Perbedaan Outsourcing vs Insourcing, Ini Jawabannya!

By

Iman Fadhilah

| Published

Outsourcing vs insourcing adalah strategi pengelolaan sumber daya dan operasional perusahaan yang masih didebatkan sampai saat ini.
Ketahui Perbedaan Outsourcing vs Insourcing di Artikel Berikut Ini!

Outsourcing vs insourcing merupakan dua pendekatan yang sering menjadi fokus perdebatan dalam dunia bisnis.

Karena, strategi pengelolaan sumber daya dan operasional adalah faktor kunci yang menentukan kesuksesan suatu perusahaan.

Selain itu, keputusan untuk melakukan insourcing atau outsourcing memiliki dampak yang signifikan pada biaya, kualitas, efektifitas operasional.

Maka, pada kesempatan kali ini kami akan membahas perbedaan antara insourcing dan outsourcing serta bagaimana kedua strategi ini memengaruhi dinamika bisnis dan pertumbuhan perusahaan.

Apa Itu Outsourcing?

Pengertian outsourcing adalah ketika perusahana mempekerjakan karyawan dari luar perusahaannya atau pihak ketiga.
Inilah Pengertian Outsourcing

Dilansir dari laman Investopedia, outsourcing adalah praktik ketika sebuah perusahaan mempekerjakan atau mengontrak karyawan dari luar perusahaan atau dari layanan pihak ketiga.

Seringkali, outsourcing dilakukan untuk mengurangi biaya operasional yang mencakup gaji karyawan, pelatihan, dan sarana prasarana lainnya.

Kemudian, dengan melakukan outsourcing perusahaan dapat mengakses keahlian yang mungkin perusahaan tersebut tidak miliki di tim internalnya.

Hal ini sangat penting untuk keberlangsungan pekerjaan yang bersifat spesialis atau teknis.

Selain itu, dengan mengontrakkan tugas-tugas tertentu kepada pihak luar, perusahaan dapat fokus pada kegiatan inti atau bisnis mereka.

Sehingga, perusahaan dapat meningkatkan kualitas produk atau layanan yang mereka tawarkan.

Apa Itu Insourcing?

Insourcing adalah ketika perusahaan menjalankan aktivitas atau layanan dan pekerjaan menggunakan sumber daya internal perusahaannya.
Berikut Ini Adalah Pengertian dari Insourcing

Insourcing adalah ketika perusahaan memutuskan untuk menjalankan aktivitas atau layanan dengan menggunakan sumber daya yang berasal dari internal perusahaan.

Jadi, insourcing adalah kebalikan dari outsourcing. Tujuan perusahaan dalam melakukan insourcing pun juga berbeda dengan outsourcing.

Insourcing jadi opsi utama jika perusahaan memiliki sumber daya dan keahlian yang diperlukan untuk melakukan tugas tersebut.

Baca juga  Pentingnya Manajemen Risiko Usaha untuk Perusahaan Dan Bisnis Anda

Sehingga, biaya yang dikeluarkan akan lebih murah dan efisien dibanding mengontrak pekerja dari pihak ketiga atau luar perusahaan.

Dengan insourcing pula, perusahaan dapat mempertahankan kontrol penuh atas karyawannya.

Dalam hal ini adalah kerahasiaan perusahaan, dan mengoptimalkan sumber daya dan keahlian yang sudah ada di dalam perusahaan.

Perbedaan Outsourcing vs Insourcing

Perbedaan outsourcing vs insourcing terletak pada kualitas pekerjaannya, kendali atas pekerja, dan biaya yang dikeluarkan.
Ilustrasi Perbedaan Insourcing dan Outsourcing

Perbedaan utama antara outsourcing vs insourcing terletak pada dari mana sebuah perusahaan mempekerjakan seseorang, dari pihak internal atau eksternal.

Namun, ada beberapa perbedaan utama antara outsourcing vs insourcing yang telah kami rangkum berdasarkan kelebihannya dan kekurangannya.

