Evolusi Framework Marketing Funnel

By

Talitha Fakhira

| Published

Marketing Funnel

Marketing funnel adalah framework yang menggambarkan customer journey yang dilalui calon pelanggan setelah mengetahui sebuah bisnis, kemudian memasuki tahap pembelian hingga ke tahap konversi. Marketing funnel membantu bisnis menyusun strategi yang tepat untuk mempengaruhi keputusan pelanggan di setiap tahapan customer journey. Dengan mengevaluasi funnel, bisnis dapat mencetak penjualan yang lebih besar, pelanggan yang setia, dan memperkuat brand awareness.

Benefit Marketing Funnel

Marketing funnel merupakan penyederhanaan dari customer journey untuk memudahkan perusahaan dalam mengikuti setiap tahapannya. Framework ini memetakan setiap tahap proses pengambilan keputusan dan membantu bisnis merencanakan langkah-langkah strategis yang dapat diambil untuk memaksimalkan penjualan.

Strategi Marketing Funnel

Marketing Funnel TradisionalAIDA

Framework untuk marketing funnel berbentuk seperti corong, yang menggambarkan audiens yang menyempit atau mengerucut dalam perjalanan menuju pembelian. Di tahun 1900-an diperkenalkan lima tahapan customer journey yakni awareness, interest, desire, dan action (AIDA). Berikut penjelasannya!

Awareness

Awareness adalah tahapan dimana pelanggan prospek menyadari adanya kehadiran sebuah bisnis yang menawarkan solusi potensial untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi (kebutuhan atau keinginan pelanggan) baik dalam bentuk produk atau jasa.

Informasi tersebut bisa didapatkan melalui berbagai cara, misalnya melalui iklan di media sosialrekomendasi dari seseorang, atau penemuan di search engine. Dalam tahap ini, tujuan utamanya adalah membuat merek dikenal oleh para target audiens. Maka dari itu, fokusnya adalah menarik perhatian pelanggan prospek dan menjangkau mereka sebanyak-banyaknya.

INTEREST

Tahap interest adalah ketika pelanggan mulai memiliki ketertarikan dengan produk atau jasa yang ditawarkan. Umumnya, pada tahap ini pelanggan akan mulai mencari informasi lebih lanjut mengenai produk atau jasa tersebut. Mereka akan mencoba mempelajari penawaranmu, mulai dari fiturnya hingga manfaat yang dapat dirasakan. Memberi informasi yang cukup adalah hal yang paling krusial pada tahap ini. Beri tahu pelanggan unique selling point bisnismu!

Baca juga  Sukses Hadapi Transformasi Digital dengan Upskilling & Reskilling

Desire

Memasuki tahap desire, kini calon pelanggan benar-benar menginginkan produk atau layanan dari bisnismu. Pada tahap ini pula, muncul niat untuk membeli produk atau menggunakan jasa yang ditawarkan. Perspektif audiens bergeser, yang semula hanya tertarik, kini ada rasa ingin memiliki. Sehingga, penting bagi bisnis untuk memberikan dorongan untuk membantu mempengaruhi keputusan pelanggan. Bisnis harus membangun urgensi untuk mendorong pelanggan dalam membuat keputusan.

Action

Tahap yang terakhir dari marketing funnel tradisional adalah action. Pada tahapan ini, pelanggan mengambil keputusan pembelian sehingga terjadi konversi dari prospek menjadi pelanggan.

Perkembangan Framework Marketing Funnel

Seiring berjalannya waktu, pemasaran ikut berevolusi mengikuti perubahan-perubahan yang ada. Berikut ini framework yang telah diperbaharui dengan beberapa komponen tambahan:

Awareness

Sama seperti tahap pertama dalam marketing funnel tradisional, awareness adalah kondisi dimana calon pelanggan menyadari solusi potensial dari permasalahan mereka yang ditawarkan oleh sebuah bisnis. Pada tahap ini, bisnis perlu memposisikan diri sebagai solusi yang layak dengan unique selling point yang jelas.

