Pengertian, Sejarah, dan Manfaat E-Learning

By

MarkPlus Institute

| Published

Manfaat E-learning
Manfaat E-learning | MarkPlus Institute

Semua orang yang menggunakan sistem E-Learning akan selalu mengampanyekan betapa hebatnya dan mudahnya sistem ini. Di dunia yang serba online seperti saat ini, E-Learning telah menawarkan banyak manfaat bagi semua kalangan, baik dari pelajar, mahasiswa, bahkan karyawan kantor dan perusahaan. Tapi sebenarnya e-Learning itu apa sih? Harus diakui bahwa e-Learning sedang tren saat ini. Khususnyauntuk perusahaan professional, e-Learning telah menjadi metode yang sangat efektif, berbiaya rendah, dan menghemat waktu proses pelatihan karyawan. Sebagai gantinya, karyawan atau pekerja yang belajar dengan sistem ini mendapat manfaatt dengan dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka dengan nyaman dan mudah. Sistem E-Learning ini pun bisa dimanfaatkan oleh perusahaan ini atau organisasi-organisasi besar lainnya untuk melatih mitra dan konsumen mereka untuk meningkatkan adopsi, retensi, dan akhirnya, pendapatan penjualan produk perusahaan atau organisasi tersebut. Permintaan untuk solusi E-Learning tidak menunjukkan tanda-tanda memudar. Pada tahun 2026, diperkirakan industri e-learning di seluruh dunia akan bernilai hingga $375 miliar! Nah karena itu, uk kita lihat lebih jauh tentang apa sih itu E-Learning dan pengertiannya, jenisnya, tools yang muncul dalam penggunaan E-Learning, dan manfaat yang ditawarkannya kepada organisasi kamu!

Pengertian E-Learning

Nah sebelum mengenal E-Learning secara lebih lanjut yuk kita lihat definisi E-Learning. Jadi, apa itu E-Learning? Sistem Electronic Learning (E-Learning), atau sistem pembelajaran elektronik, adalah penyampaian pembelajaran dan pelatihan melalui sumber daya digital. E-Learning didasarkan pada sistem pembelajaran formal atau konvensional, dimana perbedaannya sistem ini disediakan melalui perangkat elektronik seperti komputer, tablet, dan bahkan telepon seluler yang terhubung ke internet. Ini memudahkan pengguna untuk belajar kapan saja, di mana saja, dengan sedikit batasan. Pada dasarnya, E-Learning adalah pelatihan, pembelajaran, atau pendidikan yang disampaikan secara online melalui komputer atau perangkat digital lainnya.

Sejarah E-Learning

Istilah “E-learning” diciptakan pada November 1999 oleh Elliott Masie, seorang pakar teknologi pendidikan Amerika, di Konferensi TechLearn yang ia ikuti, dimana ia menjelaskan bahwa, “E-Learning adalah penggunaan teknologi jaringan untuk merancang, mendistribusikan, memilih, mengelola, dan berbagi pembelajaran.”

Pada tahun 2000, E-Learning mengalami revolusi nyata sebagai teknologi dengan dirilisnya OLAT, sistem manajemen pembelajaran sumber terbuka pertama. Pada tahun yang sama, versi pertama dari SCORM (Sharable Content Object Reference Model) dirilis, standar yang memungkinkan pengguna mengemas konten dan mendistribusikannya dalam LMS.

Di awal tahun 2000-an, perangkat mobile mulai merambah dalam bentuk smartphone dan tablet. Mereka tidak lagi digunakan secara eksklusif untuk melakukan panggilan: penggunanya dapat menonton video, membaca buku, dan bermain game di ponsel mereka. Hal ini mendorong perusahaan layanan seluler untuk meningkatkan konektivitas mereka. Ini juga yang kemudian yang membuka jalan pada kepopuleran E-Learning hingga saat ini.

Baca juga  E-Learning untuk training perusahaan: MOOC, COOC, SPOC, SOOC

Cara Kerja E-Learning

Nah kamu sudah tau kan definisi dan sejarah E-Learning? Menerapkan E-Learning ke dalam perusahaan atau organisasi kamu nyatanya akan bermanfaat dan mudah dilakukan. Apakah kamu ingin menggunakan E-Learning agar karyawan kamu tetap mengetahui kebijakan perusahaan, atau untuk membantu pelanggan kamu lebih memahami produk-mu, ada sejumlah metode E-Learning yang bisa kamu pakai.

Menggunakan Sistem LMS

Sistem manajemen pembelajaran atau learning management system (LMS) adalah aplikasi perangkat lunak yang digunakan untuk menyampaikan pelatihan online. LMS yang bagus akan memiliki fitur dan dukungan yang kamu butuhkan untuk menjalankan strategi E-Learning-mu dengan sempurna. Memilih LMS yang cocok pada awalnya cukup menantang, namun hal ini bisa kamu atasi dengan menganalisis kebutuhan pelatihan kamu yang sesuai dengan kebutuhan-mu. Ada beberapa jenis LMS yang dapat kamu pilih, misalnya yang berbasis cloud, open source, komersial, dan berbasis instalasi. LMS berbasis cloud telah menjadi default untuk pembelajaran online karena memungkinkan kamu membuat kursus dengan cepat, mendaftarkan pengguna dengan mudah, dan melaporkan kemajuan pelajar E-Learning tersebut secara akurat. 

