Big Data Adalah: Definisi, Manfaat, dan Contoh Penggunaan

By

Iman Fadhilah

| Published

Ketahui selengkapnya tentang pengertian big data, elemen, dan contoh kegunaannya di artikel ini!
Pengertian Big Data Selengkapnya di Artikel Ini, Simak Yuk!

Dalam mengambil keputusan dan menentukan pilihan, sebuah perusahaan harus berkaca pada informasi dari data yang dimiliki oleh sebuah perusahaan.

Disini, fungsi big data adalah sebagai rekam jejak dan fakta tertulis dalam pengambilan keputusan sebuah perusahaan. Namun, tahukah Anda apa itu big data sebenarnya?

Di kesempatan kali ini, kami akan membahas apa itu big data mulai dari konsep, manfaat, hingga contoh penerapannya dari sisi bisnis dan perusahaan, mari simak!

Pengertian Big Data

Big data adalah kombinasi data terstruktur, semi-terstruktur, dan tak terstruktur dalam volume besar yang dikumpulkan oleh organisasi atau perusahaan.
Ilustrasi Big Data di dalam Supercomputer

Istilah big data merupakan kombinasi dari dua kosakata, yaitu big dan data. Untuk mengetahui sepenuhnya tentang big data, pertama Anda perlu memahami apa itu data.

Pengertian data menurut Suharsimi Arikunto, data merupakan serangkaian fakta dan juga angka yang bisa digunakan sebagai salah satu bahan untuk menyusun suatu informasi.

Mengutip Laman Tech Target, pengertian big data adalah kombinasi data terstruktur, semi-terstruktur, dan tak terstruktur dalam volume besar yang dikumpulkan oleh organisasi atau perusahaan.

Data yang dihasilkan dari big data dapat diolah menjadi informasi serta digunakan dalam proyek pembelajaran mesin, pemodelan prediktif, dan aplikasi analitik canggih lainnya.

Selain itu, big data adalah evolusi dari sistem database konvensional. 

Sehingga, pemanfaatan database sangat krusial dalam pengelolaan, penyimpanan, dan pengelolaan informasi secara terstruktur dan terorganisir.

Database ini juga mampu mengakomodasi berbagai jenis data dan memudahkan pengolahan data.

The Three V’s of Big Data

Elemen dalam big data terbagi menjadi tiga bagian, yaitu volume, velocity, dan variety.
Ilustrasi 3V’s of Big Data

Elemen dalam big data terbagi menjadi tiga bagian, yaitu volume, velocity, dan variety atau yang seringkali disebut sebagai “The Three V’s of Big Data”.

Berikut adalah penjelasan lebih lanjut dari The Three V’s of Big Data:

Volume

Volume dalam big data adalah jumlah data yang yang bisa diproses.

Dengan big data, Anda harus memproses data dengan jumlah yang bervolume tinggi, kerapatan rendah, dan tidak terstruktur.

Misalnya, contoh data yang harus diolah adalah data postingan media sosial, clickstream, dan data lainnya yang berasal dari aplikasi web atau handphone.

Data tersebut mungkin bisa mencapai ratusan atau bahkan ribuan gigabyte data. Jadi itulah mengapa big data disebut sebagai data yang memiliki volume besar.

Baca juga  AI Marketing: Definisi, Cara Kerja & Contoh Penerapannya

Velocity

Velocity atau kecepatan dalam big data adalah laju cepatnya data yang akan diterima dan nantinya diproses.

Data dengan kecepatan tinggi akan masuk langsung ke dalam memory atau RAM.

Bahkan beberapa produk pintar yang terhubung ke internet dapat menghandle big data dalam waktu real-time.

Variety

Variety atau keragaman mengacu pada jenis data yang tersedia. 

Data ini dapat berupa data terstruktur dan semi-terstruktur, seperti teks, audio, dan video, yang memerlukan pengolahan tambahan untuk mengekstrak hasil dan mendukung metadata.

Manfaat Big Data

Manfaat utama big data adalah untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan.
Jenis Data yang Dimiliki oleh Big Data Bermanfaat Bagi Perusahaan Secara Keseluruhan

Manfaat big data dalam perusahaan sangat beragam. Dengan menganalisis dan memahami data yang dihasilkan oleh bisnis mereka, perusahaan dapat:

  1. Peningkatan Kualitas Pengambilan Keputusan

Big data adalah satu hal yang memungkinkan perusahaan untuk membuat keputusan yang lebih tepat dan berdasarkan fakta, bukan hanya intuisi. 

