Think Again: Menimbang Ulang Proses Berpikir Kita

By

Talitha Fakhira

| Published

Think Again - Adam Grant
Book Review

Pada tanggal 23 Februari 2023, MarkPlus bersama Periplus mengadakan acara Bincang buku M Periplus Book Club yang berjudul Think Again: Menimbang Ulang Proses Berpikir Kita di Philip Kotler Theater, MarkPlus Office yang berlokasi di Gedung EightyEight. Buku yang dibahas dalam rangkaian acara kali ini merupakan buku karangan Adam Grant yang berjudul Think Again: The Power of Knowing What You Don’t Know. Buku ini mengajarkan kita untuk menerapkan berpikir ulang (rethinking) dalam kehidupan sehari-hari sehingga kita bisa menempatkan diri dalam kondisi prima untuk selalu berkembang sebagai individu. Rangkaian acara kali ini diramaikan oleh dua pembicara tamu, Purwoningsih atau yang lebih dikenal sebagai Kak Mimo, founder dari @thema_mama dan Kak Dian Yosi, CEO dari @vlarishoes.

Berpikir Ulang

Buku Think Again karya Adam Grant ini memang bisa memberikan banyak inspirasi dan pelajaran yang bisa kita terapkan di dunia kerja. Pembicara tamu yang hadir dalam acara diskusi buku ini juga memberikan insight yang menarik.

Kak Dian, misalnya, mengatakan bahwa buku ini membantunya untuk lebih memahami preferensi pelanggan dalam memilih produk. Dengan berpikir ulang atau rethinking, kita bisa menempatkan diri kita pada sudut pandang pelanggan, sehingga mampu menghadirkan produk yang lebih baik.

Sementara itu, Kak Mimo mengaplikasikan konsep rethinking di pekerjaannya sebagai ahli psikologi. Dia belajar menjadi mediator yang lebih baik dan mampu memfasilitasi kliennya dalam berpikir ulang terkait risiko-risiko dari solusi-solusi tertentu.

Namun, pada sesi tanya jawab, hadirin bertanya sejauh mana kita harus melakukan rethinking. Menurut Kak Mimo, rethinking juga memerlukan penyesuaian dengan norma dan agama. Kita harus mempertanyakan tujuan dari kegiatan rethinking yang kita lakukan. Jangan sampai kita hanya membuang-buang waktu dan energi untuk hal yang kurang penting.

Baca juga  Review Buku 80/20: Achieve More with Less

Kak Ardhi, sebagai moderator acara, menekankan bahwa di zaman yang serba cepat ini, sangatlah penting untuk mengetahui kapan harus terus maju dan kapan harus berhenti. Jangan sampai kebenaran yang dicari menjadi lebih penting daripada kebenaran itu sendiri.

Dari diskusi buku Think Again ini, kita bisa belajar bahwa rethinking atau berpikir ulang memang sangat penting untuk membuka wawasan baru dan mencapai kesuksesan. Namun, kita juga harus pandai-pandai dalam mengaplikasikannya dan tidak hanya melakukan rethinking untuk hal-hal yang kurang penting.

Konsisten dalam Pengembangan Diri

Buku Think Again karya Adam Grant memang menawarkan konsep berpikir ulang yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk mencapai pengembangan diri secara konstan. Hal ini diungkapkan oleh para pembicara tamu yang hadir dalam acara diskusi buku tersebut.

Kak Dian, misalnya, memberikan contoh kasus Apple dalam proses pengembangan iPhone. Terlepas dari tekanan yang diberikan oleh BlackBerry sebagai pesaing utama, Apple tetap bersikeras untuk merilis iPhone dan membuat terobosan besar dalam dunia ponsel. Dari kasus tersebut, kita bisa belajar bahwa terkadang, perbaikan dan pengembangan yang disesuaikan dengan keadaan bisa menjadi solusi yang lebih baik daripada mengubah solusi secara keseluruhan.

Pentingnya berpikir ulang atau rethinking dalam pengambilan keputusan juga bisa kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan rethinking, kita bisa membuka diri untuk mencari solusi yang lebih baik dan efektif. Kita juga bisa memperbaiki diri secara konstan dan meningkatkan kualitas hidup kita.

Dalam pengambilan keputusan, rethinking juga bisa membantu kita untuk mempertimbangkan berbagai sudut pandang dan kemungkinan-kemungkinan yang ada. Dengan mempertimbangkan dengan baik, kita bisa mengambil keputusan yang lebih tepat dan efektif untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Baca juga  Marketing 4.0: Bergerak dari Tradisional ke Digital

Kesimpulannya, penerapan konsep berpikir ulang atau rethinking dalam kehidupan sehari-hari sangatlah penting untuk mencapai pengembangan diri secara konstan. Dari contoh kasus Apple, kita bisa belajar bahwa terkadang, perbaikan dan pengembangan yang disesuaikan dengan keadaan bisa menjadi solusi yang lebih baik daripada mengubah solusi secara keseluruhan. Oleh karena itu, mari kita selalu membuka diri untuk berpikir ulang dalam pengambilan keputusan kita demi mencapai hasil yang lebih tepat dan efektif.

Share with Your Friends!
Avatar for Talitha Fakhira
Research and Development team

Leave a Comment