Faktanya, faktor utama keberhasilan sebuah bisnis tidak hanya terletak pada pengembangan kemampuan (skills) setiap individu dalam perusahaan. Melainkan, perlu adanya habit kerja sama dalam tim untuk merumuskan dan menentukan keputusan atau kebijakan. Seni pemecahan masalah ini disebut sebagai Collaborative Problem Solving (CPS).

Istilah ini merujuk pada kerja sama seluruh anggota dengan kemampuan di bidangnya masing-masing, berusaha untuk menemukan cara yang paling efektif dan efisien demi kesuksesan bisnis. Proses ini memang terlihat rumit dan melelahkan, namun apabila menerapkannya dengan benar, perusahaan akan lebih mungkin menemukan solusi cerdas dan kreatif untuk membantu kemajuan tim dalam mencapai tujuan.

Artikel ini akan menjelaskan lebih mendalam mengenai konsep Collaborative Problem Solving (CPS), mulai dari definisi, manfaat, serta cara membangun dan mengembangkannya. Simak penjelasannya hingga selesai, ya!

Apa itu Collaborative Problem Solving?

Collaborative Problem Solving (dalam Bahasa Indonesia, pemecahan masalah kolaboratif) adalah kemampuan menyelesaikan masalah dengan cara bekerja sama sebagai sebuah tim. Kerja sama ini melibatkan setiap individu untuk membagikan berbagai sudut pandang (perspektif) berdasarkan latar belakang, pengalaman dan pengetahuan masing-masing.

Meskipun banyak yang beranggapan bahwa sebuah masalah dalam perusahaan dapat diselesaikan secara individu, namun CPS kerap memberikan penyelesaian terbaik dan solutif, sekaligus mengembangkan pemikiran kreatif dan inovatif dalam tim.

Manfaat Collaborative Problem Solving bagi Bisnis

Collaborative problem solving memiliki sejumlah manfaat yang signifikan bagi bisnis, terutama dalam mengatasi tantangan atau masalah yang kompleks dan meningkatkan kinerja secara keseluruhan pada perusahaan.

Baca juga  5 Metode Consumer Research (Riset Konsumen) yang Paling Efektif dan Efisien

1. Solusi Lebih Kreatif dan Efektif

Dengan melibatkan berbagai perspektif dan keahlian dari tiap anggota tim, perusahaan dapat menghasilkan solusi yang lebih kreatif dan efektif untuk masalah yang kompleks.

2. Pengambilan Keputusan yang Lebih Baik

Dengan berkolaborasi, perusahaan dapat terhindar dari pemikiran yang terlalu sempit dan bias, sehingga keputusan yang dibuat menjadi lebih baik dan terarah.

3. Meningkatkan Efisiensi Operasional

Collaborative problem solving membantu perusahaan untuk mengidentifikasi dan mengatasi berbagai hambatan operasional yang tidak efisien, sehingga perusahaan dapat meningkatkan produktivitas dan mengurangi biaya yang tidak diperlukan.

4. Mengembangkan Kemampuan Karyawan

Proses collaborative problem solving dapat membantu karyawan mengembangkan keterampilan interpersonal, komunikasi, dan pemecahan masalah.

5. Meningkatkan Respon Terhadap Perubahan

Collaborative problem solving memungkinkan perusahaan lebih cepat tanggap dan mudah beradaptasi dengan berbagai perubahan lingkungan bisnis, pasar, teknologi yang sangat dinamis.

Cara Menerapkan Collaborative Problem Solving

Cara Menerapkan Collaborative Problem Solving
Cara Menerapkan Collaborative Problem Solving

Berikut ini akan dijelaskan lima tips yang dapat membangun teknik collaborative problem solving pada perusahaan untuk menghasilkan solusi yang efektif dan efisien.

1. Membawa Sikap yang Tepat

Pendekatan collaborative problem solving dimulai dengan menekankan pentingnya membawa sikap yang tepat saat berkolaborasi untuk memecahkan masalah. Bekerja sama berarti menuangkan berbagai ide dan menemukan cara yang berguna untuk menjalin hubungan, alih-alih memperlakukan masalah tersebut sebagai sebuah kompetisi bagi tiap individu.

Beberapa contoh sikap yang tepat dalam collaborative problem solving, antara lain:

1. Terbuka terhadap Berbagai Ide

Anggota tim harus bersedia menerima dan menjalankan berbagai ide dari rekan tim mereka tanpa mengkritik atau menolak dengan alasan yang tidak rasional. Sikap terbuka ini membantu mendorong kreativitas dan kerja sama yang lebih baik.

2. Menerima Masukan dan Kritik yang Membangun

Dalam proses kolaborasi, setiap anggota tim pasti akan memberikan berbagai masukan atau kritik terhadap ide atau solusi yang diajukan. Penting untuk memiliki sikap menerima kritik ini (tidak anti-kritik) dan melihatnya sebagai peluang untuk meningkatkan solusi, bukan sebagai serangan pribadi.

