliminasi bentuk terburuk dari tenaga kerja anak.
  • Melindungi hak-hak pekerja dan mendukung lingkungan kerja yang aman bagi seluruh pekerja, khususnya bagi perempuan buruh migran, dan pekerja dalam situasi genting.
  • Merancang dan mengimplementasikan kebijakan yang mendukung turisme yang berkelanjutan yang dapat menciptakan lapangan kerja sekaligus mendukung budaya dan produk lokal.
  • Menguatkan kapasitas institusi keuangan domestik untuk mendorong dan meluaskan akses terhadap perbankan, asuransi dan layanan pendanaan untuk semua orang.

9. Infrastruktur, Industri, dan Inovasi

  • Membangun infrastruktur yang berkualitas, dapat diandalkan, berkelanjutan dan tahan lama.
  • Mendorong industrialisasi yang inklusif dan berkelanjutan dan, pada tahun 2030, secara signifikan meningkatkan bagian industri terhadap penciptaan lapangan kerja dan produk domestik bruto, sejalan dengan situasi nasional, dan menggandakan bagian industri di negara kurang berkembang.
  • Meningkatkan akses industri skala kecil dan usaha skala kecil lainnya, khususnya di negara-negara berkembang terhadap layanan pendanaan.
  • Meningkatkan mutu infrastruktur dan menambahkan komponen pada industri agar dapat berkelanjutan dengan menambahkan efisiensi penggunaan sumber daya dan mengadopsi teknologi bersih dan ramah lingkungan.
  • Menambah penelitian ilmiah, meningkatkan kemampuan teknologi dari sektor industri di semua negara, khususnya negara berkembang.

10. Mengurangi Ketimpangan

  • Secara progresif mencapai dan memelihara pertumbuhan pendapatan dari 40 persen populasi yang paling bawah di tingkat yang lebih tinggi dari rata-rata nasional.
  • Memberdayakan dan mendorong penyertaan sosial, ekonomi dan politik bagi semua, tanpa melihat usia, jenis kelamin, disabilitas, bangsa, suku, asal, kelompok etnis, agama atau ekonomi atau status lainnya.
  • Memastikan kesempatan yang sama dan mengurangi ketimpangan pendapatan/outcome, termasuk dengan mengeliminasi diskriminasi terhadap hukum, kebijakan dan praktek-praktek dan mendorong adanya legislasi, kebijakan dan aksi yang sepantasnya untuk hal ini.
  • Mengadopsi kebijakan, terutama kebijakan fiskal, upah dan perlindungan sosial, dan secara progresif mencapai kesetaraan.
  • Memperbaiki regulasi dan memonitor pasar dan institusi keuangan global dan menguatkan implementasi dari regulasi tersebut.
Baca juga  Apa itu Bursa Karbon: Definisi, Jenis & Dampaknya

11. Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan

  • Memastikan akses terhadap perumahan dan pelayanan dasar yang layak, aman dan terjangkau bagi semua dan meningkatkan mutu pemukiman kumuh.
  • Menyediakan akses terhadap sistem transportasi yang aman, terjangkau, mudah diakses, dan berkelanjutan bagi semua orang. Meningkatkan keamanan jalan dan memperbanyak transportasi publik.
  • Meningkatkan urbanisasi yang inklusif dan berkelanjutan dan kapasitas untuk perencanaan dan pengelolaan pemukiman yang partisipatoris, terintegrasi dan berkelanjutan di setiap negara.
  • Menguatkan upaya untuk melindungi dan menjaga warisan budaya dan natural dunia.
  • Mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan perkapita di perkotaan
  • Menyediakan akses universal terhadap ruang-ruang publik yang aman, inklusif dan mudah diakses, dan hijau, terutama bagi perempuan, anak anak, manula, dan orang dengan disabilitas.