Pemanfaatan SCORM

Bagi kamu yang baru mengenal dunia E-Learning, istilah SCORM mungkin awalnya membingungkan, namun disini kita akan menjabarkannya dengan lebih jelas. Penggunaan SCORM sendiri akan memberi pelajar E-Learning kamu pengalaman yang lebih interaktif dan menarik, dan memungkinkan kamu mengontrol waktu yang dihabiskan untuk kursus dan pembelajaran yang dibuat.

SCORM sendiri merupakan singkatan dari Shareable Content Object Reference Model. Mudahnya, SCORM adalah sekumpulan spesifikasi teknis yang dikembangkan untuk memberikan pendekatan umum tentang bagaimana konten E-Learning dikembangkan dan digunakan. Sistem SCORM menstandarisasi cara sistem E-Learning dibuat dan diluncurkan. Jika kursus kamu diterbitkan dalam format SCORM, maka dapat dipastikan bahwa hampir semua sistem manajemen pembelajaran (LMS) akan mengenalinya. Namun, perlu diketahui bahwa SCORM juga akan menambah biaya tambahan dalam sistem E-Learning mu, karena adanya penggunaan authoring tool. Tapi tetap saja, manfaat menggunakan SCORM dalam kursus E-Learning kamu akan tetap worth it!

Menggunakan xAPI

Selama beberapa tahun terakhir, xAPI telah menjadi standar baru yang populer untuk memberikan pelatihan online. xAPI sering digambarkan sebagai evolusi berikutnya dari SCORM, karena telah mendefinisikan ulang beberapa praktik dasar dalam melacak pengalaman belajar pengguna sistem E-Learning. Sebagai evolusi baru, xAPI dapat menghilangkan banyak batasan spesifikasi lama dan menawarkan tingkat fleksibilitas yang sesuai dengan dunia yang serba cepat saat ini. Experience API – disebut juga xAPI atau Tin Can API – adalah sebuah spesifikasi interoperabilitas teknologi pembelajaran yang memudahkan produk teknologi pembelajaran untuk berkomunikasi dan bekerja satu sama lain. Ini artinya kamu bisa mem-“plug and play” konten, platform, dan aplikasi yang mengimplementasikan xAPI ke dalam Learning Record Store (LRS) kamu semudah mencolokkan perangkat USB ke komputer-mu.

Baca juga  3 Pilihan SertifikasI BNSP Marketing dari LSP Pemasaran

xAPI berbeda dari spesifikasi interoperabilitas sebelumnya, seperti SCORM, karena tidak terbatas hanya untuk melacak kursus dan penyelesaian. Dengan xAPI, kamu dapat melacak apa pun yang dilakukan pembelajar”apakah itu pengalaman belajar yang lebih inovatif (seperti game, video, atau aplikasi seluler) atau tugas pekerjaan yang mempraktikkan pembelajaran. Kamu bisa menyatukan data dari LMS, aplikasi, platform sosial, pelatihan kelas, dan tugas dunia nyata kamu bersama-sama dalam satu sistem untuk membuat sebuah laporan yang komprehensif! Tidak seperti SCORM, xAPI tidak mengharuskan Anda mengemas konten ke dalam file ZIP, karena kamu cukup menghosting konten di server dan mengaksesnya melalui Single Sign On (SSO).

Peruntukan Pelatihan E-Learning

Orang menggunakan E-Learning karena berbagai alasan, baik itu untuk mengembangkan keterampilan baru atau belajar dari jarak jauh. Ini dikarenakan kemudahan dan aksesibilitas yang ditawarkan E-Learning sangatlah besar. Biasanya, E-Learning sendiri diperuntukan untuk 4 jenis pelatihan E-Learning

Untuk Pelatihan Karyawan

Pelatihan karyawan adalah jenis peruntukan E-Learning yang paling sering digunakan. Organisasi atau perusahaan memanfaatkan pelatihan karyawan untuk berbagai alasan, seperti memasukkan karyawan baru dan meningkatkan kinerja karyawan. Melatih karyawan menggunakan LMS memformalkan penyampaian pelatihan dan membuatnya lebih efisien. Dibandingkan dengan pelatihan tradisional, E-Learning lebih efektif mendorong pengembangan profesional dengan mempromosikan pengetahuan dan pembiasaan penggunaan E-Learning kedepannya. Selain itu, LMS yang digunakan juga harus memungkinkan perusahaan atau organisasi membuat ujian, menjalankan laporan, dan mengumpulkan umpan balik sehingga perusahaan atau organisasi tersebut dapat terus menilai dan meningkatkan kinerja pelatihan karyawan mereka.