Kelebihan dan Kekurangan Outsourcing

Kelebihan

  • Akses ke lebih banyak tenaga kerja
  • Waktu penyelesaian yang lebih cepat
  • Biaya tenaga kerja yang lebih rendah
  • Peningkatan fleksibilitas

Kekurangan

  • Masalah pengendalian kualitas
  • Kurangnya transparansi terhadap perusahaan yang mengontrak
  • Hambatan bahasa ketika mempekerjakan orang dari luar negeri

Kelebihan dan Kekurangan Insourcing

Kelebihan

  • Kendali dan visibilitas yang lebih baik
  • Penghematan biaya ketika perusahaan sudah memiliki SDM yang dibutuhkan
  • Optimalisasi sumber daya dan infrastruktur perusahaan.

Kekurangan

  • Kurang fleksibel dan adaptif ketika pekerja belum terbiasa cross-function
  • Keterbatasan keterampilan untuk pekerjaan spesialis

Mana yang Lebih Baik, Outsourcing atau Insourcing?

Baik outsourcing dan insourcing sama-sama memiliki kelemahan dan kelebihan.
Outsourcing dan Insourcing Sama-Sama Memiliki Kelebihan dan Kelemahan

Outsourcing dan insourcing sama-sama memiliki kelebihan dan kelemahan. 

Menentukan mana yang lebih baik dipakai untuk perusahaan anda tergantung pada faktor-faktor lain selain dari kelebihan dan kekurangannya.

Misalnya, dalam hal efisiensi biaya, kualitas pekerjaan, tingkat kendali, jenis pekerjaan, dan budaya perusahaan dapat menjadi faktor yang mempengaruhi hal tersebut.

Jadi, kedua opsi samalah baik dan memiliki kekurangannya.

Jika perusahaan Anda terbiasa untuk memiliki kendali atas pekerjaan, menghasilkan layanan berkualitas tinggi, dan karyawan jangka panjang maka insourcing adalah pilihan terbaik.

Baca juga  Halo Effect: Pengertian, Dampak, dan Cara Mengatasinya

Namun, kelemahan insourcing terdapat pada fleksibilitas, dan cost yang lebih mahal daripada outsourcing.

Tapi jika perusahaan Anda membutuhkan kerja dengan kuantitas tinggi, cost yang rendah, tidak perlu infrastruktur operasional, maka outsourcing adalah pilihan yang terbaik.

Kelemahan outsourcing terletak pada kualitas pekerjaan yang tidak sebaik karyawan insourcing dan transparansi serta Anda tidak memiliki kendali penuh atas pekerjaan Anda.

Hal ini dikarenakan pekerja insource dapat dikendalikan dengan lebih mudah sehingga pekerjaan dapat memenuhi standar spesifikasi perusahaan.

Sedangkan pekerjaan yang dihandle oleh perusahaan outsourcing sangat bergantung pada penyedia layanan sehingga sulit untuk menghasilkan pekerjaan yang berkualitas baik.

Jadi, tentukan mana yang lebih cocok dengan perusahaan Anda, apakah insourcing atau outsourcing?

Kembangkan Skill Manajerial Perusahaan Anda Dengan Executive Education Program

Kembangkan skill manajerial perusahaan Anda dengan mengikuti pelatihan eksekutif dari MarkPlus Institute!
Salah Satu Cara Untuk Memiliki Skill Manajerial Perusahaan yang Baik Adalah Dengan Mengikuti Pelatihan Eksekutif

Dalam konteks pengembangan skill manajerial perusahaan, Executive Education Program (EEP) adalah program pendidikan eksekutif yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan manajerial para eksekutif dan pemimpin perusahaan. 

Program ini mencakup berbagai topik, termasuk strategi bisnis, kepemimpinan, dan pengambilan keputusan. 

Melalui EEP, para eksekutif dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mengelola perusahaan dengan lebih efektif, termasuk dalam hal pengambilan keputusan terkait outsourcing, insourcing, atau aspek lain dari operasi bisnis.

Jika Anda tertarik dengan program ini, silahkan simak artikel Executive Education Program lewat link berikut ini.

Kemudian jika Anda suka dengan artikel ini, simak artikel lainnya seputar manajemen, leadership, dan marketing pada link yang tertera berikut.

Ayo, #PerluasKapasitas bersama MarkPlus Institute!

Share with Your Friends!

Leave a Comment