7 Strategi Investasi Berkelanjutan ESG

By

Atha Hira

| Published

Investasi Berkelanjutan

Pada dasarnya, penerapan ESG (Environmental, Social dan Governance) merupakan jenis pendekatan investasi berkelanjutan yang dapat diadopsi pada berbagai jenis aktivitas dan entitas. Para pebisnis, pemangku kepentingan, pegiat komunitas, dan para perancang kebijakan dapat menggunakan kriteria yang ada pada ESG sebagai model manajemen mereka.

Konsep investasi berkelanjutan tidak hanya berguna untuk mengejar keuntungan, melainkan juga memberikan kebermanfaatan perusahaan bagi lingkungan, masyarakat dan pemerintah. Oleh karena itu, agar keuntungan dan kebermanfaatan ini bisa diraih, investasi berkelanjutan perlu dilakukan dengan strategi yang tepat. Seperti apa?

Simak informasinya pada artikel ini, ya!

Strategi Investasi Berkelanjutan Berbasis ESG

Berikut ini terdapat 7 strategi investasi hijau dan berkelanjutan pada perusahaan yang menerapkan prinsip-prinsip ESG.

1. Exclusionary (Ekslusif)

Strategi ini bertujuan untuk menghindari investasi pada perusahaan atau sektor yang dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai ESG. Maksudnya, investor tidak akan berinvestasi pada perusahaan yang memiliki dampak negatif terhadap lingkungan, masyarakat dan tata kelola.

Berikut adalah beberapa contoh strategi exclusionary dalam investasi berkelanjutan ESG:

  • Divestasi dari Sektor Berbahaya

Investor dapat memutuskan untuk tidak berinvestasi pada sektor-sektor yang dianggap memiliki dampak lingkungan yang signifikan, seperti industri batu bara, minyak bumi, atau senjata. Mereka mungkin saja menghindari perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam produksi atau distribusi produk-produk ini.

  • Menghindari Perusahaan dengan Praktik Kerja Buruk 

Investor akan menghindari perusahaan yang memiliki catatan buruk dalam hal tata kelola perusahaan, hak asasi manusia atau masalah ketenagakerjaan, seperti perusahaan yang terlibat dalam pekerja anak atau buruh paksa.

  • Eksklusi Berdasarkan Nilai

Investor tentunya memiliki nilai-nilai tertentu yang penting bagi mereka sehingga hanya memilih perusahaan yang mampu memenuhi nilai-nilai tersebut. Misalnya, investor yang sangat peduli tentang isu lingkungan, mereka akan menghindar dari perusahaan yang tidak memiliki komitmen yang kuat terhadap keberlanjutan lingkungan.

  • Menghindari Perusahaan yang Terlibat Skandal

Investor menghindari perusahaan yang terlibat dalam skandal besar dan berkaitan dengan masalah ESG, seperti penyalahgunaan data pelanggan, skandal korupsi atau dampak lingkungan serius.

  • Menghindari Perusahaan dengan Dampak Sosial Negatif
Baca juga  8 Karakteristik Consumer Behaviour pada Gen Z

Investor juga dapat memilih untuk tidak berinvestasi pada perusahaan yang memiliki dampak sosial negatif, seperti menghasilkan produk yang dapat merusak kesehatan masyarakat atau mendorong perilaku yang merugikan masyarakat.

Investasi Berkelanjutan

Sumber: Unsplash

2. Best in Class

Strategi best in class bertujuan untuk mengidentifikasi perusahaan yang dianggap memiliki kinerja ESG yang unggul di sektor mereka atau dalam kategori industri tertentu. Pendekatan ini memungkinkan investor untuk memilih perusahaan-perusahaan yang tidak hanya mematuhi standar ESG, melainkan juga memimpin praktik-praktik berkelanjutan dan tata kelola yang baik dalam sektor mereka. 

Berikut adalah beberapa poin penting terkait strategi “best in class” dalam investasi berkelanjutan ESG:

  • Identifikasi Pemimpin Sektor

Hal ini dilakukan dengan membuat daftar perbandingan perusahaan pada sektor yang sama berdasarkan kriteria ESG, seperti tingkat emisi karbon, keberlanjutan rantai pasokan, perlakuan terhadap karyawan, dan sebagainya.

