Fakta di lapangan mengatakan bahwa industri tekstil, khususnya bidang fashion, merupakan penyumbang gas emisi dan polusi terbesar kedua setelah industri minyak. Data secara global menunjukkan bahwa sampah tekstil dapat mencapai 92 ton per tahunnya. 

Oleh karena itu, konsep sustainable fashion hadir sebagai manajemen pengelolaan sampah pakaian untuk melakukan pengurangan, penggunaan kembali, pemulihan, substitusi, dan daur ulang sisa produksi agar tidak ada yang berakhir sia-sia.

Artikel ini akan membahas lebih dalam mengenai konsep sustainable fashion dan contoh penerapannya yang dilakukan oleh salah satu brand fesyen lokal, yaitu Sejauh Mata Memandang. Simak artikel ini hingga selesai!

Apa itu Sustainable Fashion?

Sustainable fashion atau mode berkelanjutan, mengacu pada praktik-praktik dalam industri mode yang bertujuan untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan sosial. Konsep ini melibatkan penggunaan bahan-bahan dan proses produksi yang ramah lingkungan, serta mempertimbangkan kesejahteraan sosial dari setiap elemen pekerja di industri fashion.

Konsep ini hadir sebagai langkah pencegahan kerusakan bumi akibat fast fashion dan sampah tekstil yang sulit terurai. Limbah yang dihasilkan dari proses produksi, pakaian yang dibuang begitu saja, hingga berbagai limbah lainnya memberikan dampak yang sangat buruk bagi lingkungan.

Oleh karena itu, sustainable fashion diharapkan dapat menyatukan berbagai kalangan di industri ini, mulai dari perancang, produsen, distributor, hingga konsumen (pemakai) untuk bekerja sama demi mengubah fesyen ke arah yang lebih baik.

Ciri-ciri Sustainable Fashion

Konsep sustainable fashion mendorong industri ini memberikan dampak yang lebih baik untuk bumi dan kesejahteraan para pekerjanya. Berikut ini merupakan penjelasan ciri-ciri dari sustainable fashion, antara lain:

Baca juga  ASEAN Marketing Summit 2023: Langkah Blibli Tiket Action Galangkan Sustainability di Indonesia

Berikut adalah beberapa ciri-ciri dari sustainable fashion:

1. Menggunakan Bahan Berkelanjutan

Pakaian yang berkelanjutan kerap terbuat dari bahan-bahan yang ramah lingkungan, seperti serat organik (seperti kapas organik), serat daur ulang, atau bahan alami lainnya.

2. Produksi Berkelanjutan

Proses produksi dari sustainable fashion sangat memperhatikan penggunaan energi dan air yang efisien, serta meminimalkan limbah dan polusi yang dihasilkan selama proses berlangsung.

3. Memilih Bahan dengan Jejak Karbon yang Rendah

Seluruh material yang digunakan dalam sustainable fashion cenderung memiliki jejak karbon yang lebih rendah dibandingkan dengan bahan-bahan konvensional. Contohnya, serat organik yang dapat mengurangi emisi gas rumah kaca.

4. Daur Ulang dan Mendaur Ulang

Sustainable fashion dirancang memiliki desain yang berasal dari bahan daur ulang, sekaligus memungkinkannya untuk dipecah menjadi komponen-komponen yang dapat digunakan kembali atau didaur ulang.

5. Pekerjaan dan Kesejahteraan Pekerja

Produsen sustainable fashion wajib berkomitmen untuk memastikan kondisi kerja yang adil dan aman bagi pekerjanya di seluruh rantai pasokan. Mereka juga harus memastikan upah yang diberikan berada pada nominal pantas dan sesuai jam kerja yang manusiawi.

6. Transparansi dan Akuntabilitas

Merek-merek sustainable fashion cenderung memiliki sifat yang transparan terhadap rantai pasokan mereka, seperti sumber bahan, proses produksi dan kondisi kerja. Mereka dapat memverifikasi klaim mereka melalui sertifikasi dan audit independen.

