MarkPlus Institute dan Toko Buku Periplus berkolaborasi, menyelenggarakan bincang buku kedua dengan topik The Psychology of Money: Memaknai Kembali Maksud dari ‘Memiliki’. Dalam bincang buku kali ini, dipandu dengan Jacky Mussry, selaku Chief Executive Officer of MarkPlus Inc, mengundang Anggie Marthin selaku Bank BRI, BRILian Scholarship awardee MT, dan Hestia Istivani selaku initiator dari Baca Bareng.

Buku yang dibahas dalam topik ini termasuk best seller di Toko Periplus dan global, yaitu The Psychology of Money oleh Morgan Housel. Kedua pembicara, Anggie dan Hestia juga memberi rating 5/5 dan 4/5 setelah membaca buku ini, menurut mereka buku ini sangat cocok untuk dibaca anak muda khususnya fresh-graduate dan orang-orang yang ingin transisi untuk me-manage finansial. Jacky Mussry bertanya kepada dua pembicara bagian mana yang paling menarik, menurut Anggie adalah bagaimana Morgan Housel sebagai penulis menunjukan kebahagiaan hidup itu sederhana saat Morgan dan istrinya mengelola keungan. Untuk Hestia, didalam bab ‘Never Enough’ berpengaruh untuk membatasi pengeluaran dan tidak mudah goyah terpengaruh media sosial.

Hal penting untuk diingat saat perbincangan adalah, pentingnya untuk mempertahankan kekayaan dari pada menjadi kaya. Karena menurut Hestia berbuat baik tidak selalu butuh uang, dan dengan kekayaan berbuat baik pun juga akan berdampak lebih, menurut Anggie, refleksi diri kita di masa lalu itu penting dari pada membandingkan diri dengan orang lain saat kita sudah merasa kaya. Poin menarik lainya, terkait freedomdimana punya pengendalian terhadap waktu adalah sebuah kepercayaan diri. Angie merasa bersyukur mempunyai waktu yang cukup luang untuk dibagi, walau terkesan pendapatanya tidak lebih tinggi dari teman-temanya. Angie juga menambahkan betapa sulitnya menghindari FOMO (fear of missing out) sebagai Gen-Z, dan menurut Hestia waktu adalah hak istimewa, dan harus bisa mengapresia batasan untuk diri sendiri.

Baca juga  Contoh Strategi Pemasaran dari Apple yang Terbukti Efektif!

Disini Jacky Mussry, Angie, dan Hestia berbagi tips bagaimana sih cara menabung sebagai anak muda atau Gen Z?Menurut Hesti harus bisa mengatur prioritas untuk menyeimbangkan dunia kerja dan gaya hidup, sedangkan menurut Angie ada namanya Generational Wealth dimana mengukur keuangan melalui generasi ke generasi. Intinya untuk mengatur keuangan, kamu tidak harus pintar tapi mulai dari kamu dan lingkungan seperti orang-orang di sekitar, media sosial, dan kemauan diri kamu untuk lebih terbuka, yang dapat membangun soft-skills, dan nantinya kamu juga bisa learn and re-learn.

Ada hal yang menarik untuk diingat, dimana kamu tidak harus belajar mengenai suku bunga, keamanan atau ketidakamanan. Kamu harus hati-hati dalam memilih siapa yang kamu contoh atau idolakan, dan siapa yang kamu remehkan bahkan di hiraukan. Menurut pembicara, tidak semua kesuksesan adalah hasil kerja keras, dan tidak semua kemiskinan karena kemalasan. Menurut Hestia, ada kemiskinan sistemik yang mempengaruhi isu kesetaraan, dan menurut Angie adanya nepotisme sebagai latar belakang, dan orang-orang disekitar dapat mempengaruhi hidup kita atau bagaimana kita mengambil keputusan.

Dalam topik ini, makna memiliki menurut Hestia adalah ketika memiliki sebuah kebebasan untuk tidak lagi mengejar uang, dan menurut Angie adalah ketika sudah memiliki kesempatan untuk memikirkan masa depan. Jacky Mussry mengutip Ã¢â‚¬Å“spending money to show how much money do you have is the fastest way to lose money” yang dimana Angie berpendapat bahwa tidak perlu menghamburkan uang untuk membeli barang-barang yang nantinya membuat diri sendiri bangkrut, kenuntungan dan resiko memiliki relasi dimana orang bisa mengambil banyak resiko karena mereka juga punya banyak hak istimewa.

Selanjutnya untuk diingat, hal kecil itu berarti. Menurut Hestia, seperti memilih makanan, dimana terkadang makanan warteg memiliki nutrisi yang sama dengan menu katering sehat bisa jauh lebih murah. Adanya rutinitas menurut Hesti yang menyangkut cinta dan benci, contohnya jika kita hobi membaca namun saat di-endorse untuk mengulas buku yang tidak diminati, membaca tidak lagi menjadi pengalaman menyenangkan. 

Baca juga  Dorong UMKM Naik Kelas, MarkPlus Institute dan Pertamina Jalankan UMK Academy dan Pertapreneur Aggregator 2023

Terkait masalah kredit, menurut Angie kartu kredit adalah bisnis besar, namun dari kita harus bisa memastikan batasan, menurut Hestia harus bisa membedakan hutang konsumtif dan produktif, seperti hutang tidak masalah asalkan untuk produktivitas. Contohnya saat influencer butuh barang untuk konten, yang nantinya menghasilkan uang.

Jadi dari topik perbincangan buku The Psychology of Money, apa yang bisa dipetik?

Hesti meng-highlight bab yang menurutnya menarik dan penting yaitu Never Enough, Compounding Effect, Wealth and Rich atau kemakmuran dan kekayaan. Angie memberi saran penting yaitu, bagaimana memetakan menabung dan tidak perlu membandingkan diri dengan orang lain.

Jadi, bagaimana denganmu? Apakah sudah mulai mengelola dan merencanakan keuanganmu dengan tepat?

Share with Your Friends!
Avatar for Talitha Fakhira
Research and Development team

Leave a Comment