12.Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab

  • Mengimplementasikan Kerangka Kerja 10 tahun dari program konsumsi dan produksi yang berkelanjutan, dimana seluruh negara melakukan aksi, dengan dipelopori negara-negara maju, dengan melihat pembangunan dan kemampuan dari negara-negara berkembang.
  • Mencapai manajemen berkelanjutan dan penggunaan yang efisien dari sumber daya alam.
  • Mengurangi separuh jumlah dari sampah pangan global perkapita pada tingkat retail dan konsumen dan mengurangi kerugian makanan sepanjang produksi dan rantai penawaran.
  • Meraih manajemen ramah lingkungan dari bahan kimia dan limbah lainnya sepanjang siklus hidupnya, sesuai dengan kerangka kerja internasional yang telah disepakati, dan secara signifikan mengurangi pelepasan bahan-bahan tersebut ke udara, air dan tanah dalam rangka meminimalisir dampak buruk bahan tersebut terhadap kesehatan manusia dan lingkungan.
  • Secara substansial mengurangi produksi limbah melalui tindakan pencegahan, pengurangan, daur ulang dan penggunaan kembali.
  • Mendorong perusahaan, terutama perusahaan skala besar dan transnasional untuk mengadopsi praktek-praktek yang berkelanjutan dan memasukkan informasi yang berkelanjutan di dalam siklus laporan mereka.
  • Mendukung praktek-praktek pengadaan barang publik yang berkelanjutan, sesuai dengan kebijakan dan prioritas nasional.
  • Memastikan bahwa setiap orang di mana pun mendapatkan informasi yang relevan dan kesadaran untuk pembangunan dan gaya hidup yang berkelanjutan secara harmonis dengan alam.

13. Penanganan Perubahan Iklim

  • Menguatkan daya tahan dan kapasitas adaptasi terhadap bahaya hal-hal yang berkaitan dengan iklim dan bencana alam di semua negara.
  • Mengintegrasikan ukuran-ukuran perubahan iklim ke dalam kebijakan, strategi dan perencanaan nasional.
  • Memperbaiki pendidikan, penyadaran dan juga kapasitas baik manusia maupun institusi terhadap mitigasi perubahan iklim, adaptasi, pengurangan dampak dan peringatan dini.

14. Menjaga Ekosistem Laut

  • Mencegah dan secara signifikan mengurangi segala jenis polusi kelautan, terutama dari aktivitas daratan.
  • Mengelola dan melindungi ekosistem laut dan pesisir untuk menghindari dampak buruk yang signifikan, termasuk dengan memperkuat daya tahannya, dan melakukan aksi restorasi agar dapat mencapai kelautan yang sehat dan produktif.
  • Meminimalisir dan mengatasi dampak dari bertambahnya keasaman air laut, termasuk memperbanyak kerjasama ilmiah pada setiap level.
  • Meregulasi panen dan pengambilan ikan secara berlebihan, pemancingan illegal, tidak terlaporkan dan tidak teregulasi, juga praktek-praktek pemancingan yang destruktif serta mengimplementasikan perencanaan manajemen berbasis ilmiah agar dapat mengembalikan persediaan ikan secepat mungkin.
  • Mengkonservasi setidaknya 10 persen dari area pesisir laut, konsisten dengan hukum nasional dan internasional dan berdasarkan informasi ilmiah terbaik yang tersedia.
  • Melarang bentuk tertentu dari subsidi perikanan yang berkontribusi terhadap kapasitas berlebih dan pengambilan ikan yang berlebihan, menghilangkan subsidi yang berkontribusi terhadap penangkapan ikan yang ilegal, tidak terlaporkan dan tidak teregulasi.
  • Meningkatkan keuntungan ekonomi bagi negara berkembang kepulauan kecil dan negara kurang berkembang dari penggunaan yang berkelanjutan terhadap sumber daya kelautan.

