Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Nature Climate Change pada tahun 2018, menunjukkan bahwa industri pariwisata menyumbang sebanyak 8% dari emisi gas rumah kaca global. Hal ini merupakan angka presentasi yang sangat besar jika mempertimbangkan semua kemungkinan sumber emisi.

Oleh karena itu, dibutuhkan model pariwisata yang lebih berkelanjutan (sustainable tourism) untuk menanganinya, mengingat industri pariwisata merupakan salah satu industri besar yang memberikan banyak manfaat bagi masyarakat.

Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai konsep sustainable tourism, mulai dari definisi, tujuan hingga contoh penerapannya. Simak artikel ini hingga selesai!

Apa itu Sustainable Tourism?

Sustainable tourism (pariwisata berkelanjutan) merupakan pengembangan konsep berwisata yang bertujuan untuk meminimalkan dampak negatif, baik terhadap lingkungan, sosial, budaya, maupun ekonomi lokal.

Konsep ini mendorong pariwisata yang berkelanjutan dalam jangka panjang sehingga dapat mempertahankan daya tarik wisata sekaligus melindungi lingkungan alam dan mendukung kesejahteraan masyarakat.

Beberapa tanggung jawab utama dari sustainable tourism, antara lain:

  • Melindungi lingkungan, sumber daya alam, dan satwa liar.
  • Memberikan manfaat sosial ekonomi bagi masyarakat yang tinggal di daerah tujuan wisata.
  • Melestarikan warisan budaya dan menciptakan pengalaman wisata yang otentik.
  • Menyatukan wisatawan dan komunitas lokal untuk saling menguntungkan.
  • Menciptakan peluang wisata yang inklusif dan mudah diakses.

Apa Tujuan dari Sustainable Tourism?

Organisasi Pariwisata Dunia dan Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengemukakan tujuan utama pariwisata berkelanjutan pada tahun 2005. Tujuan-tujuan ini akan membantu menunjukkan bagaimana pariwisata berkelanjutan dapat memberikan solusi terhadap berbagai tantangan global yang dihadapi industri saat ini.

Baca juga  Mengenal Greenwashing, Strategi Marketing yang Menyesatkan

Berikut merupakan tujuan utama dari sustainable tourism:

  1. Kelayakan Ekonomi. Memastikan destinasi dan bisnis pariwisata dapat bertahan, kompetitif, dan mampu mencapai kesuksesan jangka panjang.
  1. Kesejahteraan Masyarakat Lokal. Memastikan kegiatan pariwisata dapat membantu masyarakat lokal berkembang secara ekonomi. Selain itu, sustainable tourism diharapkan dapat memastikan mereka tetap memiliki akses terhadap sumber daya dan tidak diremehkan atau dieksploitasi atas nama pariwisata.
  1. Kualitas Pekerjaan. Meningkatkan jumlah lapangan kerja dan memastikan bahwa gaji serta kondisi para pekerja diperlakukan secara adil, aman dan tanpa adanya diskriminasi.
  1. Keadilan Sosial. Memastikan industri pariwisata memberikan kebermanfaatan dalam bidang ekonomi dan sosial pada masyarakat lokal.
  1. Kualitas Pengalaman Liburan. Menciptakan pengalaman liburan yang aman dan memuaskan bagi wisatawan tanpa adanya diskriminasi berdasarkan ras, gender, seksualitas, disabilitas atau lainnya.
  1. Kontribusi Masyarakat Lokal. Memberdayakan masyarakat lokal agar memiliki peran dalam perencanaan serta pengambilan keputusan mengenai pariwisata di lingkungan mereka.
  1. Pemeliharaan Kekayaan Budaya. Menghormati nilai-nilai, norma, warisan budaya, tradisi, kepercayaan, keaslian dan keunikan setempat.
  1. Integritas Fisik. Menjaga semua lanskap, baik perkotaan maupun pedesaan, dan memastikan bahwa lanskap tersebut tidak terdegradasi secara fisik atau visual akibat pariwisata.
  1. Keanekaragaman Hayati. Melestarikan kawasan alami, satwa liar, dan habitat unik, serta melindunginya dan memastikan tidak ada kerusakan.
  1. Efisiensi Sumber Daya. Menggunakan sumber daya yang berkelanjutan dan terbarukan dalam pengembangan dan pengoperasian fasilitas dan layanan pariwisata.
  1. Kemurnian Lingkungan. Melindungi tanah, udara dan air dari pencemaran dan limbah lainnya yang mungkin timbul sebagai akibat dari usaha pariwisata atau pengunjung yang terlibat.
  1. Keseimbangan Antar Generasi. Menjaga keberlanjutan pariwisata untuk generasi mendatang sehingga destinasi tetap menarik dan dapat dinikmati oleh generasi yang akan datang.
Baca juga  4 Cara Efektif Membangun Innovative Team dalam Perusahaan