  • Seleksi Portofolio

Setelah melakukan poin di atas, investor dapat menyusun portofolio mereka berdasarkan pemimpin-pemimpin tersebut. Tujuannya adalah mendukung perusahaan-perusahaan yang berkomitmen tinggi terhadap praktik-praktik berkelanjutan.

  • Keterlibatan Pemegang Saham

Investor kerap berusaha menjadi pemegang saham aktif pada perusahaan-perusahaan yang mereka dukung. Mereka dapat menggunakan hak suara mereka untuk mendorong perusahaan untuk memperbaiki praktik-praktik ESG atau mengambil tindakan yang lebih progresif dalam hal keberlanjutan.

  •  Memantau Kinerja Perusahaan

Investor terus memantau kinerja perusahaan dalam portofolio mereka terhadap kriteria ESG. Jika suatu perusahaan tidak lagi memenuhi standar “best in class,” investor dapat mempertimbangkan untuk menggantinya dengan perusahaan lain yang memiliki kinerja ESG yang lebih baik.

3. ESG Integration

Pada strategi ini, faktor-faktor ESG diperhitungkan secara sistematis dalam proses pengambilan keputusan investasi. Tujuannya untuk mengintegrasikan pertimbangan ESG ke dalam seluruh siklus investasi, mulai dari analisis, pemilihan aset, pengelolaan risiko, hingga pemantauan portofolio. 

Berikut adalah beberapa poin penting terkait strategi ESG Integration:

  • Analisis ESG

Investor melakukan analisis terhadap perusahaan atau aset yang ingin mereka investasikan. Mereka mengevaluasi bagaimana faktor-faktor ESG dapat memengaruhi performa dan nilai investasi tersebut.

  • Pengelolaan Risiko ESG

Investor mengidentifikasi potensi risiko dan peluang pada portofolio perusahaan yang dituju. Apabila perusahaan tersebut memiliki risiko ESG yang tinggi, maka investor dapat menghindarinya atau mengalokasikan sumber daya tambahan untuk manajemen risiko ESG. 

Baca juga  Mengulik Tren Sustainable Fashion pada Industri Pakaian Indonesia

4. Sustainability Theme Investment

Melalui strategi ini, investor tidak perlu mencari berbagai perusahaan dan menilai keseluruhan aspek lingkungan dan sosialnya. Calon investor hanya perlu menargetkan perusahaan-perusahaan di bidang tertentu yang memiliki sentimen positif terkait lingkungan maupun masyarakat. 

Contohnya, investor bisa memilih untuk berinvestasi ke perusahaan yang berbasis atau mengelola energi terbarukan. Tidak hanya bertujuan untuk finansial jangka panjang, melainkan dukungan perusahaan tersebut terhadap lingkungan yang bisa memberikan dampak positif bagi lingkungan.

5. Green Bond

Strategi ini berfokus pada investasi dalam obligasi hijau atau green bond. Green bond sendiri adalah instrumen keuangan yang diterbitkan oleh entitas seperti perusahaan, pemerintah, atau lembaga keuangan dengan tujuan mendanai proyek-proyek atau aktivitas-aktivitas yang memiliki dampak positif terhadap lingkungan dan berkontribusi pada tujuan keberlanjutan.

Investor melakukan penelitian untuk menilai kualitas green bonds yang mereka pertimbangkan, seperti penggunaan dana yang dijanjikan, kerangka kerja pengelolaan dan pelaporan yang mendukung, serta komitmen penerbit untuk mematuhi standar hijau yang relevan (Prinsip-Prinsip Hijau (Green Bond Principles) yang dikeluarkan oleh International Capital Market Association (ICMA)).

Investasi Berkelanjutan

Sumber: unsplash

6. Impact Investment

Strategi ini berfokus pada investasi proyek-proyek atau perusahaan-perusahaan yang secara aktif berkontribusi pada perubahan positif dalam masyarakat atau lingkungan. Berikut adalah beberapa poin penting terkait dengan strategi Impact Investment:

  • Penentuan Dampak yang Dicari

Langkah awal dalam strategi ini adalah menentukan dampak sosial atau lingkungan yang ingin dicapai. Misalnya, investor memilih untuk berfokus pada proyek-proyek yang berkontribusi pada pengentasan kemiskinan, pendidikan, energi terbarukan, atau pelestarian hutan hujan. Dampak yang dicari harus diukur secara spesifik dan terukur.

