Goal Setting Theory Adalah: Pengertian, Manfaat, dan Penerapannya

By

Iman Fadhilah

| Published

Goal setting theory adalah pendekatan psikologi yang menetapkan bahwa tujuan yang jelas dan spesifik mampu membantu individu mencapai hasil yang lebih baik.
Goal Setting Theory, Pendekatan Psikologi yang Mampu Membantu Individu Mencapai Hasil yang Lebih Baik

Teori penetapan tujuan atau goal setting theory adalah pendekatan psikologis yang mendasari bahwa menetapkan tujuan yang jelas dan spesifik dapat memotivasi individu untuk mencapai hasil yang lebih baik. 

Memahami teori ini dapat menjadi esensial bagi para pemimpin dan pekerja profesional agar pekerjaan yang dijalaninya memiliki tujuan yang terstruktur dan motivasi yang kuat.

Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan apa itu Goal Setting Theory, manfaatnya, serta cara menerapkannya dalam berbagai aspek kehidupan.

Apa Itu Goal Setting Theory

Goal setting theory adalah teori yang menekankan pentingnya menetapkan tujuan yang spesifik, menantang, dan terukur sebagai cara untuk meningkatkan motivasi dan kinerja individu.
Inilah Pengertian dari Goal Setting Theory yang Perlu Anda Ketahui

Goal setting theory adalah teori yang menekankan pentingnya menetapkan tujuan yang spesifik, menantang, dan terukur sebagai cara untuk meningkatkan motivasi dan kinerja individu. 

Teori ini mulai dibahas oleh Edwin A. Locke pada tahun 1968 di jurnal yang berjudul Toward a Theory of Task Motivation and Incentives.

Kemudian, dipopulerkan oleh Dr. Gary Latham dan Edwin A. Locke pada tahun 1990 lewat buku yang berjudul A Theory of Goal Setting and Task Performance.

Goal setting theory pada dasarnya merupakan fondasi dari SMART goals atau akronim dari tujuan yang harus bersifat specific (spesifik), measureable (terukur), attainable (dapat dicapai), relevant (relevan), dan time-bound (memiliki batas waktu) untuk mencapai hasil terbaik.

Tujuan dari diciptakannya teori ini adalah untuk memahami bagaimana pengaruh antara penetapan tujuan terhadap motivasi kerja dan performa yang dihasilkan.

Dari pemahaman tersebut ditemukan bahwa seseorang dapat menggunakan teori ini untuk lebih mengerti bagaimana cara membantu karyawannya mencapai tujuan dan goals mereka.

Cara Kerja Goal Setting Theory

Cara kerja goal setting theory adalah dengan mendefinisikan jenis tujuan apa yang mendorong motivasi dan kinerja seseorang.
Ilustrasi Cara Kerja Goal Setting Theory

Setelah mengetahui apa itu goal setting theory dan pengertiannya, mari masuk ke tentang bagaimana cara kerja teori ini.

Baca juga  BAGAIMANA MENJADI MINDFUL LEADER?

Fungsi dari teori penetapan tujuan sendiri adalah untuk mendefinisikan jenis tujuan apa yang mendorong motivasi dan kinerja seseorang.

Ketika seorang pengusaha, leader, atau pemimpin perusahaan memahami itu, mereka dapat memastikan bahwa proses pengaturan tujuan dapat membantu karyawan mereka dalam meraih kesuksesan.

Hal ini pada nantinya akan berjalan linear dengan kesuksesan perusahaan dalam meraih tujuannya.

Oleh karena itu, goal setting theory seringkali dianggap teori yang sederhana, namun juga jadi sangat efektif apabila dilakukan dengan benar.

5 Unsur Goal Setting Theory

5 elemen goal setting theory adalah clarity, challenge, commitment, feedback, and complexity.
Terdapat 5 Elemen Dalam Goal Setting Theory

Berikut ini adalah 5 elemen dalam goal setting theory yang dikembangkan oleh Locke dan Latham:

  1. Clarity

Kejelasan tentang orientasi suatu tujuan adalah keharusan dalam penyusunan tujuan.

Semakin jelas orientasi tujuan saat menetapkan tujuan, semakin kecil kemungkinan terjadi ketidakpahaman dan kesalahpahaman oleh bawahan atau karyawan.

Hal ini juga mengarah pada tingkat keberhasilan yang lebih tinggi ketika tujuan disusun dengan jelas.

Dengan kata lain, tujuan yang efektif adalah tujuan yang jelas dan spesifik.

  1. Challenge

Dalam goal-setting theory, tingkat kesulitan tujuan juga berhubungan dengan efektivitas penetapan tujuan.

Ketika proses pencapaian tujuan menimbulkan tantangan, hal tersebut akan meningkatkan motivasi pekerjanya.

Maka dari itu, tujuan yang lebih menantang atau sulit lebih efektif dibandingkan tujuan yang bersifat mudah dicapai.

  1. Commitment

Seorang karyawan perlu memiliki tingkat keterlibatan dan komitmen terhadap tujuan. 

Jika mereka tidak komitmen, mereka tidak akan memiliki kelanjutan yang diperlukan untuk berhasil

Sebagai hasilnya, mereka tidak akan mencapai tujuan mereka.

  1. Feedback

Agar karyawan berhasil mencapai tujuan mereka, mereka perlu umpan balik secara teratur. 

Ini mencakup umpan balik tentang kemajuan mereka, apa yang sudah mereka lakukan dengan baik, dan di mana mereka dapat memperbaiki diri.

  1. Task Complexity

Jika suatu tujuan terasa terlalu kompleks atau membingungkan, itu dapat berdampak negatif pada motivasi. 