Dengan begitu, hal ini dapat membantu meningkatkan efisiensi operasional dan produktivitas.

Contohnya dalam perusahaan media sosial dan e-commerce, dengan melibatkan data pembelian sebelumnya, preferensi produk, dan interaksi online, perusahaan dapat membuat rekomendasi produk yang lebih akurat kepada pelanggan. 

Keputusan tersebut jadi tidak hanya didasarkan pada intuisi, tetapi pada data yang konkret.

  1. Pengenalan Pola dan Tren

Analisis big data dapat membantu perusahaan mengidentifikasi pola dan tren yang mungkin tidak terlihat dengan cara lain. 

Cara ini dapat digunakan untuk meramalkan permintaan pelanggan, tren pasar, dan kebutuhan bisnis di masa depan.

Misalnya, sebuah perusahaan manufaktur menggunakan analisis big data untuk melacak efisiensi produksi dan mengidentifikasi pola dalam proses manufaktur. 

Dengan menganalisis data produksi selama beberapa bulan, perusahaan dapat mengidentifikasi tren dalam waktu produksi.

Hal tersebut memungkinkan mereka untuk merencanakan produksi dengan lebih baik dan mengurangi waktu idle mesin.

  1. Pengoptimalan Proses Bisnis

Dengan pemahaman yang lebih baik tentang data operasional mereka, perusahaan dapat mengoptimalkan proses bisnis mereka. 

Contoh dari pengoptimalan proses bisnis ini ada dalam perusahaan logistik.

Mereka mengintegrasikan big data untuk mengoptimalkan rute pengiriman dan manajemen rantai pasok. 

Dengan memanfaatkan data lalu lintas, cuaca, dan inventaris, perusahaan dapat menghindari kemacetan, mempercepat pengiriman, dan mengurangi biaya operasional secara signifikan.

  1. Pelayanan Pelanggan yang Lebih Baik

Dengan analisis big data, perusahaan dapat lebih baik memahami preferensi pelanggan dan merespons secara lebih personal, meningkatkan kepuasan pelanggan.

Misalnya dalam perusahaan telekomunikasi yang menggunakan analisis big data untuk memahami kebiasaan pengguna dan tingkat kepuasan pelanggan. 

Baca juga  Strategi Marketing dalam Persaingan Mie Instan

Dengan memantau data penggunaan layanan, tingkat kepuasan pelanggan, dan umpan balik, perusahaan dapat menyusun strategi pelayanan pelanggan yang lebih baik, menawarkan paket yang lebih sesuai, dan meningkatkan interaksi personal dengan pelanggan.

  1. Keamanan Data

Big data juga dapat digunakan untuk mendeteksi ancaman keamanan data dan tindakan penipuan lebih efektif, melindungi perusahaan dari potensi kerugian.

Cara ini biasa dilakukan oleh institusi keuangan menggunakan big data untuk deteksi dini terhadap aktivitas penipuan. 

Dengan memonitor pola pengeluaran dan transaksi keuangan, serta menganalisis perilaku pengguna, perusahaan dapat mengidentifikasi potensi kegiatan penipuan atau akses yang tidak sah, melindungi keamanan keuangan pelanggan.

Contoh Kegunaan Big Data Dalam Perusahaan

Big data bermanfaat untuk berbagai industri seperti e-commerce, media sosial, pemerintah, kesehatan, manufaktur, transportasi, dan lainnya.
Big Data Dapat Digunakan Sebagai Benchmark Statistik Untuk Pengambilan Keputusan di Perusahaan

Berikut adalah beberapa contoh kegunaan big data dalam perusahaan berdasarkan masing-masing industri:

  1. E- Commerce 

Big data adalah salah satu strategi yang digunakan oleh perusahaan e-commerce dan sudah diterapkan oleh beberapa e-commerce besar di dunia, seperti Amazon yang menemukan gudang terdekat dari pelanggan guna mengurangi biaya pengiriman secara keseluruhan.

Selain itu, Amazon juga menggunakan big data untuk menganalisis perilaku konsumen dan memberikan rekomendasi produk yang sesuai.

Hal tersebut dapat memberikan peningkatan kualitas belanja para konsumen, meningkatkan efektifitas strategi pemasaran, dan mendorong efisiensi biaya.

  1. Media Sosial

Dalam media sosial, pemanfaatan big data adalah dari sisi personalisasi konten dan iklan yang muncul di laman pengguna.

