Kepemimpinan Demokratis Adalah: Pengertian, Tujuan, dan Contohnya

By

Iman Fadhilah

| Published

Kepemimpinan demokratis adalah salah satu gaya kepemimpinan yang dapat dikembangkan melalui pelatihan eksekutif
Simak Selengkapnya Mengenai Kepemimpinan Demokratis di Artikel Ini!

Gaya kepemimpinan adalah bagaimana cara seseorang memimpin perusahaan untuk menuntun anggota yang bekerja di bawahnya. 

Salah satu gaya kepemimpinan yang populer di perusahaan Indonesia adalah gaya kepemimpinan demokratis atau democratic leadership.

Singkatnya kepemimpinan demokratis adalah gaya kepemimpinan di mana pemimpin mendorong partisipasi, dialog, dan pengambilan keputusan bersama dalam tim atau organisasi.

Memahami bagaimana cara kerja kepemimpinan demokratis di suatu perusahaan adalah hal yang krusial untuk menentukan gaya kepemimpinan yang sesuai.

Maka, pada kesempatan kali ini kami akan membahas seputar konsep kepemimpinan demokratis secara mendalam, mulai dari definisi, karakteristik, kelebihan dan kekurangan, serta contohnya. Mari simak!

Apa Itu Kepemimpinan Demokratis?

Kepemimpinan demokratis adalah kepemimpinan yang mengikutsertakan anggota tim atau bawahannya dalam pengambilan keputusan.
Inilah Pengertian dari Kepemimpinan Demokratis

Dilansir dari laman Indeed, democratic leadership atau kepemimpinan demokratis adalah gaya kepemimpinan di mana pemimpin berusaha untuk mengikutsertakan anggota tim atau bawahan dalam pengambilan keputusan dan pembuatan kebijakan. 

Dalam jenis kepemimpinan ini, pemimpin tidak hanya memutuskan sendiri, tetapi juga mengajak partisipasi dan melibatkan anggota tim dalam proses pengambilan keputusan. 

Pendekatan ini memungkinkan anggota tim untuk memberikan masukan, ide, dan pandangan mereka, sehingga keputusan yang dihasilkan dapat lebih terinformasi dan lebih diterima oleh tim secara keseluruhan. 

Kepemimpinan demokratis mengedepankan aspek kolaborasi, transparansi, dan partisipasi aktif dari seluruh tim atau organisasi.

Sehingga, jika kepemimpinan demokratis diterapkan secara benar akan menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan mendukung pertumbuhan kolektif.

Karakteristik Kepemimpinan Demokratis

Lima karakteristik utama dari kepemimpinan demokratis adalah partisipasi, keterbukaan, kolaborasi, pemberdayaan, dan dukungan.
Inilah Karakteristik Democratic Leadership yang Perlu Anda Ketahui

Democratic leadership memiliki beberapa karakteristik kunci yang perlu Anda ketahui, yaitu:

  1. Partisipasi
Baca juga  8 Teknik Six Sigma, Solusi Kreatif & Inovatif Peningkatan Kualitas Bisnis

Pemimpin mengundang anggota tim atau bawahan untuk berpartisipasi aktif dalam pengambilan keputusan dan perencanaan strategi.

  1. Keterbukaan

Transparansi dalam komunikasi dan kebijakan menjadi prinsip utama, sehingga semua orang memiliki akses ke informasi yang relevan.

  1. Kolaborasi

Prinsip utama dalam gaya kepemimpinan ini adalah untuk mendorong kerja sama tim, saling mendengarkan, dan berbagi ide untuk mencapai tujuan bersama.

  1. Pemberdayaan

Anggota tim diberikan tanggung jawab dan otonomi yang lebih besar dalam menjalankan tugas mereka.

  1. Dukungan

Pemimpin mendukung perkembangan individu, memberikan umpan balik konstruktif, dan memfasilitasi pertumbuhan profesional.

Kelebihan dan Kekurangan Kepemimpinan Demokratis

Kepemimpinan demokratis memiliki sejumlah kelebihan dan kekurangan.
Berikut Ini Adalah Kelebihan dan Kekurangan dari Kepemimpinan Demokratis

Berikut ini adalah beberapa kelebihan dan kekurangan dari kepemimpinan demokratis yang perlu Anda ketahui:

Kelebihan

  1. Mendukung Kreativitas dan Inovasi

Kepemimpinan demokratis merangsang ide-ide baru dan inovasi karena melibatkan berbagai pandangan.

Hal ini dapat menciptakan lingkungan di mana anggota tim merasa lebih nyaman untuk berbagi ide-ide baru dan berinovasi. 

