Simple Marketing Plan Template

By

Najmi Salam

| Published

Di era yang ditandai ledakan informasi dan perkembangan pesat dunia bisnis, kita harus menghadapi tantangan dalam merangkum strategi kompleks rencana tindakan yang jelas dan ringkas. 

Inilah saatnya Simple Marketing Plan dapat kamu gunakan sebagai alat untuk membuat strategi pemasaran dalam waktu singkat.

Secara tradisional, rencana pemasaran merupakan dokumen panjang yang berisi analisis mendalam, penelitian pasar yang komprehensif, dan strategi yang detail. 

Meskipun rencana-rencana yang mendalam ini memiliki peranannya pada masa lalu, dunia bisnis modern memerlukan kemampuan untuk beradaptasi secara cepat. 

Untuk seorang pengusaha, waktu bukanlah uang. Nilai (value) adalah uang. Waktu hanya merupakan satu dari beberapa input yang digunakan untuk menyampaikan nilai dari sebuah produk ke dalam pasar. Jadikan pemasaran sebagai proses harian

Untuk mempermudah pengerjaan kalian, MarkPlus Institute akan membantu kalian untuk membuat strategi pemasaran melalui MarkPlus Marketing Plan Template yang bisa kalian download. Selain itu, artikel ini juga akan memberikan 6-langkah untuk memandu kamu dalam pembuatannya. 

Download: Free Marketing Plan Template

Apa itu Marketing Plan?

Marketing Plan adalah sebuah dokumen ringkas yang merangkum strategi pemasaran suatu produk, layanan, atau bisnis dalam satu halaman. 

Faktanya, menurut beberapa statistik menyebutkan bahwa 90% bisnis gagal di lima tahun pertamanya. 

Hal ini bertujuan untuk menyederhanakan rencana pemasaran agar lebih mudah dipahami dan diimplementasikan oleh tim pemasaran, pemilik bisnis, atau individu yang terlibat dalam upaya pemasaran.

Cara Membuat Marketing Plan

Pada dasarnya ada beberapa komponen inti yang harus masuk ke dalam marketing plan . Ikuti langkah-langkah dibawah untuk membuat rencana pemasaran yang efektif.

1. Lakukan Analisis Pasar

Analisis 4C

4C marketing merukapakan salah satu model yang dapat kamu gunakan untuk menganalisis peluang atau ancaman (Change),perubahan yang terjadi di calon pelanggan atau market (Customer), pesaing (Competitor) dan analisis perusahaan (company). 

Baca juga  Tips Public Speaking dalam Komunikasi Virtual

Rangkum dalam bentuk TOWS

Setelah melihat dari sisi external, kamu bisa masuk ke bagian selanjutnya yaitu interna atau TOWS

Dan berikut ini juga template dari SWOT analisis yang bisa kamu gunakan untuk melalukan riset pasar. Gunakan template ini untuk menentukan kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dari perusahaan kamu.

Persona

Tentukan target market dan personanya. Customer personas (personas pelanggan) adalah representasi fiktif dari segmen pelanggan yang berbeda yang digunakan untuk menggambarkan karakteristik, kebutuhan, dan perilaku pelanggan yang potensial atau yang sudah ada. 

Membuat customer personas membantu bisnis memahami lebih baik siapa pelanggan mereka, apa yang mereka cari, dan bagaimana cara terbaik untuk berkomunikasi dengan mereka.

Ini membantu perusahaan mengembangkan strategi pemasaran yang lebih efektif dan relevan.

Pada akhirnya, tujuan menciptakan persona pembeli adalah untuk mengatur dan memahami informasi penting tentang pelanggan kamu dengan lebih baik

2.Value Proposition

Value proposition adalah pernyataan atau rangkuman yang jelas dan ringkas tentang manfaat unik yang ditawarkan oleh produk atau layanan kepada pelanggan atau target pasar. 

Perencanaan penggunaan model dapat kamu mulai dengan mengetahui apa masalah yang sedan terjadi (problem), lalu memberikan jawaban dari masalah tersebut (solution) dan melihat seberapa besar manfaat dari produk kamu untuk mengatasi masalah yang ada (result).

3. Marketing Channel

Marketing channel, yang dikenal sebagai saluran distribusi, adalah jalur atau cara yang digunakan oleh produsen atau penyedia layanan untuk mengirimkan produk atau layanan mereka kepada pelanggan atau konsumen akhir. 

Marketing channel dapat mencakup berbagai metode dan tahapan yang berbeda, tergantung pada jenis bisnis, industri dan produk atau layanan yang ditawarkan

Above the line: bentuk pemasaran yang mencakup komunikasi massal dan luas dengan target audience yang lebih besar. Contoh-contoh ATL marketing meliputi iklan di televisi, radio, cetak, dan media luar ruangan.

Through the line: adalah istilah yang juga terkait dengan pemasaran, tetapi mencoba menggabungkan elemen-elemen dari kedua pendekatan ATL dan BTL.

Baca juga  Apa Perbedaan Taktik Pemasaran 4P dan 7P? Yuk, Simak di Sini!