7. Produksi Lokal atau Regional

Beberapa merek sustainable fashion memilih untuk memproduksi secara lokal atau regional karena dapat meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan yang berasal dari transportasi dan juga sebagai bentuk dukungan ekonomi lokal.

8. Inovasi Teknologi

Sustainable fashion kerap memanfaatkan teknologi baru dan inovasi dalam desain, produksi, dan distribusi untuk meningkatkan keberlanjutan industri fesyen.

Baca juga  Apa Perbedaan Sustainable Marketing dan Green Marketing?

9. Kampanye Sosial dan Pendidikan

Merek-merek sustainable fashion memainkan peran dalam pendidikan dan kampanye sosial untuk meningkatkan kesadaran tentang isu-isu lingkungan dan sosial yang terkait dengan industri fashion.

10. Kualitas dan Tahan Lama

Pakaian sustainable fashion harus dibuat dengan kualitas tinggi untuk memastikan umur pakai yang lebih lama dan mengurangi kebutuhan akan pakaian baru.

Tren Sustainable Fashion pada Brand Lokal “Sejauh Mata Memandang

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh YouGov, mencatat bahwa sebanyak 66% masyarakat dewasa di Indonesia membuang setidaknya satu pakaian mereka dalam setahun. Sisanya, membuang lebih dari 10 pakaian mereka dalam setahun. Hal ini tentu saja menunjukkan bahwa permintaan dan cepatnya perubahan tren dalam industri fesyen menjadi penyebab tingginya sampah yang dihasilkan.

Akibatnya, produsen industri fesyen di Indonesia menjadi salah satu yang terbesar dalam menyumbang gas emisi dan polusi air setelah industri minyak. Bahkan, tercatat sekitar 1.000 pabrik garmen membuang berbagai bahan kimia beracun dari hasil produksinya ke Sungai Citarum.

Meskipun begitu, saat ini kesadaran akan pentingnya manajemen pengelolaan pakaian juga turut meningkat. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya kehadiran brand fesyen yang menerapkan konsep sustainable dalam bisnis mereka. Salah satunya adalah brand fesyen Sejauh Mata Memandang (SMM).

Diketahui, merek pakaian ini menerapkan konsep slow fashion dengan memakai material dasar berupa tekstil daur ulang dari limbah pra konsumsi yang kemudian diproses menjadi bahan baru. 

Adapun limbah ini nantinya diubah menjadi berbagai macam produk pakaian wanita, pria dan anak, hingga aksesori dan reusable mask. Bahkan, mereka berani menjamin bahwa pakaian yang diproduksi dapat dikubur dan akan terurai dengan alami jika sudah tidak terpakai lagi.

Baca juga  Sustainability Report: Pengertian, Komponen & Contohnya

Tidak hanya itu, SMM pun giat menyelenggarakan kampanye dan berbagai pameran secara berkala yang berkaitan dengan kerusakan iklim, sampah dan bagaimana sikap bijak yang tepat dalam berpakaian.

Penutup

Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat dikatakan bahwa sustainable fashion merupakan langkah baik untuk melindungi lingkungan, meningkatkan kesejahteraan sosial, mendorong inovasi hijau, mengurangi pemborosan dan pencemaran, serta menjadi konsep yang tepat bagi industri fesyen yang berkelanjutan.

Anda bisa mempelajari konsep mengenai sustainability lebih mendalam bersama program kekhususan eksekutif kolaborasi antara Unika Atma Jaya, universitas yang mengusung kajian sustainability komprehensif di Indonesia, dengan MarkPlus Institute, konsultan pemasaran pertama dan ternama di Indonesia, yaitu Program Master in Management Sustainability Marketing.

Program ini bertujuan untuk membentuk talenta organisasi yang mampu membangun strategi bisnis, memahami manajemen bisnis berkelanjutan dan menguasai strategi marketing yang aplikatif dan bisa membangun market competitiveness. Tunggu apalagi? Jadilah bagian dari Sustainability Marketing sekarang juga!

Untuk informasi lebih lanjut, klik tautan berikut ini Sustainability Marketing

Share with Your Friends!
Avatar for Atha Hira
SEO Writer

Leave a Comment