15. Menjaga Ekosistem Darat

  • Memastikan bahwa konservasi, restorasi dan penggunaan yang berkelanjutan dari ekosistem terestrial dan air daratan serta pelayanannya.
  • Mendukung pengimplementasian manajemen yang berkelanjutan untuk semua tipe hutan, menghambat deforestasi, merestorasi hutan terdegradasi. Meningkatkan aforestasi dan reforestasi secara global.
  • Memerangi desertifikasi, merestorasi lahan dan tanah terdegradasi.
  • Memastikan konservasi ekosistem pegunungan.
  • Melakukan aksi segera dan signifikan untuk mengurangi degradasi natural habitat, menghambat hilangnya keanekaragaman hayati.
  • Melakukan aksi segera untuk mengakhiri perburuan dan penjualan spesies flora dan fauna yang dilindungi dan mengatasi baik penawaran maupun permintaan produk satwa liar ilegal.
  • Mengenalkan upaya-upaya yang dapat mencegah pengenalan dan secara signifikan mengurangi dampak dari invasi spesies asing terhadap ekosistem tanah dan air yang dapat mengurangi jumlah spesies prioritas.
  • Mengintegrasikan nilai ekosistem dan keanekaragaman hayati ke dalam perencanaan nasional dan lokal, proses pembangunan, dan strategi pengentasan kemiskinan.

16. Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Kuat

  • Mengurangi segala macam bentuk kekerasan dan angka kematian terkait di mana pun.
  • Mengakhiri pelecehan, eksploitasi, perdagangan dan segala macam bentuk kekerasan dan penyiksaan terhadap anak.
  • Mendukung perangkat hukum di tingkat nasional dan internasional dan akses keadilan yang sama untuk semua.
  • Mengurangi aliran keuangan dan senjata terlarang, memperkuat pemulihan dan pengembalian aset yang dicuri dan memerangi semua jenis tindak kejahatan kriminal yang terorganisir.
  • Secara substansial mengurangi korupsi dan suap dalam segala bentuk.
  • Membangun institusi-institusi yang akuntabel dan transparan di semua level.
  • Memastikan pengambilan keputusan yang responsif, inklusif, partisipatif dan representatif di semua level.
  • Memperbesar dan menguatkan partisipasi dari negara-negara berkembang dalam institusi dan tata-kelola global.
  • Menyediakan identitas legal bagi semua, termasuk akta kelahiran.
  • Memastikan akses publik terhadap informasi dan melindungi kebebasan fundamental, sesuai dengan perundang-undangan nasional dan perjanjian internasional.

17. Kemitraan untuk Mencapai Tujuan

  • Menguatkan mobilisasi sumber daya domestik.
  • Negara-negara maju mengimplementasikan secara penuh komitmen ODA mereka
  • Memobilisasi tambahan sumber daya finansial untuk negara berkembang dari berbagai sumber.
  • Membantu negara berkembang dalam mencapai pengelolaan utang jangka panjang yang berkelanjutan.
  • Mengadopsi dan mengimplementasikan regim yang mendukung investasi bagi negara kurang berkembang.
  • Mendukung perkembangan, transfer, diseminasi dan difusi teknologi ramah lingkungan kepada negara-negara berkembang dengan syarat lunak.
  • Mengoperasionalisasi bank teknologi dan sains, mekanisme pengembangan kapasitas teknologi dan inovasi untuk negara kurang berkembang pada tahun 2017 dan memperbanyak penggunaan teknologi yang memungkinkan, terutama teknologi informasi dan komunikasi.
  • Mendorong sistem perdagangan multilateral yang universal, berdasarkan aturan, non-diskriminatif dan setara di bawah WTO.
  • Meningkatkan ekspor dari negara-negara berkembang, dengan pandangan untuk menggandakan porsi ekspor global negara-negara kurang berkembang.
  • Menyadari implementasi yang tepat waktu dari akses terhadap pasar bebas-bea dan bebas-kuota untuk seterusnya, bagi negara-negara kurang berkembang, konsisten dengan keputusan WTO.
  • Memperbaiki stabilitas ekonomi makro global, termasuk melalui koordinasi kebijakan dan keterpaduan kebijakan.
  • Meningkatkan koherensi kebijakan untuk pembangunan berkelanjutan.
  • Menghargai ruang kebijakan dan kepemimpinan masing-masing negara untuk membuat dan mengimplementasikan kebijakan untuk pengentasan kemiskinan dan pembangunan berkelanjutan Kemitraan multi-pihak.
  • Memperluas kemitraan global untuk pembangunan berkelanjutan, dilengkapi dengan kemitraan multi-pihak yang dapat memobilisasi dan membagi pengetahuan, keahlian, teknologi, dan sumber daya finansial.
  • Mendorong dan mendukung kemitraan publik, publik-swasta, dan masyarakat sipil yang efektif, yang dibangun dari pengalaman dan strategi dalam bermitra.
  • Meningkatkan dukungan terhadap pengembangan kapasitas ke negara-negara berkembang.
  • Membangun dari inisiatif-inisiatif yang ada untuk mengembangkan ukuran kemajuan terhadap pembangunan berkelanjutan yang melengkapi produk domestik bruto dan mendukung pengembangan kapasitas statistik di negara-negara berkembang.
Baca juga  Sustainable Marketing: Pengertian, Prinsip, Manfaat, dan Contoh Penerapannya dalam Bisnis