Bellow the line: kegiatan promosi yang mengacu pada bentuk pemasaran yang menargetkan suatu group tertentu melalui media terbatas atau kegiatan seperti sponsorship, brand activation, event marketing, dan in-store marketing.

4. Lead Generation

Lead generation adalah proses untuk mengidentifikasi dan menarik calon pelanggan atau prospek (leads) yang berpotensi tertarik dengan produk atau layanan yang Anda tawarkan. 

Tujuannya adalah untuk mengumpulkan informasi kontak dari calon pelanggan ini sehingga Anda dapat berkomunikasi dengan mereka dan mengarahkan mereka menuju tahap pembelian.

5. Building Retentionship

Building retentionship (hubungan retensi) adalah proses yang dilakukan oleh perusahaan atau bisnis untuk mempertahankan dan memperkuat hubungan yang positif dengan pelanggan yang sudah ada. 

Tujuan utama dari building retentionship adalah memastikan bahwa pelanggan yang sudah ada tetap setia dan terus menggunakan produk atau layanan perusahaan kamu.

  • Building Relationship

Cara membangun hubungan dengan pelanggan adalah dengan komunikasi aktif, pelayanan pelanggan yang baik, dan personalisasi. Penting untuk mendengarkan umpan balik pelanggan, memberikan kualitas produk atau layanan yang baik, dan berkomitmen pada hubungan jangka panjang. 

Loyalitas pelanggan bisa ditingkatkan dengan program loyalitas dan insentif, serta dengan memberikan hadiah atau penawaran khusus. 

Transparansi, edukasi pelanggan, dan tanggung jawab sosial juga penting dalam membangun hubungan yang kuat.

  • Sales Nurturing

Sales nurturing adalah proses memelihara atau merawat hubungan dengan prospek atau pelanggan potensial dalam rangka mengarahkan mereka menuju pembelian.

Sales nurturing berfokus pada memahami kebutuhan dan minat prospek serta memberikan dukungan dan bahan yang mereka butuhkan untuk membuat keputusan pembelian yang informasi. 

Dalam hal ini, diperlukan yang namanya ladder pricing, atau strategi penetapan harga di mana produk atau layanan ditawarkan dalam berbagai tingkat atau lapisan dengan harga yang berbeda. 

Ini memungkinkan bisnis untuk menargetkan pelanggan dengan berbagai anggaran dan memungkinkan pelanggan untuk “naik tangga” dengan membeli produk atau layanan yang lebih mahal seiring dengan meningkatnya nilai atau fitur.

  1. Bait (Umpan):
Baca juga  Pentingnya Membangun Brand Trust

Bait atau umpan adalah bagian paling bawah dari tangga harga. 

Ini adalah penawaran awal yang biasanya memiliki harga yang sangat rendah atau bahkan gratis.

Tujuan dari umpan adalah menarik perhatian pelanggan potensial dan membuat mereka tertarik untuk membeli produk atau layanan tersebut.

  1. Frontend (Depan):

Frontend adalah tingkat atau lapisan pertama dalam tangga harga. 

Ini adalah produk atau layanan dengan harga sedang yang ditawarkan setelah pelanggan menggunakan umpan. 

Produk frontend mungkin menawarkan lebih banyak fitur atau nilai dibandingkan dengan umpan, dan ini adalah tempat di mana bisnis mulai menghasilkan pendapatan yang signifikan.

  1. Middle (Tengah):

Middle atau tengah adalah tingkat atau lapisan tengah dalam tangga harga. 

Produk atau layanan di tingkat ini biasanya memiliki harga yang lebih tinggi daripada frontend dan mungkin menawarkan fitur yang lebih komprehensif atau manfaat yang lebih besar. 

Ini adalah tempat di mana bisnis dapat meningkatkan marjin keuntungan mereka.

  1. Backend (Belakang):

Backend atau belakang adalah tingkat atau lapisan teratas dalam tangga harga. 

Produk atau layanan di tingkat ini adalah yang paling mahal tetapi juga yang paling canggih atau eksklusif. 

Ini adalah tempat di mana bisnis dapat memaksimalkan keuntungan mereka dari pelanggan yang sangat berkomitmen atau membutuhkan solusi khusus.

Strategi tangga harga ini memungkinkan bisnis untuk merancang penawaran yang mencakup berbagai tingkat kebutuhan dan anggaran pelanggan, sehingga dapat memaksimalkan pendapatan bisnis kamu.

6. Analisis Budget

Membuat anggaran pemasaran berarti merencanakan dan mengalokasikan dana yang sesuai untuk kegiatan pemasaran guna mencapai tujuan pemasaran perusahaan. 

Anggaran pemasaran menjadi bagian penting dari perencanaan bisnis karena memastikan sumber daya keuangan yang cukup untuk mempromosikan produk atau layanan, membangun kesadaran merek, dan mencapai target pasar.

Memasukkan anggaran pemasaran yang terperinci juga membantu kamu dalam mempekerjakan staf yang tepat dan memilih antara sumber daya berbayar sehingga tidak melebihi jumlah tertentu.

Download: Free Marketing Budget Template

Share with Your Friends!

Tags

Leave a Comment