Baca juga  Menciptakan Value Bagi Konsumen

3. Empati

Kemampuan untuk memahami dan merasakan perasaan dan pandangan orang lain sangat penting dalam berkolaborasi. Hal ini membantu tiap anggota dalam membangun hubungan yang kuat dan memastikan bahwa mereka merasa didengar dan dihargai.

4. Optimisme

Sikap yang positif dan optimis dapat menginspirasi tim dan meningkatkan semangat untuk mencari solusi. Meskipun sikap realistis merupakan hal yang penting, namun memiliki sikap yang optimis juga dapat membantu mengatasi hambatan dengan lebih baik.

2. Beri Kesempatan Setiap Individu untuk Mengembangkan Idenya Sendiri

Sebelum mengikuti teknik collaborative problem solving, penting sekali untuk memberikan ruang pada setiap individu untuk mengembangkan idenya sendiri, sebab terlalu banyak diskusi selama proses CPS juga bisa menghambat kreativitas, bahkan membuat anggota tim enggan mengikuti alur pemikirannya sendiri.

Meskipun berkolaboratif dalam merumuskan masalah sangatlah beneficial, namun kemampuan setiap individu untuk mengatasi masalah secara independen juga tidak kalah penting. Ketika individu mampu merumuskan pemikiran dan solusi secara mandiri, mereka dapat memberikan kontribusi yang lebih berharga dan bervariasi saat berkolaborasi dengan anggota lainnya. Pemikiran individu yang baik akan memperkaya diskusi pada proses CPS.

Jadi, keseimbangan antara pemecahan masalah individu dan collaborative problem solving adalah kunci untuk mengatasi masalah dengan baik dalam berbagai konteks.

3. Bagi Menjadi Kelompok-kelompok Kecil

Membagi seluruh anggota tim menjadi kelompok-kelompok kecil akan menghasilkan aktivitas pemecahan masalah yang lebih efektif dan terkendali, sehingga mereka bisa menyelesaikan masalah yang lebih sistematis.

Selain itu, kelompok kecil ini juga lebih fokus menghasilkan teori dan jawaban potensial yang lebih luas untuk kemudian dievaluasi dan diterapkan di kelompok yang lebih besar.

4. Ciptakan Ruang untuk Menyuarakan Berbagai Inovasi

Collaborative problem solving akan memberikan hasil yang terbaik ketika pemimpin tim memberikan ruang yang fleksibel dan membiarkan tiap anggota menyuarakan ide-ide mereka. Pemimpin juga diharapkan dapat menciptakan lingkungan dan suasana yang nyaman, sehingga mereka berani mengungkapkan ketidaksetujuan dan merumuskan solusi terbaiknya.

Baca juga  6 Langkah Agile Marketing, Solusi Efisiensi Kerja Tim Pemasaran

Dengan kepemimpinan yang suportif, pertukaran ide secara terbuka pada tiap individu akan menghasilkan peluang sukses untuk mencapai tujuan perusahaan.

5. Menjaga Komunikasi yang Transparan

Pemimpin tim harus menjaga alur komunikasi di antara tiap anggota agar tetap saling terbuka dan transparan selama proses collaborative problem solving. Tujuannya untuk memastikan bahwa setiap anggota tim memiliki pemahaman yang sama tentang apa saja yang telah dicapai (progress), apa yang masih perlu dilakukan, dan bagaimana cara mereka berkontribusi.

Selain itu, transparansi ini juga berguna untuk meminimalisir kebingungan, kesalahan dan konflik pada proses CPS, sehingga mereka pun dapat membangun kepercayaan satu sama lain.

Penutup

Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat dikatakan bahwa collaborative problem solving menjadi salah satu kunci untuk mengatasi tantangan, merumuskan inovasi dan mencapai keberhasilan jangka panjang bagi bisnis. Hal ini juga membantu perusahaan agar tetap relevan dan mampu beradaptasi terhadap perubahan dalam lingkungan bisnis yang sangat kompetitif.

Anda bisa mempelajari lebih lanjut mengenai teknik ini bersama program Entrepreneurial Marketing “ MBA (ENMARK “ MBA). Program ini dirancang khusus untuk para pemimpin bisnis generasi selanjutnya untuk belajar tentang pemasaran, manajemen, strategi bisnis, dan pola pikir kewirausahaan dalam pelaksanaan bisnis, termasuk penerapan collaborative problem solving.

Program ini akan mengadakan berbagai kelas yang langsung diajarkan oleh akademisi terbaik dari marketing thinker SBM ITB dan pengajar profesional dari MarkPlus Institute. Output dari program ini diharapkan dapat mencetak para wirausaha yang akan membantu membangun ekosistem kewirausahaan di tingkat nasional maupun internasional.

Tunggu apalagi? Simak informasi selanjutnya di sini.

Share with Your Friends!
Avatar for Atha Hira
SEO Writer

Leave a Comment