Strategi yang dapat dilakukan pada tahap ini misalnya membuat konten-konten melalui unggahan media sosial, webinar, atau email newsletter. Untuk melacak kinerja bisnismu dalam tahap ini, bisa dengan melihat traffic, reach, subscribers atau followers.

Consideration

Pada tahap ini, calon pelanggan mulai membuat pertimbangan setelah mendengar tentang solusi yang ditawarkan oleh bisnismu. Mereka mulai memiliki keinginan untuk mencoba produk atau jasamu juga aktif mencari penawaran terbaik dengan pencarian organik atau membaca online review.

Besar pula kemungkinannya mereka membandingkan penawaranmu dengan kompetitor. Maka dari itu, krusial bagi bisnis untuk memandu calon pelanggan untuk mengambil keputusan melalui konten-konten yang bermanfaat. Untuk mengukur performa bisnismu dalam tahap ini, dapat dilakukan dengan melihat lead source, cost per lead, atau lead quality.

Conversion

Di tahap inilah prospek memilih produk atau jasa tertentu untuk menyelesaikan permasalahan yang tengah mereka hadapi. Sasaran pada tahap ini adalah menunjukkan kepada prospek bagaimana penawaranmu dapat memecahkan masalah dan membantu mereka produk mana yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka. Tahapan ini mendorong calon pelanggan untuk melanjutkan perjalanannya sampai ke tahap pembelian. Proses pembelian yang mudah dan sederhana akan meningkatkan potensi konversi.

Baca juga  Definisi Bisnis Internasional dan 7 Alasan Mengapa Ini Penting!

Konten yang efektif pada tahap ini salah satunya adalah bukti sosial seperti testimoni. Hal itu dapat meyakinkan calon pelanggan untuk melakukan pembelian. Call-to-action juga sangat efektif dalam tahap ini.

Loyalty

Tentu saja pelanggan barumu akan senang saat mereka mendapatkan solusi dari permasalahannya. Namun, tugasmu tidak berhenti disitu. Jangan sampai customer journey berakhir setelah pelanggan melakukan pembelian. Setelah kegembiraan mereka mereda, kamu harus memastikan bahwa merek mu dapat diandalkan untuk membantu mereka mendapatkan hasil yang maksimal dari pembeliannya.

Tujuan utamanya adalah untuk membuat pelanggan merasakan nilai produk secara langsung, sehingga mereka akan mempertimbangkan produk lain dari bisnismu berdasarkan kepuasan mereka. Kamu dapat memberikan dukungan pelanggan yang berkelanjutan untuk meningkatkan loyalitas. Hal ini dapat diukur melalui active customers ataupun churn rate.

Advocacy

Advokasi adalah “hadiah” dari semua pekerjaan yang bisnismu lakukan di tahap sebelumnya. Ketika kamu berhasil membuat pelangganmu senang, mereka tidak hanya akan setia pada bisnismu, tetapi mereka akan merekomendasikan bisnismu kepada teman atau koleganya yang tengah menghadapi masalah serupa. Hal ini mendatangkan peluang yang sangat baik, karena nyatanya tidak ada yang lebih berpengaruh daripada rekomendasi seorang teman. Selain itu, bisnismu akan mendapatkan pelanggan prospek, karena rekomendasi akan ditujukan kepada pelanggan yang berpotensi (karena memiliki permasalahan serupa). Dengan rekomendasi teman, bisnismu akan menjadi top-of-mind mereka saat mencari solusi. Pada tahap advokasi ini, pelangganmu berperan sebagai advokat atau juru bicara merek secara cuma-cuma. Untuk memaksimalkannya, kamu bisa menawarkan intensif dari referral ataupun loyalty discounts.

Share with Your Friends!
Avatar for Talitha Fakhira
Research and Development team

Leave a Comment