Manfaat SDGs bagi Perusahaan atau Bisnis

SDGs dapat memfasilitasi penyelarasan strategi perusahaan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Itulah sebabnya 17 tujuan dan target tersebut menjadi peluang yang sangat relevan karena perusahaan akan mendapatkan manfaat yang mencakup hal-hal berikut ini:

Mengetahui Peluang Masa Depan

Semakin banyak inovasi yang muncul dari perubahan perilaku konsumen, namun juga meningkatnya tekanan dari perusahaan sosial yang memasuki pasar dengan solusi inovatif dan berkelanjutan. Hal ini dapat mengarah pada pengembangan lebih lanjut pada proses bisnis atau produk dalam hal sustainability.

Daya Tarik Sebagai Pemberi Kerja

SDGs akan sangat menarik bagi talenta muda karena pemberi kerja (perusahaan) menjalankan tanggung jawab sosialnya dengan serius. Perusahaan secara strategis dan kredibel berorientasi pada tujuan keberlanjutan sehingga dapat meyakinkan talenta terbaik untuk bergabung dengan mereka

Kemitraan dan Sinergi Baru

Potensi kerja sama dan pemersatu yang kuat dalam rangka menyukseskan tujuan dan target SDGs.

Meningkatkan Reputasi Positif Perusahaan

Reputasi yang baik untuk perusahaan akan didapatkan karena keterlibatannya terhadap SDGs dapat meningkatkan kepercayaan, baik internal maupun eksternal, seperti karyawan dan berbagai pemangku kepentingan.

Contoh Implementasi SDGs dalam Bisnis

Setelah mengetahui tujuan, target serta manfaat SDGs bagi dunia bisnis. Selanjutnya akan dijelaskan beberapa contoh perusahaan di Indonesia yang telah menerapkan SDGs di dalam pengoperasiannya.

PT Mahkota Group Tbk

PT Mahkota Group Tbk | LinkedIn

Perusahaan yang bergerak di bidang industri perkebunan kelapa sawit ini telah berkontribusi menyukseskan tujuan SDGs, antara lain:

  • Pada SDG-1, yaitu berhasil mengurangi tingkat kemiskinan di Indonesia secara signifikan dengan menciptakan 16 juta lapangan. 
  • Pada SDG-2, yaitu menghapus kelaparan, kekurangan gizi dan membangun ketahanan pangan inklusif (Zero Hunger) dari hasil produksi kelapa sawit sehingga industri makanan, termasuk minyak goreng dan makanan berbasis sawit selalu tersedia.
  • Pada SDG-7, yaitu membangun energi yang berkelanjutan telah dibuktikan dengan penggunaan mencampurkan bahan bakar solar dengan minyak sawit sebagai sumber energi yakni biodiesel secara bertahap dari B10, lalu B20 dan sekarang B30 dan pada Bio Avtur 2,4 persen, dan masih banyak lainnya.