  • Mengukur dan Mengevaluasi Dampak

Investor menggunakan metrik dan indikator yang sesuai untuk mengukur dampak sosial dan lingkungan dari investasi mereka. Pengukuran dampak ini melibatkan pemantauan dan pelaporan berkala terhadap pencapaian tujuan-tujuan keberlanjutan yang diinginkan.

  • Keterlibatan Stakeholder

Pemahaman dan keterlibatan pemangku kepentingan (stakeholder) terkait dengan proyek atau investasi sangatlah penting. Hal ini termasuk mendengarkan dan memahami perspektif masyarakat lokal, mitra bisnis dan pihak lain yang terlibat dalam proyek.

Stewardship and Engagement

Strategi ini menekankan peran aktif investor dalam mempengaruhi perusahaan yang mereka investasikan untuk meningkatkan praktik-praktik ESG mereka. Hal ini melibatkan tindakan seperti keterlibatan (engagement) aktif dengan perusahaan, pemantauan, pemungutan suara pemegang saham, dan kolaborasi dengan investor lainnya guna mencapai perubahan positif dalam praktik ESG perusahaan. 

Baca juga  Slow Fashion: Strategi yang Efektif Kurangi Limbah Industri Tekstil

Berikut adalah beberapa poin penting terkait dengan strategi Stewardship and Engagement:

  • Keterlibatan dengan Perusahaan

Investor secara aktif terlibat dengan perusahaan yang mereka miliki atau investasikan, seperti melakukan pertemuan dengan manajemen perusahaan, berpartisipasi dalam rapat umum pemegang saham dan menyampaikan perhatian atau permintaan kepada perusahaan terkait isu-isu ESG.

  • Menilai Risiko dan Peluang

Mereka dapat mengidentifikasi perusahaan-perusahaan yang memiliki risiko tinggi terkait ESG dan bekerja sama dengan perusahaan tersebut untuk mengurangi risiko tersebut.

  • Kolaborasi dengan Pemegang Saham Lainnya

Investor dapat bekerja sama dengan pemegang saham lainnya, seperti dana investasi lain, dana pensiun, atau organisasi ESG untuk meningkatkan pengaruh mereka terhadap perusahaan-perusahaan.

  • Pemungutan Suara Pemegang Saham

Investor dapat menggunakan hak suara mereka dalam rapat umum pemegang saham untuk mempengaruhi kebijakan perusahaan dan mengusulkan perubahan tertentu terkait ESG. Selain itu, pemungutan suara pemegang saham dapat digunakan untuk mendukung tuntutan perubahan tertentu atau mengawasi praktik ESG perusahaan.

Penutup

Investasi berkelanjutan ESG menjadi semakin populer karena adanya peningkatan kesadaran akan isu-isu lingkungan dan sosial, serta peningkatan permintaan investor untuk berinvestasi dengan memperhatikan nilai-nilai keberlanjutan. 

Hal ini juga telah mendorong perusahaan untuk lebih memperhatikan praktik ESG mereka agar tetap bisa berkompetitif pada pasar investasi yang berkelanjutan ini. Anda bisa mempelajari lebih lanjut mengenai ESG bersama program kekhususan eksekutif kolaborasi antara Unika Atma Jaya, universitas yang mengusung kajian sustainability komprehensif di Indonesia, dengan MarkPlus Institute, konsultan pemasaran pertama dan ternama di Indonesia, yaitu Program Master in Management Sustainability Marketing.

Program ini bertujuan untuk membentuk talenta organisasi yang mampu membangun strategi bisnis, memahami manajemen bisnis berkelanjutan dan menguasai strategi marketing yang aplikatif dan bisa membangun market competitiveness. Tunggu apalagi? Jadilah bagian dari Sustainability Marketing sekarang juga!

Untuk informasi lebih lanjut, klik tautan berikut ini Sustainability Marketing.

Share with Your Friends!
Avatar for Atha Hira
SEO Writer

Leave a Comment