Singkatnya, OMNI Brand Management adalah pendekatan strategis yang bertujuan untuk mengelola merek secara holistik dan terkoordinasi. Pendekatan ini meliputi seluruh saluran dan interaksi dengan konsumen, baik itu online dan offline.

Dalam strategi OMNI Brand Management ini, perusahaan menciptakan pengalaman brand yang konsisten. Mulai dari strategi pemasaran, komunikasi merek, identitas merek, produk atau layanan yang ditawarkan, dan pengalaman konsumen.

Konsistensi adalah kunci dalam OMNI Brand Management. Sebab, tujuan dari strategi ini merupakan menciptakan pengalaman yang sama, baik saat brand berinteraksi dengan konsumen secara offline maupun online

Tak lupa, pendekatan OMNI Brand Management juga memanfaatkan teknologi dalam rangka menciptakan pengalaman brand yang terarah. Dengan begitu, jangkauan bisnis jadi bisa diperluas melalui berbagai platform.

Ketika menjalankan strategi tersebut, ada kerangka kerja yang bernama OMNI Brand Management Framework. Di mana, kerangka tersebut dapat membantu perusahaan lebih mudah menjalankan strategi OMNI Brand Management. Agar lebih paham, yuk simak artikel ini!

Tahap OMNI Brand Management‹ Framework

Brand Management

OMNI Brand Management Framework adalah kerangka kerja yang terdiri dari empat langkah penting dalam mengelola brand secara holistik. Berikut adalah penjelasan rinci tentang setiap langkah dalam framework ini, di antaranya:

1. Building OMNI Brand Concepts

Langkah pertama OMNI Brand Management Framework adalah membangun konsep OMNI Brand itu sendiri. Perusahaan bisa mengembangkan konsep tersebut melalui Brand DNA atau yang juga dikenal sebagai PBD Triangle Strategy.

Strategi ini meliputi dari tiga elemen kunci, yaitu Positioning, Differentiation, dan Brand. Melalui strategi ini, brand dapat membangun identitas yang kuat, membedakan diri dari pesaing, dan menciptakan pengalaman brand yang kuat dan menarik bagi konsumen.

Baca juga  Brand Management: Definisi, Manfaat, dan Perannya dalam Bisnis

Contohnya adalah Disney+ yang menawarkan layanan streaming online untuk semua konsumen milenial di Amerika Serikat. Disney+ menyediakan konten yang dapat diunduh dan episode streaming baru dengan video berkualitas tinggi (HD), serta konten eksklusif asli dari banyak studio produksi terkenal seperti Pixar, Marvel, dll.

2. Leveraging OMNI Brand Strategy

Kedua adalah tahap leveraging OMNI brand strategy. Perusahaan harus bisa mendefinisikan brand potential yang mana melibatkan evaluasi mendalam terhadap brand yang sudah ada untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan, serta peluang pengembangan lebih lanjut.

Dalam tahap ini juga perusahaan harus bisa mengidentifikasi peluang brand extension. Perusahaan mencari peluang untuk memperluas brand ke segmen pasar atau kategori produk yang baru.

Setelahnya, perusahaan melakukan branding produk baru dengan merencanakan brand strategy yang tepat. Dengan melakukan branding produk baru dengan baik, perusahaan dapat memanfaatkan kekuatan brand yang ada agar konsumen dapat menerimanya dengan cepat di pasar.

Contoh dari tahap ini adalah The Coca-Cola Company yang menerapkannya dengan memperluas cakupan brand dan menciptakan portofolio berbagai minuman. Dengan menghadirkan berbagai pilihan minuman untuk berbagai momen dalam sehari, perusahaan ini memanfaatkan saluran komunikasi dan interaksi yang beragam untuk menyapa konsumen di berbagai poin.

3. Communicating OMNI Brand Values

Langkah ketiga dalam OMNI Brand Management Framework adalah mengomunikasikan nilai-nilai dari brand secara konsisten. Perusahaan harus bisa sekreatif mungkin dan menerapkan Integrated Marketing Communication (IMC) agar lebih efektif.

Dalam IMC, terdapat empat langkah. Pertama, Tactical Coordination of Marketing Communication, yang merupakan koordinasi sederhana untuk menyetujui penggunaan logo standar, slogan perusahaan, warna perusahaan, dan general message.

