Apa yang terlintas di pikiran Anda ketika mendengar produk iPhone? Selain dianggap sebagai barang mahal dan mewah, brand image (citra merek) dari iPhone juga sering dipersepsikan sebagai smartphone yang memiliki berbagai fitur eksklusif, seperti hasil kamera yang jernih, dapat memantau kesehatan baterai (battery health), performa yang bagus, dan lain sebagainya.

Pandangan tersebut nyatanya tidak terbentuk secara tiba-tiba, melainkan dibangun secara sengaja berdasarkan identitas dan keunikan dari iPhone itu sendiri. Lantas, apa saja manfaat yang didapatkan dari Apple sebagai perusahaan yang memproduksi iPhone atas brand image tersebut?

Simak penjelasannya di bawah ini, ya!

Apa itu Brand Image?

Brand Image (citra merek) merupakan interpretasi konsumen terhadap perusahaan, termasuk produk maupun layanan yang ditawarkan. Interpretasi ini hadir karena adanya interaksi antara brand dan konsumen atau dengan kata lain terbentuk berdasarkan pengalaman (experience) konsumen.

Misalnya, ketika konsumen membeli produk dari suatu perusahaan, maka apa yang mereka dapatkan dari perusahaan tersebut mampu membentuk citra atau image di pikiran mereka, entah itu baik maupun buruk, semuanya tergantung bagaimana cara perusahaan meresponnya. Penilaian ini biasanya tidak hanya sebatas transaksi saja, melainkan juga kenyamanan toko, pelayanan, kualitas produk, branding offline maupun digital, dan lain sebagainya.

Secara ringkas, berikut ini merupakan definisi brand image menurut beberapa ahli yang bisa membantu Anda memahami makna dari brand image.

Aaker dan Biel (1993)

Menurut Aaker dan Biel, brand image adalah penilaian konsumen terhadap suatu brand dalam sebuah pasar. Penilaian ini bisa muncul baik berdasarkan pengalaman pribadi ataupun berdasarkan reputasi yang disampaikan oleh orang lain dan media.

Keller (2000)

Keller berpendapat brand image adalah persepsi konsumen terhadap merek atau produk yang akan digunakan atau dipakai. Citra ini melibatkan beberapa aspek, yaitu merek mudah diingat, mudah dikenal, serta mempunyai reputasi baik.

Schiffman dan Kanuk (2007)

Schiffman dan Kanuk menjabarkan citra merek sebagai kumpulan asosiasi tentang suatu merek yang tersimpan dalam benak atau ingatan konsumen. Hal tersebut dapat terbentuk akibat beberapa faktor, yaitu kualitas produk, karakter merek yang dapat diandalkan, kegunaan atau manfaat, harga, serta branding yang dibangun oleh merek itu sendiri.

Apa saja Indikator yang Membentuk Brand Image?

Beberapa komponen yang menentukan indikator brand image, sebagai berikut:

1. Rekognisi (Pengakuan)

Hal ini mengacu pada seberapa mudah seseorang atau calon pelanggan mengenali brand perusahaan, baik melalui simbol atau aset visual. Perusahaan perlu membentuk identitas diri agar mendapatkan image yang diinginkan.

Baca juga  8 Teknik Six Sigma, Solusi Kreatif & Inovatif Peningkatan Kualitas Bisnis

Misalnya, brand Anda ingin diakui sebagai brand yang mewah, maka yang perlu dilakukan adalah membuat elemen pengakuan tersebut melalui identitas diri, seperti membuat logo perusahaan yang elegan, design yang minimalis, bekerja sama dengan para influencer kelas atas, dan lain sebagainya.

Dengan begitu, citra yang diharapkan perusahaan akan terbangun secara pelan-pelan di pikiran konsumen. Tanpa adanya recognition yang kuat, maka brand image pun tidak akan pernah ada.

2. Reputasi

Perusahaan dapat mengukur reputasi brand atau perusahaan melalui berbagai cara, contohnya adalah riset opini publik melalui survey dan menganalisis pemberitaan di media mengenai brand tersebut.

3. Kultur

Indikator selanjutnya berkaitan dengan nilai, norma dan kebiasaan pegawai serta stakeholder perusahaan. Maksudnya, budaya (kultur) perusahaan berperan besar dalam menentukan reputasi perusahaan di masyarakat.

Apabila perusahaan menanamkan nilai-nilai yang baik, seperti gotong royong, peduli sosial masyarakat, sustainability, maka output atau penilaian masyarakat terhadap perusahaan tersebut pun semakin baik.

