Komunikasi Verbal

Komunikasi verbal adalah pesan yang disampaikan dalam bentuk lisan maupun tulisan dengan menggunakan kata-kata. Lalu, apa saja sih contoh komunikasi verbal? Terdapat beberapa elemen yang harus diperhatikan saat berkomunikasi secara verbal. Yang pertama adalah artikulasi, atau cara pengucapan kata agar dapat dipahami lawan bicara. Kemudian diksi atau pemilihan kata yang juga perlu diperhatikan. Kita harus mengetahui siapa lawan bicara kita dan memilih diksi yang tepat agar seluruh informasi dapat dipahami dengan jelas. Lalu, cara kita menyampaikan pesan juga tidak kalah penting. Audibility (variasi volume), pitch (tinggi nada), pace (kecepatan bicara), stressing (penekanan kalimat), tone (nada suara)dan intonasi (nada naik-turun) merupakan hal-hal yang krusial dalam menyampaikan pesan agar diterima dengan baik.

Komunikasi Non Verbal

Berbeda dengan komunikasi verbal, komunikasi non verbal tidak menggunakan kata-kata secara langsung, melainkan menggunakan interpretasi yang umumnya dengan bahasa tubuh seperti raut wajah, gestur, atau postur. Komunikasi non verbal juga penting karena dapat mencerminkan perasaan lawan bicara, loh. Yuk kita bahas contoh-contoh komunikasi non verbal!

Facial Expression (Ekspresi atau Raut Wajah)

Wajah merupakan sumber yang kaya dengan komunikasi, karena ekspresi wajah cerminan suasana emosi seseorang dan menandakan kondisi pikiran seseorang. Hal ini dapat berdampak pada pembentukan persepsi. Dari raut wajah lawan bicara Anda, dapat terlihat suasana emosi mereka apakah sedang merasa marah, sedih, senang, murung, atau berbagai emosi lainnya. Untuk menunjukkan eskpresi wajah yang baik, kita harus berpikir secara positif, tersenyum, dan tanamkan rasa ramah dalam diri agar memiliki pembawaan yang rileks. Mengapa senyum menjadi poin yang sangat penting dalam ekspresi wajah? Senyum dapat membuat Anda terkesan mudah diterima, ramah, rileks, terbuka, dan menyenangkan. Selain itu, senyum menunjukkan bahwa anda senang pada pekerjaan dan hidup Anda. Senyuman juga dapat memperbaiki kualitas vokal Anda dengan melenturkan otot pipi.

Baca juga  Tips Public Speaking dalam Komunikasi Virtual

Eye Contact (Kontak Mata)

Kontak mata dapat meningkatkan kepercayaan lawan bicara pada kita dengan cara selalu bertatapan dengan mata lawan bicara secara hangat (diiringi senyum). Karena, kontak mata menandakan keterbukaan, apa adanya, dan terus terang. Ketika menatap lawan bicara, coba jaga tatapan Anda di daerah sekitar area mata dan hidung.

Postur

Saat berbincang dengan lawan bicara, kita harus memperlihatkan bahasa tubuh yang menunjukkan rasa percaya diri. Salah satunya dengan mempertimbangkan postur tubuh. Tegakkan tubuh Anda dengan bahu di posisi yang rileks. Untuk wanita, posisikan kedua kaki merapat. Sementara untuk pria, perhatikan lebar kedua kaki, usahakan tidak melebihi bahu.

Touch (Sentuhan)

Sentuhan merupakan salah satu aspek penting ketika berbincang, misalnya melalui jabat tangan. Sebelum menjabat tangan lawan bicara Anda, pastikan tangan Anda dalam keadaan kering. Raih telapak tangan mereka, jangan hanya jemarinya. Untuk memperoleh perhatian lawan bicara, jabat tangannya beberapa detik lebih lama, dan mulailah bicara sebelum melapaskannya. Menjabat tangan dengan firm dapat mengisyaratkan kepercayaan diri.

Gesture

Gestur dapat membuat lawan bicara merasa nyaman karena gestur yang tepat dapat menjadi pertanda bahwa lawan bicara tertarik pada pembicaraan kita. Coba posisikan diri menghadap lawan bicara, kemudian condongkan tubuh ke depan. Bila posisi lawan bicara Anda berada disamping, miringkan sedikit tubuh Anda ke arah mereka. Selain gestur badan condong ke depan, Anda juga bisa menganggukkan kepala ketika menunjukkan rasa setuju, afirmasi, atau akrab. Anggukan kepala dapat dilakukan saat ada jeda di antara kalimat yang diucapkan lawan bicara. Atau ketika Anda mengucapkan kalimat untuk mendapatkan persetujuan.

Kemudian ada gestur menopang dagu dengan tangan yang juga menandakan hal serupa dengan anggukan kepala. Terakhir, perhatikan jarak yang perlu diambil ketika berkomunikasi. Terdapat empat jarak yang dapat diambil, yakni public zone (lebih dari 3,6 meter), social zone (1,2 hingga 3,6 meter), personal zone (46 cm hingga 1,2 meter)dan intimate zone (15-46 cm).

Nah, sekarang Anda sudah tahu kan perbedaan komunikasi verbal dan non verbal? Terapkan tips-tips diatas supaya Anda bisa menjalin komunikasi bisnis dengan lebih percaya diri!

Share with Your Friends!
Avatar for Talitha Fakhira
Research and Development team

Leave a Comment