Contoh Sustainable Tourism

Penerapan prinsip-prinsip sustainable tourism dapat bervariasi tergantung pada kebutuhan dan karakteristik unik dari setiap destinasi wisata. Berikut ini contoh-contoh penerapannya di beberapa destinasi dan proyek pariwisata di Indonesia.

Taman Nasional Baluran, Jawa Timur

Taman nasional ini merupakan tempat wisata berwawasan lingkungan yang mengutamakan konservasi alam sebagai pendukung pelestarian satwa dan lingkungan sekaligus kesejahteraan masyarakat setempat.

Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur

Pulau Sumba merupakan salah satu contoh nyata dan sukses dari pariwisata berkelanjutan. Beberapa hotel dan resort di pulau ini berfokus pada ekowisata, yaitu menjaga budaya Sumba yang khas dan melibatkan komunitas lokal dalam pengelolaan pariwisata.

Pulau Bali

Meskipun Bali telah kerap mengalami masalah over-tourism, beberapa inisiatif telah diambil untuk menjaga keberlanjutan pariwisata. Banyak resor dan bisnis di Bali telah beralih ke energi terbarukan. Selain itu, mereka juga memperkenalkan program pengelolaan sampah yang lebih baik dan mendukung kegiatan ekowisata.

Kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur

Taman nasional ini menerapkan peraturan yang cukup ketat untuk melindungi komodo dan habitatnya dengan mengatur jumlah pengunjung dan mengenakan biaya masuk yang relatif tinggi demi mendukung konservasi.

Pulau Gili, Lombok

Pulau Gili telah mengadopsi larangan penggunaan plastik sekali pakai, seperti kantong plastik dan botol air. Inisiatif ini bertujuan untuk menjaga kebersihan dan keindahan perairan di sekitar pulau ini.

Raja Ampat, Papua

Raja Ampat di Papua dikenal sebagai salah satu destinasi selam terbaik di dunia. Berbagai upaya konservasi telah diambil untuk melindungi terumbu karang dan berbagai keindahan lautnya. Di sini, pengunjung diberi edukasi tentang pentingnya melindungi lingkungan laut selama kunjungan mereka.

Penutup

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa sustainable tourism berusaha untuk menciptakan antara kepentingan ekonomi, sosial dan lingkungan. Hal ini penting dilakukan agar keberlangsungan industri pariwisata dapat dilakukan dalam jangka panjang, tanpa merusak sumber daya alam maupun budaya yang ada.

Baca juga  Apa itu SaaS: Pengertian, Keuntungan & Contohnya

Apabila Anda memiliki atau bekerja di perusahaan pariwisata, Anda bisa mempelajari praktik sustainable tourism (pariwisata berkelanjutan) yang tepat bersama program kekhususan eksekutif kolaborasi antara Unika Atma Jaya, universitas yang mengusung kajian sustainability komprehensif di Indonesia, dengan MarkPlus Institute, konsultan pemasaran pertama dan ternama di Indonesia, yaitu Program Master in Management Sustainability Marketing.

Program ini bertujuan untuk membentuk talenta organisasi yang mampu membangun strategi bisnis, memahami manajemen bisnis berkelanjutan dan menguasai strategi marketing yang aplikatif dan bisa membangun market competitiveness. Tunggu apalagi? Jadilah bagian dari Sustainability Marketing sekarang juga!

Untuk informasi lebih lanjut, klik tautan berikut ini Sustainability Marketing.

Share with Your Friends!
Avatar for Atha Hira
SEO Writer

Leave a Comment