Pelatihan Kepatuhan

Pelatihan kepatuhan merupakan kebutuhan bagi sebagian besar perusahaan. Ini memberi tahu karyawan kamu tentang undang-undang atau peraturan yang berlaku untuk peran dan industri mereka. Pelatihan kepatuhan bersifat wajib dan membahas topik-topik seperti kesehatan, keselamatan, dan etika di tempat kerja. Beberapa contoh pelatihan kepatuhan misalnya pelatihan keanekaragaman di ruang kerja, pelatihan terkait SDM, atau pelatihan anti-pelecehan seksual. Menjalankan program pelatihan kepatuhan yang lancar membantu meminimalkan risiko ketidakpatuhan dan menjaga reputasi kamu dan perusahaan kamu. Karyawan yang ada juga akan mendapat manfaat dari tempat kerja yang lebih aman dan produktif.

Pelatihan Pelanggan

Program pelatihan pelanggan juga dapat membantu pelanggan kamu menggunakan dan memahami produk atau layanan kamu. Jenis pelatihan ini cukup populer di kalangan perusahaan penyedia perangkat lunak. Selain meningkatkan pengalaman pelanggan, pelatihan pelanggan juga bermanfaat bagi organisasi yang menjalankannya. Kamu akan mengalami orientasi pelanggan yang lebih baik, peningkatan keterlibatan pelanggan dengan produk atau layanan kamu, dan retensi pelanggan yang lebih baik.

Baca juga  Rekomendasi Authoring Tools E-Learning Terbaik 2023!

Pelatihan Mitra

Pelatihan mitra memberi mitra kamu alat yang mereka butuhkan untuk menjadi anggota jaringan bisnis kamu. Jenis pelatihan ini meliputi pelatihan informasi produk, pelatihan penjualan, pelatihan dukungan, bimbingan pemasaran, dll. Seringkali pelatihan bersertifikat merupakan prasyarat untuk menjadi mitra. Pelatihan mitra menghadirkan banyak manfaa, dimana pelatihan ini dapat membantu kamu melibatkan mitra, mengurangi biaya pendukung, meningkatkan skala bisnis kamu, dan bahkan melindungi citra merek kamu!

Manfaat Pemanfaatan E-Learning untuk Perusahaan Kamu

Nah kamu sudah tau kira-kira E-Learning digunakan untuk apa saja. E-Learning sendiri sangat bermanfaat. Di sini kamu akan melihat lebih detail tentang manfaat yang lebih luas dari penggunaan E-Learning di organisasi atau perusahaan kamu.

Penggunaan E-Learning Bisa Menghemat Biaya

Ini adalah salah satu manfaat paling signifikan yang disajikan E-Learning. Pelatihan tradisional bisa menjadi cukup mahal dan seringkali menghabiskan sumber daya yang lebih. E-Learning menghilangkan kebutuhan akan materi pelatihan cetak yang mahal dan bahkan instruktur di tempat. Jika modul dalam konten kamu perlu diubah, ini dapat dilakukan dengan mudah melalui LMS yang kamu miliki tanpa harus mencetak dan mendistribusikan materi pelatihan yang diperbarui secara offline

Penggunaan E-Learning akan Menghemat Waktu

Untuk pemberi kerja, E-Learning membuat pembaruan apa pun yang perlu kamu sampaikan tetap sederhana. Baik ketika kamu perlu menerapkan perubahan pada konten pelatihan atau kebijakan perusahaan, E-Learning memungkinkan kamu menambahkannya ke LMS dengan mudah. Hal ini menghemat banyak waktu kamu dalam merubah konten yang sudah ada. Pengguna E-Learning kamu juga dapat menghemat waktu dengan mengakses konten di mana dan kapan pun mereka membutuhkannya, daripada mengandalkan pelatihan yang rigid dan terjadwal. Kamu juga bisa  menggunakan LMS untuk mengotomatiskan tugas manual, dimana hal ini akan membuat manajemen pelatihan menjadi lebih efisien.

Penggunaan E-Learning Meningkatkan Kinerja dan Produktivitas

E-Learning memungkinkan penggunanya untuk menyelesaikan pelatihan mereka dengan cepat dan lebih mudah, sehingga menghasilkan peningkatan kinerja dan produktivitas yang lebih besar. Peserta E-Learning melihat penggunaan sistem ini memungkinkan mereka dapat berpartisipasi dalam pelatihan sesuai kenyamanan mereka. Mereka akan merasa lebih termotivasi untuk mencapai tujuan profesional mereka melalui E-Learning, karena E-Learning memberi mereka fleksibilitas untuk belajar dengan kecepatan mereka sendiri dan dari lokasi yang mereka pilih.

Dampak Lingkungan Lebih Rendah

Semakin banyak organisasi dan perusahaan juga telah melakukan upaya sadar untuk mengurangi jejak karbon mereka sebagai bagian dari strategi tanggung jawab perusahaan mereka. E-Learning adalah metode yang efektif jika kamu bertujuan untuk memiliki dampak lingkungan yang lebih rendah. Sistem ini menawarkan alternatif untuk pembelajaran berbasis kertas dan berkontribusi pada tempat kerja yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Sekarang sudah paham kan apa itu E-Learning dan berbagai potensi manfaatnya untuk perusahaan dan organisasi kamu? Yuk dicoba!

Share with Your Friends!
Avatar for MarkPlus Institute
MarkPlus Institute Team

Leave a Comment