Anda dapat menjumpai personalisasi konten di berbagai platform media sosial, seperti Instagram, Twitter, Facebook, dan media sosial lainnya.

Hampir serupa dengan personalisasi konten di e-commerce, media sosial akan menganalisis perilaku pengguna dan dikumpulkan jadi sebuah big data.

Selain itu, penggunaan big data di media sosial juga dapat digunakan sebagai keamanan atau cyber security, yaitu sebuah database yang berisi semua data pengguna media sosial.

  1. Manufaktur

Data dari sensor di peralatan manufaktur dapat digunakan untuk memantau kinerja peralatan dan merencanakan perawatan preventif, mengurangi waktu henti produksi dan biaya perbaikan.

Pemanfaatan lainnya dari big data adalah untuk mengoptimalkan rantai pasokan, memperbaiki pengiriman dan mengurangi biaya logistik.

Dengan menganalisis data dari uji coba produk dan umpan balik pelanggan, perusahaan dapat mengidentifikasi cara untuk meningkatkan kualitas produk dan mengurangi cacat.

Contoh perusahaan manufaktur yang menggunakan big data adalah Pertamina Tbk dan Chevron

  1. Kesehatan
Baca juga  5 Contoh Brand Management yang Sukses dan Inspiratif

Big data digunakan untuk menganalisis rekam medis pasien dan memprediksi penyebaran penyakit.

Dengan ini, para rumah sakit ataupun pelayan kesehatan dapat bekerja sama dengan pemerintah untuk menghentikan penyebaran penyakit secara lebih efektif.

Dikutip dari sebuah artikel di Linkedin, beberapa contoh perusahaan di bidang kesehatan yang memanfaatkan big data adalah Metropolitan Medical Center (MMC), Primaya Hospital Group, dan Siloam Group.

  1. Perbankan dan Keuangan

Institusi keuangan menggunakan big data untuk menganalisis risiko kredit, mendeteksi penipuan, dan mengelola portofolio investasi.

Hal ini dapat meningkatkan kenyamanan pengguna sekaligus membangun kepercayaan bagi konsumen.

Menurut Eastern Peak, salah satu institusi keuangan yang menggunakan teknologi big data adalah American Express. 

  1. Logistik

Dikutip dari laman Thread in Motion, perusahaan transportasi di luar negeri yaitu DHL menggunakan big data untuk mengoptimalkan rute pengiriman, meningkatkan efisiensi bahan bakar, dan mengelola lalu lintas.

Bahkan, DHL menggunakan data dari rekap pengiriman ke berbagai daerah yang digabungkan dengan data iklim dan cuaca untuk memprediksi potensi keterlambatan pengiriman dan mengambil langkah mitigasi yang tepat untuk mengatasi hal tersebut.

Jadi, inilah beberapa contoh kegunaan big data dalam perusahaan. Penerapan big data juga bervariasi tergantung pada industri dan tujuan bisnis masing-masing perusahaan

Pelajari Pengambilan Keputusan yang Efektif dengan Pelatihan Eksekutif di MarkPlus Institute

Mengikuti pelatihan eksekutif adalah cara untuk memiliki skill pengambilan keputusan yang lebih bijak dan lebih efektif.
Ilustrasi Pembelajaran Pengambilan Keputusan di Pelatihan Eksekutif

Berdasarkan penjabaran di atas, pembelajaran seputar big data sangat erat kaitannya dengan pengambilan keputusan yang bijak dan terstruktur.

Seperti yang kita tahu, pengambilan keputusan yang baik perlu didasarkan pada data dan fakta yang diperoleh dari rekam jejak perusahaan selama periode tertentu.

Pengambilan keputusan juga jadi hal yang penting bagi pelaku usaha karena akan menentukan nasib suatu perusahaan kedepannya.

Dengan begitu, pelatihan eksekutif “Executive Education Program” adalah salah satu cara terbaik untuk mempelajari pengambilan keputusan yang bijak.

Mengikuti Executive Education Program jadi langkah yang baik untuk membantu para pelaku bisnis dan para eksekutif untuk menghadapi tantangan di dunia bisnis yang dinamis ini.

Jadi, jika Anda tertarik dengan program Executive Education Program, silahkan cek artikel selengkapnya di link berikut ini.

Selain itu, jika Anda tertarik untuk membaca artikel seputar marketing, manajemen, dan leadership lainnya silahkan klik link berikut untuk menuju halaman Content Hub kami.

Ayo, #PerluasKapasitas bersama MarkPlus Institute!

Share with Your Friends!

Leave a Comment