Kedua, Redifining the Scope of Marketing Communications‹. Di mana, perusahaan mengembangkan dan menyampaikan konten yang lebih relevan yang terhubung lebih efektif dengan target konsumen. ‹Caranya denga melihat brand-nya dari perspektif publik.

Baca juga  5 Alasan Brand Identity Penting Bagi Bisnis, Simak di sini!

Ketiga, Application of Information Technology‹. Perusahaan mengintegrasikan pendekatan komunikasi secara keseluruhan. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk mengenali, memahami, dan mengidentifikasi konsumen yang menguntungkan dan relevan dengan membangun dan mengelola database.

Terakhir, Financial and Strategic Integration. Tahap ini mencerminkan bahwa keseluruhan fungsi pemasaran dalam perusahaan terintegrasi secara strategis dan finansial.

Contoh IMC yang berhasil adalah ketika Tokopedia dengan kampanye #MulaiAjaDulu yang semakin dikenal masyarakat Indonesia. Selain mudah dipahami dan catchy, kampanye #MulaAjaDulu juga efektif dikaitkan dengan produk yang ditawarkan Tokopedia.

4. Evaluating OMNI Brand Performance

Langkah terakhir dari OMNI Brand Management Framework adalah melakukan evaluasi secara terus menerus. Di tahap ini, perusahaan bisa menggunakan dua pengukuran rasio, yaitu PAR (Purchase Action Ratio) dan BAR (Brand Advocacy Ratio).

PAR adalah metrik yang dilakukan dengan cara membandingkan antara konsumen yang mengenal brand kita dengan yang menggunakan produk atau jasa kita. Sedangkan BAR digunakan untuk mengukur antara berapa banyak konsumen yang melakukan advokasi (merekomendasikan) brand kita dengan yang kenal atau aware terhadap brand tersebut.

Semakin PAR-nya tinggi, semakin mudah produk atau jasa tersebut terjual. Sementara itu, semakin BAR tinggi, maka semakin banyak yang merekomendasikan brand tersebut di pasar. 

Dua metrik sederhana tersebut dapat dengan mudah digunakan dalam melakukan evaluasi performa brand kita dibandingkan dengan kompetitor dalam kategori bisnis yang sama sehingga kita dapat menentukan action plan yang tepat untuk melakukan improvement dari proses brand management di perusahaan.

Contohnya, ketika Domino sedang berjuang di pasar karena mengalami penurunan pizza yang drastis di tahun 2009. Kemudian, Domino memutuskan untuk melakukan brand audit terperinci dengan penelitian kualitatif dan kuantitatif yang ekstensif (surveys, focus groups, intercept interviews, social media conversations, dan ethnographic research). Dengan mengetahui consumer insights itu semua, Domino kembali melakukan brand comeback dengan strategi barunya.

Baca juga  10 Cara Meningkatkan Kemampuan Manajerial 

Kesimpulan

Secara keseluruhan, strategi OMNI Brand Management Framework memberikan panduan berupa kerangka kerja untuk perusahaan yang ingin mengelola brand secara menyeluruh dan terstruktur.

Dalam OMNI Brand Management Framework ini, perusahaan diminta untuk terus fokus pada konsistensi dan keselarasan di semua saluran interaksi yang terhubung dengan konsumen. Dengan begitu, perusahaan dapat menciptakan pengalaman brand yang kuat dan meningkatkan kepercayaan konsumen. 

Selain itu, dengan memanfaatkan teknologi, perusahaan bisa memperluas jangkauan target audiens brand dan membangun hubungan yang kuat melalui platform digital, serta dapat mencapai pengalaman brand yang menyenangkan untuk setiap konsumen.

Untuk mendapatkan wawasan bisnis yang luas, Anda bisa membaca Blog MarkPlus Institute. Di blog tersebut, Anda akan menemukan informasi berkualitas tentang berbagai aspek bisnis dan pemasaran, serta pemikiran inovatif dari para ahli di MarkPlus Institute. 

Jadi, jangan lewatkan kesempatan ini untuk meningkatkan pemahaman Anda dalam dunia bisnis dengan mengunjungi Blog MarkPlus Institute sekarang juga!

Share with Your Friends!
Avatar for Fachri Rizki
SEO Content Writer at MarkPlus Institute

Leave a Comment