Baca juga  SEO dan SEM: Apa Perbedaan dan Manfaatnya bagi Bisnis?

Sebaliknya, pemimpin seharusnya memecah tujuan besar menjadi tugas-tugas kecil yang lebih mudah dikelola. 

Saat karyawan menyelesaikan setiap tugas kecil, itu akan memberikan dorongan motivasi. 

Pada akhirnya, ini akan membantu mereka berkembang menuju tujuan yang lebih besar.

Manfaat Goal Setting Theory

Goal Setting Theory bermanfaat untuk meningkatkan motivasi, mengarahkan fokus, meningkatkan kinerja, dll.
Teori Penetapan Tujuan Tidak Hanya Meningkatkan Motivasi, Namun Juga Meningkatkan Fokus dan Kinerja

Berikut ini adalah manfaat dari goal setting theory:

  1. Meningkatkan Motivasi

Esensi dari goal setting theory adalah menetapkan tujuan yang memberikan dorongan intrinsik bagi individu. 

Mereka akan merasa terdorong untuk bekerja lebih keras karena mereka memiliki sasaran yang jelas untuk dicapai.

  1. Mengarahkan Fokus

Tujuan yang ditetapkan membantu individu untuk memusatkan perhatian pada tugas yang mendukung pencapaian tujuan tersebut. 

Secara parsial, fokus dari individu yang mengerjakan tugas dapat mengurangi pemborosan waktu dan sumber daya.

  1. Meningkatkan Kinerja

Dengan fokus pada tujuan, individu cenderung mencapai hasil yang lebih baik dalam pekerjaan atau usaha mereka.

  1. Meningkatkan Rencana dan Pengorganisasian

Untuk mencapai tujuan, individu harus merencanakan tindakan yang dibutuhkan dan mengorganisir sumber daya mereka. 

Hal ini tentu dapat meningkatkan kemampuan perencanaan dan organisasi.

  1. Mengukur Kemajuan

Tujuan yang dapat diukur memungkinkan individu untuk mengukur kemajuan mereka. Ini membantu dalam mengidentifikasi perbaikan yang diperlukan.

Contoh Penerapan Goal Setting Theory

Goal setting theory dapat diterapkan dalam perusahaan dan dalam kondisi apapun.
Simak Contoh Penerapan Goal Setting Theory Berikut Ini

Sebelumnya, Anda sudah memahami konsep dasar dan manfaat dari goal setting theory. Lantas, bagaimana contoh penerapan teori ini dalam perusahaan? Berikut adalah contohnya:

  • Memaksimalkan Potensi Saat Onboarding

Ketika ada karyawan divisi marketing yang baru saja onboarding, Ia masih perlu beradaptasi dengan perusahaan barunya.

Jika ingin memberikan perintah untuknya beradaptasi dan mempelajari berikan perintah atas suatu tujuan yang bersifat spesifik, terukur, dan menantang.

Misalnya “Pahami seputar SEO on-page dalam waktu 2 minggu, setelah itu kita akan mempraktekkannya langsung, ya”.

Baca juga  7 Keuntungan Sponsorship Marketing dalam Memajukan Merek Perusahaan

Hal ini lebih baik jika dibandingkan dengan “Coba adaptasi ya, dengan tim barumu”.

Sesuai dengan prinsip di dalam goal setting theory, suatu tujuan harus jelas, menantang, dan dimulai dari hal kecil.

  • Menyelesaikan Project Bersama Tim

Anda adalah seorang lead dari sebuah tim yang akan mengerjakan campaign bersama seorang influencer

Dalam prosesnya akan lebih baik jika perintahnya sebagai berikut; “Tim A, tolong selesaikan pembayaran dan laporannya dalam waktu 5 hari ya karena akan kita presentasikan dalam rapat mingguan”.

Jadi, aspek terpenting dalam penyusunan goal-setting theory adalah orientasi dari tujuan yang jelas. 

Baik dari segi waktu, tugas yang perlu dikerjakan, dan juga kepada siapa tugas tersebut diberikan.

Jadilah Pemimpin yang Menginspirasi dengan Mengikuti Executive Education Program

Untuk menjadi pemimpin yang menginspirasi dan mengimplementasikan goal setting theory, ikuti Executive Education Program.
Salah Satu Cara Untuk Menjadi Pemimpin yang Menginspirasi Adalah Dengan Mengikuti Pelatihan Eksekutif

Penerapan teori penetapan tujuan (goal setting theory) dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk di perusahaan, dapat membantu individu dan organisasi mencapai hasil yang lebih baik.

Untuk menjadi pemimpin yang menginspirasi dan mampu mengimplementasikan teori ini dengan efektif, Anda juga dapat mempertimbangkan untuk mengikuti Executive Education Program. 

Program pelatihan eksekutif ini dapat membantu Anda memahami lebih dalam tentang bagaimana menerapkan teori penetapan tujuan, memimpin tim, dan mencapai kesuksesan dalam karir Anda.

Dengan memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang tepat melalui program pelatihan eksekutif, Anda dapat menjadi pemimpin yang efektif dalam membimbing tim Anda menuju pencapaian tujuan yang lebih besar. 

Jadi, jangan ragu untuk menjelajahi peluang Executive Education Program yang sesuai dengan tujuan dan visi Anda untuk mencapai kesuksesan yang lebih tinggi dalam karir Anda.

Simak artikel Executive Education Program dari MarkPlus Institute jika Anda tertarik dengan program ini di link berikut.

Ayo, #PerluasKapasitas bersama MarkPlus Institute!

Share with Your Friends!

Leave a Comment