4. Kualitas

Kualitas produk atau layanan yang ditawarkan oleh perusahaan juga menjadi indikator penting dalam membangun brand image. Kualitas yang baik akan menghasilkan citra yang baik pula. Oleh karena itu, apabila 3 indikator sebelumnya sudah terpenuhi namun kualitas produk masih pada tingkatan kurang baik, maka kemungkinan besar perusahaan akan sulit bertahan untuk jangka waktu yang lama.

5. Pengalaman Pelanggan

Budaya perusahaan sudah sangat baik, kualitas produk pun sama baiknya namun brand image perusahaan masih sulit untuk dibangun? 

Ini artinya terdapat satu hal lain yang menghambat pembentukan brand image yang positif, yaitu customer service dan karyawan perusahaan memiliki sikap atau pelayanan yang tidak ramah (minus) pada konsumen. 

Hal ini tentu saja akan merusak brand image yang selama ini sulit untuk dibangun. Oleh karena itu, penting sekali untuk perusahaan memperhatikan kualitas layanannya kepada pelanggan agar mereka pun menunjukkan loyalitasnya terhadap produk perusahaan.

Manfaat Brand Image bagi Perusahaan

Manfaat Brand Image
Manfaat Brand Image

Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat dikatakan bahwa brand image memiliki sejumlah manfaat yang signifikan bagi perusahaan dan bisnis. Berikut adalah beberapa manfaat utama dari memiliki citra merek yang positif:

  • Meningkatkan Kesadaran Merek 

Brand image yang kuat dan positif membantu meningkatkan kesadaran merek di antara audiens target. Audiens lebih mungkin mengenali dan mengingat merek perusahaan dalam berbagai konteks.

  • Meningkatkan Loyalitas Pelanggan

Brand image yang positif dapat membangun loyalitas pelanggan yang kuat sehingga pelanggan cenderung tetap setia terhadap merek yang mereka kenal dan percayai.

  • Diferensiasi dari Pesaing

Brand image yang unik dan positif membantu membedakan perusahaan dari pesaing dalam pasar yang kompetitif. Hal ini tentu akan menarik perhatian dan minat konsumen.

  • Kepercayaan dan Reputasi
Baca juga  Memahami Gaya Hidup Zero Waste dan Segudang Manfaatnya

Brand image yang baik membangun kepercayaan di antara pelanggan. Kepercayaan ini dapat mempengaruhi keputusan pelanggan untuk bertransaksi dan memungkinkan terbentuknya reputasi yang positif bagi perusahaan.

  • Harga Premium

Merek dengan citra yang kuat sering kali dapat membebankan harga premium atas produk atau layanan mereka. Konsumen yang memiliki persepsi positif terhadap merek bersedia membayar lebih untuk kualitas dan pengalaman yang dianggap lebih baik.

  • Pertumbuhan Bisnis

Brand image yang positif dapat membantu pertumbuhan bisnis, baik melalui peningkatan penjualan, perluasan pasar atau peluang kerjasama yang lebih baik.

  • Pengaruh Lebih Besar dalam Industri

Merek dengan citra yang kuat kerap dianggap sebagai pemimpin dalam industri mereka. Hal ini dapat memberikan pengaruh yang lebih besar dalam pengembangan tren dan pengambilan keputusan industri.

  • Daya Tarik untuk Karyawan

Merek dengan citra yang positif dapat menarik bakat terbaik (karyawan) dalam industri dan membantu membangun tim yang bersemangat dan produktif.

  • Fleksibilitas dalam Perluasan Produk

Merek yang memiliki citra yang positif dapat lebih mudah memperluas jangkauan produk atau layanan mereka karena konsumen cenderung membawa persepsi positif mereka dari produk yang sudah ada.

  • Tahan Terhadap Krisis

Merek dengan citra yang kuat memiliki lebih banyak daya tahan terhadap krisis atau masalah yang mungkin muncul. Pelanggan lebih mungkin memberikan manfaat keraguan dalam situasi-situasi sulit.

Contoh Brand Image pada Produk dan Perusahaan

Apple

Sebagai perusahaan digital-teknologi terkemuka, Apple sering menjadi pembahasan banyak orang. Berbagai kalangan membicarakan produk mereka, terlebih saat perusahan besutan Steve Job ini mengeluarkan produk baru. Berikut ini poin-poin yang menjadi brand image dari perusahaan Apple:

  • Inovasi dan Desain Ikonik: Apple dikenal karena inovasi produknya yang revolusioner dengan desain yang elegan. Mereka sering menciptakan tren baru dalam desain produk teknologi sehingga kerap diikuti oleh brand teknologi lainnya
  • Keunggulan Teknologi: Brand image Apple dikaitkan dengan teknologi canggih dan produk-produk berkualitas tinggi. 
  • Sederhana dan Elegan: Apple memiliki pendekatan desain yang sederhana dan elegan dengan tampilan yang bersih dan intuitif. Hal ini mencerminkan filosofi “less is more”.
  • Eksklusivitas dan Kecanggihan: Produk Apple sering kali dianggap sebagai produk eksklusif dan mewah. Merek ini menarik segmen pasar yang mencari produk yang terlihat mewah dan unik.
  • Loyalitas Pelanggan yang Kuat: Pelanggan Apple cenderung sangat setia terhadap merek, seringkali karena pengalaman positif dan konsistensi kualitas produk.
  • Kreativitas dan Keterlibatan: Merek Apple juga dikenal karena mendorong kreativitas dan ekosistem yang melibatkan pengembang dan pengguna dalam menciptakan konten dan aplikasi.
  • Komitmen terhadap Keberlanjutan: Apple telah menekankan komitmen mereka terhadap keberlanjutan, yang mempengaruhi citra merek mereka sebagai perusahaan yang peduli terhadap lingkungan dan masalah sosial.

Dengan brand image yang kuat seperti ini, Apple telah berhasil membangun komunitas penggemar yang besar dan menjadikan produk mereka menjadi bagian penting dalam budaya populer dan industri teknologi.

Baca juga  Brand Loyalty: Definisi, Fungsi & Cara Membangunnya

Starbucks

Brand image Starbucks adalah salah satu yang paling terkenal dan diakui di seluruh dunia dalam industri kopi dan ritel. Beberapa atribut yang mencirikan brand image Starbucks antara lain:

  • Kenyamanan Toko: Starbucks dikenal sebagai “tempat nongkrong atau tempat “wfc (work from cafe) yang nyaman dan hangat. Mereka menciptakan lingkungan di mana pelanggan dapat bersantai, bekerja, atau berkumpul bersama dengan orang-orang terdekat.
  • Kualitas Kopi yang Baik: Brand image Starbucks berkaitan erat dengan kualitas biji kopi yang tinggi dan metode pemanggangan yang unik. Merek ini menekankan rasa kopi yang konsisten dan autentik.
  • Komitmen terhadap Keberlanjutan: Starbucks telah mengambil langkah-langkah untuk mengurangi dampak lingkungan dan mendukung komunitas petani kopi. Hal ini mencerminkan brand image yang peduli terhadap masalah keberlanjutan.
  • Pendekatan Global dengan Sentuhan Lokal: Meskipun toko kopi ini berskala internasional, namun Starbucks kerap berusaha untuk menggabungkan elemen lokal dalam desain toko dan dalam koleksi minumannya
  • Kepercayaan dan Etika: Merek ini sering menekankan komitmen etika, termasuk sumber kopi yang berkelanjutan dan kemitraan yang adil dengan petani.
  • Desain Visual yang Ikonik: Logo hijau dan nama Starbucks menjadi ikon yang dikenali secara global, membuat merek ini mudah diidentifikasi.
  • Pusat Inovasi: Starbucks sering kali dianggap sebagai pusat inovasi dalam pengembangan minuman baru dan pengalaman konsumen yang unik.

Dengan brand image yang begitu kuat, Starbucks  berhasil menciptakan budaya kopi global dan menjadi lebih dari sekadar tempat untuk mendapatkan minuman kopi, namun juga lingkungan dan pengalaman yang mengundang dan membawa pelanggan kembali datang lagi dan lagi.

Penutup

Dengan demikian, brand image menjadi penilaian yang wajib dibentuk oleh perusahan agar pengaruh dan manfaatnya dapat mempertahankan keberlangsungan bisnis. Sebab, ketika konsumen membeli suatu produk, terkadang mereka tidak membeli karena produknya namun karena terpengaruh oleh brand image yang positif sehingga mereka ingin merasakan makna yang ditawarkan dari produk tersebut.

Pelajari lebih lanjut tentang strategi membangun brand image untuk diimplementasikan pada perusahaan/bisnis Anda bersama program Executive MBA in Strategic Marketing SBM ITB bersama Markplus Institute.

Program ini merupakan pascasarjana pertama dan satu-satunya dalam bidang pemasaran strategis di Indonesia yang dirancang untuk memberikan Anda pemahaman tentang bagaimana strategi pemasaran harus dirumuskan dalam lanskap Indonesia dan ASEAN, termasuk strategi membangun brand image.

Sebagian besar mata pelajaran dibuat untuk memberikan sudut pandang yang lebih kontekstual sesuai dengan apa yang terjadi di Indonesia saat ini dan di masa mendatang sehingga cocok untuk Anda yang telah memiliki pengalaman kerja berkualitas tinggi dan ingin menambah pengetahuan tentang strategic marketing.

Tunggu apalagi? Pantau informasi pendaftarannya di sini.

Share with Your Friends!
Avatar for Atha Hira
SEO Writer

Leave a Comment