Saat ini, kesadaran akan konsep sustainable (berkelanjutan) tidak lagi sebatas pada memilah sampah atau menggunakan produk rumah tangga yang ramah lingkungan. Seiring waktu, konsep ini juga berlaku pada dunia kecantikan yang kini dikenal dengan sebutan sustainable beauty.

Selain aman untuk lingkungan, tren sustainable beauty juga tentunya tidak menghilangkan fungsi utama produk kecantikan sebagai alat atau obat perawat kulit yang aman digunakan. Lantas, seperti apa penerapan sustainable beauty? Apa saja brand yang telah menerapkan konsep tersebut? Simak penjelasannya di bawah ini, ya!

Apa itu Sustainable Beauty?

Pada dasarnya, sustainable beauty merujuk pada konsep produk kecantikan yang mempertimbangkan dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi. Hal ini sudah mencakup pertimbangan terhadap bahan baku, proses produksi, kemasan, distribusi, penggunaan produk, hingga pembuangan produk. 

Tujuannya adalah menciptakan produk dan praktik yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan secara keseluruhan.

Prinsip Sustainable Beauty

Sustainable beauty memiliki sejumlah ciri-ciri atau prinsip yang harus diterapkan oleh brand atau perusahaan yang memproduksinya. Beberapa di antaranya, yaitu:

1. Menggunakan Bahan Baku Berkelanjutan

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, bahwa perusahan yang memproduksi produk kecantikan yang sustainable, wajib memilih bahan baku yang diperoleh dengan cara yang bertanggung jawab, seperti bahan organik dan mendukung praktik pertanian yang berkelanjutan.

Baca juga  6 Langkah Agile Marketing, Solusi Efisiensi Kerja Tim Pemasaran

2. Produksi yang Ramah Lingkungan

Selain menggunakan bahan baku yang berkelanjutan, perusahaan juga perlu melakukan proses produksi yang lebih efisien dalam penggunaan energi, mengurangi limbah, dan meminimalkan dampak lingkungan.

3. Kemasan Berkelanjutan

Salah satu prinsip yang sering disepelekan, padahal sangat penting sebab kemasan akan segera dibuang jika produk sudah di tangan konsumen. Maka, perusahaan perlu menggunakan kemasan yang ramah lingkungan, seperti kemasan yang dapat didaur ulang atau terbuat dari bahan yang dapat terurai dengan mudah.

4. Tanpa Uji Coba pada Hewan

Saat ini, sudah banyak produk kecantikan yang melabelkan dirinya dengan istilah “animal cruelty free”. Hal ini tentu saja perlu dilakukan oleh tiap perusahaan yang memproduksi produk kecantikan untuk tidak menguji produknya pada hewan dan mematuhi segala prinsip keadilan hewan.

5. Etika dan Sosial

Perusahaan wajib menerapkan praktik bisnis yang etis, seperti memerhatikan dan memenuhi hak pekerja, kesetaraan serta melakukan dukungan terhadap komunitas lokal.

6. Edukasi Pelanggan

Prinsip sustainable beauty tidak hanya seputar produk itu saja, melainkan juga perusahaan berupaya untuk memberikan informasi kepada konsumen tentang cara menggunakan produk tersebut dengan bijak, mengurangi pemborosan dan mendukung pemahaman tentang pentingnya keberlanjutan dalam kecantikan.

Manfaat Penerapan Konsep Sustainable Beauty

Penerapan konsep sustainable beauty memiliki banyak manfaat, tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi masyarakat, produsen, dan konsumen. Berikut ini penjelasannya:

1. Melestarikan Lingkungan

Konsep sustainable tentunya mampu mengurangi dampak negatif dari industri kecantikan terhadap lingkungan, seperti polusi air, tanah, dan udara. Dengan menggunakan bahan baku yang berkelanjutan dan proses produksi yang lebih ramah lingkungan, sustainable beauty membantu melindungi keanekaragaman hayati dan sumber daya alam.

Baca juga  Brand Loyalty: Definisi, Fungsi & Cara Membangunnya

2. Mengurangi Limbah

Dapat mengurangi limbah plastik dan non-biodegradable sebab sustainable beauty menggunakan kemasan yang dapat didaur ulang atau terurai dengan mudah. Hal ini akan membantu mengurangi jumlah sampah yang masuk ke lingkungan dan meminimalkan pencemaran plastik.