PT Pertamina

PT Pertamina (Persero)

Perusahaan yang bergerak di bidang minyak dan gas ini telah berkontribusi menyukseskan tujuan SDGs, antara lain:

  • Pada SDG-12, yaitu berkomitmen menyediakan energi dan mendorong semua pihak untuk bertanggung jawab dalam proses produksi maupun pemanfaatannya, sehingga dapat berkelanjutan.
  • Pada SDG-13, SDG-14 dan SDG-15, yaitu berkomitmen mengembangkan mengembangkan produk dan jasa yang tak hanya bertujuan mendapatkan keuntungan (profit), tapi juga turut menjaga kelestarian alam (planet) untuk kepentingan dan masa depan generasi yang akan datang (people).
  • Pada SDG-8, yaitu melakukan Program Kemitraan sebagai sarana bagi perusahaan untuk berdayakan UMKM, dalam objektif yang sama dengan negara terkait penciptaan lapangan dan kesempatan kerja yang akan berdampak signifikan bagi upaya mengentaskan kemiskinan. Melalui program Pertamina dapat terus mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, dan penyediaan lapangan pekerjaan yang layak bagi semua.

PT Nestlé Indonesia

Nestlé Indonesia - Biogas Rumah

Perusahaan yang bergerak di bidang food and drink ini telah berkontribusi menyukseskan tujuan SDGs, antara lain:

  1. Nestlé membuka 41.000 lowongan pekerjaan baru dan memberikan kesempatan magang melalui program Nestlé Needs YOUth yang bertujuan untuk membantu 10 juta anak muda di seluruh negara di dunia agar bisa mendapatkan kesempatan ekonomi di tahun 2030.
  2. Nestlé secara global mampu mengurangi emisi gas hingga 30% dalam sepuluh tahun terakhir (2008-2018).
  3. Memastikan penerapan zero waste to landfill dari kegiatan operasional guna mengurangi sampah produksi yang dikirim ke tempat pembuangan akhir. Seluruh sampah kegiatan operasional akan dikelola, diguna ulang maupun didaur ulang, baik sampah organik maupun non-organik
  4. Nestlé Indonesia berpartisipasi dalam program Indonesia Water Mandate Working Group (IWMWG) yang dipelopori Indonesia Global Compact Network (IGCN), yaitu melakukan kampanye tentang pentingnya menyelesaikan masalah suplai air bersih di Indonesia.

Penutup

Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa penting untuk pengusaha dan perusahaan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan karena tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, permasalahan sosial dan lingkungan, namun juga turut memberikan kebermanfaatan pada perusahaan itu sendiri.

Apabila Anda ingin mempelajari konsep SDGs, bagaimana mengimplementasikannya dan bagaimana cara mencapai target SDGs untuk perusahaan Anda secara mendalam, Anda dapat mengikuti program kekhususan eksekutif kolaborasi antara Unika Atma Jaya, universitas yang mengusung kajian sustainability komprehensif di Indonesia, dengan MarkPlus Institute, konsultan pemasaran pertama dan ternama di Indonesia, yaitu Program Master in Management Sustainability Marketing.

Program ini bertujuan untuk membentuk talenta perusahaan yang mampu membangun strategi bisnis, memahami manajemen bisnis berkelanjutan dan menguasai strategi marketing yang aplikatif dan bisa membangun market competitiveness. Tunggu apalagi? Jadilah bagian dari Sustainability Marketing sekarang juga!
Untuk informasi lebih lanjut, klik tautan berikut ini Sustainability Marketing.

Share with Your Friends!
Avatar for Atha Hira
SEO Writer

Leave a Comment