Keterlibatan semua anggota tim dalam proses pengambilan keputusan dapat menghasilkan solusi yang lebih kreatif dan terencana.

  1. Motivasi Tinggi

Anggota tim merasa lebih termotivasi karena mereka merasa dihargai dan memiliki peran aktif dalam pengambilan keputusan.

Ini dapat meningkatkan motivasi mereka untuk mencapai tujuan bersama karena mereka merasa memiliki kepemilikan atas hasil keputusan tersebut. 

Rasa memiliki ini dapat meningkatkan komitmen dan kinerja anggota tim.

  1. Mendorong Pertumbuhan dan Pembelajaran

Dengan diberikan tanggung jawab, anggota tim memiliki peluang untuk pertumbuhan pribadi dan profesional.

Mereka dapat mengembangkan keterampilan kepemimpinan, pemecahan masalah, dan kemampuan berkomunikasi mereka. 

Ini bisa memicu perkembangan karir yang positif dan pertumbuhan pribadi yang berkelanjutan.

Kekurangan

  1. Proses Keputusan Cenderung Lambat

Keterlibatan yang tinggi bisa membuat proses pengambilan keputusan menjadi lebih lambat.

Baca juga  Mengenal 6 Bentuk Kerjasama Dalam Bisnis

Diskusi dan pemungutan suara untuk setiap keputusan mungkin memerlukan waktu yang lebih lama daripada jika keputusan dibuat oleh satu pemimpin tunggal. 

Ini dapat menjadi masalah dalam situasi di mana kecepatan pengambilan keputusan sangat penting.

  1. Kesulitan dalam Situasi Krisis

Kepemimpinan demokratis mungkin menghadapi kesulitan dalam mengambil keputusan cepat dalam situasi krisis.

Dalam keadaan darurat atau situasi yang memerlukan tindakan segera, perlu adanya pemimpin yang dapat mengambil keputusan dengan cepat dan tanpa terlalu banyak konsultasi. 

Dalam hal ini, kepemimpinan demokratis bisa menjadi kurang efektif.

  1. Rentan Terjadi Konflik

Dalam konteks kepemimpinan demokratis, terdapat potensi terjadinya konflik antara anggota tim yang memiliki pandangan berbeda. 

Diskusi terbuka dan pemungutan suara bisa menyebabkan perselisihan yang mungkin sulit untuk diselesaikan. 

Pemimpin harus memiliki kemampuan untuk mengelola konflik dengan bijak agar tidak merusak kerja tim.

Contoh Implementasi Kepemimpinan Demokratis di Perusahaan

Kepemimpinan demokratis dapat diterapkan di dalam perusahaan dengan contoh seperti di bawah ini.
Ilustrasi Penerapan Democratic Leadership

Sebuah perusahaan teknologi menerapkan kepemimpinan demokratis dengan cara berikut:

  • Tim Pengembangan Produk: Tim ini terdiri dari berbagai spesialis dari berbagai departemen, dan setiap anggota memiliki kesempatan untuk memberikan masukan dalam proses perencanaan produk baru.
  • Rapat Pembuatan Keputusan Bersama: Pemimpin tim bersama anggota tim mengadakan rapat untuk mengevaluasi ide-ide, berbagi pandangan, dan membuat keputusan tentang fitur produk yang akan dikembangkan.
  • Proses Evaluasi Terbuka: Setiap bulan, tim melakukan evaluasi terbuka di mana anggota tim memberikan umpan balik satu sama lain, termasuk pemimpin tim, untuk meningkatkan kinerja kolektif.

Kembangkan Leadership Skill Anda Dengan Mengikuti Pelatihan Eksekutif

Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan adalah dengan mengikuti pelatihan eksekutif yang bernama Executive Education Program
Ilustrasi Kepemimpinan Setelah Mengikuti Pelatihan Eksekutif

Anda dapat mengembangkan kemampuan kepemimpinan Anda, termasuk kepemimpinan demokratis, melalui pelatihan eksekutif dari MarkPlus Institute, yaitu Executive Education Program.

Pelatihan ini didesain untuk memberikan Anda alat dan pengetahuan dalam menjadi pemimpin yang lebih efektif dan berdaya saing di dunia bisnis yang kompetitif saat ini.

Baca juga  4 Jenis Decision Making Yang Wajib Anda Ketahui

Jadi, jika Anda tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang program tersebut, silahkan klik link artikel Executive Education Program berikut ini.

Jika Anda juga tertarik untuk menemukan artikel serupa bertemakan marketing, manajemen, leadership dan lainnya, link berikut akan menuntun Anda menuju ke laman utama Content Hub MarkPlus Institute.

Ayo, #PerluasKapasitas bersama MarkPlus Institute!

Share with Your Friends!

Leave a Comment