3. Memberdayakan Ekonomi Lokal

Dengan mendukung pertanian organik dan komunitas lokal dalam rantai pasokan, sustainable beauty dapat memberdayakan ekonomi lokal dan mendukung praktik pertanian yang berkelanjutan.

4. Meningkatkan Inovasi Teknologi

Adopsi konsep sustainable beauty mendorong inovasi dalam teknologi dan metode produksi yang lebih ramah lingkungan. Hal inii dapat menciptakan peluang baru dalam industri dan membantu memajukan solusi berkelanjutan.

5. Meningkatkan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Sustainable beauty mencerminkan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan, sehingga akan menciptakan reputasi positif bagi perusahaan dan dapat meningkatkan kepercayaan konsumen.

Contoh Penerapan Konsep Sustainable Beauty pada Brand Lokal

Hingga saat ini, sudah banyak brand skincare lokal yang menerapkan prinsip-prinsip dari sustainable beauty, berikut ini akan dijelaskan beberapa contohnya, antara lain:

1. Avoskin

Dalam praktik bisnisnya, Avoskin, brand skincare lokal asal Yogyakarta, berkomitmen untuk senantiasa menghadirkan produk skincare yang inovatif dan berkualitas. Brand ini memegang prinsip 3P, yaitu People, Planet dan Profit. Hal tersebut dibuktikannya melalui inisiasi kampanye alam, yaitu Avorestation 1 Tiket = 1 Pohon.

Dalam kampanye ini, Avoskin berhasil mengumpulkan dan menanam pohon sebanyak 2.565 buah yang terbagi ke dalam jenis alpukat, jambu air dan trembesi. Pohon-pohon tersebut ditanam di beberapa titik lokasi penanaman seperti Gunung Sawur Lumajang, Awi Poleng Bandung, Jabungan Semarang, dan Bukit Puntong Sumiak Kalimantan Barat.

2. Keina Beauty

Keina beauty merupakan brand skincare lokal yang memiliki prinsip pada eco-friendly, cruelty free dan berdampak positif pada keberlangsungan bumi, serta memberikan efek maksimal bagi kesehatan dan kecantikan kulit.

Baca juga  Sustainable Marketing: Pengertian, Prinsip, Manfaat, dan Contoh Penerapannya dalam Bisnis

Saat ini, Keina Beauty memiliki 4 jenis produk (face wash, moisturizer, cc cream, dan essence) dan seluruh produk tersebut bersumber dari bahan baku alami yang diperoleh tanpa mengeksploitasi alam.

Tidak adanya kandungan iritan dan minimnya bahan kimia membuat produk Keina Beauty aman diaplikasikan pada semua jenis kulit. Proses produksinya pun dilakukan tanpa uji pada hewan dan setiap produk dikemas secara bertanggung jawab dalam kemasan yang ramah lingkungan.

Penutup

Seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan, pelanggan skincare akan mulai memilih dan beralih kepada produk yang berlabel istilah sustainable, seperti eco-friendly, cruelty free, vegan dan lain sebagainya. Oleh karena itu, penting sekali bagi Anda yang sedang mengembangkan bisnis di dunia kecantikan untuk memahami konsep ini dengan baik dan benar.

Anda bisa mempelajari sustainability beauty lebih mendalam bersama program kekhususan eksekutif kolaborasi antara Unika Atma Jaya, universitas yang mengusung kajian sustainability komprehensif di Indonesia, dengan MarkPlus Institute, konsultan pemasaran pertama dan ternama di Indonesia, yaitu Program Master in Management Sustainability Marketing.

Program ini bertujuan untuk membentuk talenta organisasi yang mampu membangun strategi bisnis, memahami manajemen bisnis berkelanjutan dan menguasai strategi marketing yang aplikatif dan bisa membangun market competitiveness. Tunggu apalagi? Jadilah bagian dari Sustainability Marketing sekarang juga!

Untuk informasi lebih lanjut, klik tautan berikut ini Sustainability Marketing

Share with Your Friends!
Avatar for Atha Hira
SEO Writer

Leave a Comment