Apakah Anda ingin meningkatkan kualitas produk atau layanan di perusahaan Anda? Jika begitu, maka Anda mungkin tertarik untuk mengenal Six Sigma. Six Sigma adalah pendekatan bisnis yang telah terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas, efisiensi, dan produktivitas. 

Di dalam artikel ini, MarkPlus Institute ingin mengajak Anda untuk memahami lebih dalam tentang Six Sigma, mulai dari pengertian, manfaat, metode, hingga tekniknya. Yuk, simak!

Pengertian Six Sigma 

Six Sigma adalah sebuah cara yang berfokus pada peningkatan kualitas dengan cara mengurangi variasi dan cacat dalam proses bisnis. Pendekatan ini berfokus pada pengumpulan data dan analisis untuk mengidentifikasi akar penyebab masalah, serta mengurangi perbedaan antara hasil yang diinginkan dan hasil yang sebenarnya. 

Di sisi lain, dapat dijelaskan bahwa Six Sigma merupakan suatu alat atau pendekatan yang digunakan oleh manajemen perusahaan untuk meningkatkan kemampuan dalam pengembangan bisnis yang inovatif. Fokus utamanya adalah untuk meningkatkan kinerja dan mengurangi potensi kesalahan dalam proses bisnis.

Maka dari itu, Six Sigma diakui memiliki kemampuan untuk meningkatkan kualitas produksi perusahaan, meningkatkan profitabilitas, dan bahkan menginspirasi semangat kerja para karyawan. Tujuan dari implementasi Six Sigma adalah untuk mencapai tingkat kualitas yang lebih tinggi dan efisiensi operasional yang lebih baik, sehingga perusahaan dapat lebih kompetitif di pasar dan menghasilkan produk atau layanan yang lebih memuaskan pelanggan.

Metode Six Sigma

‹â€¹Metode Six Sigma adalah pendekatan yang sistematis dan ilmiah untuk meningkatkan kualitas proses bisnis. Dalam metode Six Sigma, terdapat dua pendekatan utama yang umum digunakan, yaitu DMAIC dan DMADV. Berikut penjelasannya:

1. DMAIC

DMAIC adalah singkatan dari Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control. Pendekatan ini digunakan untuk memperbaiki proses yang sudah ada dan mengatasi masalah yang telah teridentifikasi, serta data-driven. Berikut adalah penjelasan rinci tentang setiap tahapan dalam DMAIC:

  • Define 

Pertama, tahap define. Di mana, mendefinisikan masalah secara jelas dan spesifik. Identifikasi tujuan, target kualitas yang diinginkan, dan batasan-batasannya. Pada tahap ini, perusahaan juga harus memahami kebutuhan pelanggan dan harapan bisnis.

  • Measure 

Tahap kedua adalah mengumpulkan data dan informasi tentang proses yang sedang dianalisis. Pengumpulan data ini bertujuan untuk menilai kinerja proses saat ini dan mengidentifikasi masalah yang perlu dipecahkan.

  • Analyze 
Baca juga  Digital Maturity, Tingkatan Sukses Perusahaan di Dunia Digital

Ketiga adalah menganalisis data yang telah dikumpulkan untuk mengidentifikasi efektivitas dan efisiensi proses. Perusahaan akan menggunakan berbagai alat analisis untuk memahami hubungan antara variabel dan mencari pola atau tren yang relevan dengan masalah yang sedang dihadapi.

  • Improve 

Tahap keempat yaitu mengembangkan dan menerapkan solusi yang efektif untuk mengatasi masalah yang telah diidentifikasi. Perusahaan akan melakukan uji coba dan percobaan untuk memastikan bahwa solusi yang diusulkan efektif dan dapat menghasilkan perbaikan yang signifikan dalam proses bisnis.

  • Control 

Terakhir adalah mengendalikan dan memastikan agar perbaikan yang telah dilakukan tetap berjalan sesuai tujuan secara berkelanjutan. Di sini, perusahaan akan melakukan controlling untuk memastikan bahwa perubahan yang telah dilakukan tetap berjalan dengan baik dan mencapai hasil yang diharapkan.

2. DMADV

DMADV adalah singkatan dari Define, Measure, Analyze, Design, dan Verify. Pendekatan ini digunakan untuk mengembangkan ulang produk, layanan, atau membuat proses yang baru atau berbeda dari yang sudah ada. Berikut adalah penjelasan rinci tentang setiap tahapan dalam DMADV:

  • Define

Tahapan pertama adalah mendefinisikan masalah secara jelas dan spesifik. Lakukan identifikasi kebutuhan dan harapan pelanggan, serta tujuan bisnis yang ingin dicapai dengan pengembangan produk, layanan, atau proses baru.

  • Measure

Kedua adalah mengumpulkan data dan informasi yang relevan untuk memahami kondisi saat ini dan kebutuhan pelanggan. Perusahaan bisa melakukan analisis pasar dan kompetitor, serta melakukan survei dan wawancara dengan pelanggan potensial.

  • Analyze

Tahap ketiga adalah menganalisis data dan informasi yang telah dikumpulkan untuk mengidentifikasi persyaratan dan spesifikasi yang diperlukan untuk produk, layanan, atau proses baru. Di mana, perusahaan akan mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dari konsep yang ada.

  • Design 
Baca juga  5 Alasan Mengapa Inovasi dalam Bisnis itu Penting

Keempat, yaitu menjelaskan rancangan proses atau solusi yang memenuhi persyaratan dan spesifikasi yang telah ditentukan. Perusahaan akan mengembangkan konsep, serta melakukan uji coba untuk memastikan kinerja dan kualitas dapat memenuhi ekspektasi konsumen. 

  • Verify 

Tahap terakhir adalah melakukan verifikasi dan validasi terhadap solusi yang telah dirancang. Di sini, perusahaan akan melakukan uji coba lanjutan dan mengumpulkan feedback dari pelanggan untuk memastikan bahwa produk, layanan, atau proses yang dikembangkan memenuhi harapan dan kebutuhan mereka.

Teknik Six Sigma

Berikut adalah penjelasan rinci tentang teknik-teknik dalam metode Six Sigma beserta teori di dalamnya:

1. Brainstorming 

Brainstorming adalah teknik kreatif yang melibatkan kelompok atau tim dalam menghasilkan gagasan dan solusi untuk masalah atau proyek tertentu. Nantinya, Anda akan diminta untuk memberikan berbagai ide-ide.

Semua anggota tim harus membagikan perspektif yang berbeda sehingga dapat mengidentifikasi dari sudut pandang lain. Tujuannya adalah untuk menggali ide-ide baru yang dapat meningkatkan kualitas dan efisiensi proses bisnis.

2. Root Cause Analysis 

Root Cause Analysis adalah teknik yang digunakan untuk mengidentifikasi akar penyebab masalah atau kegagalan dalam proses bisnis. Tahapan ini mengidentifikasi faktor-faktor fundamental yang menyebabkan masalah muncul. Biasanya menggunakan 5W + 1H (why, who, when, what, where + how)

3. Suara Konsumen 

Tahapan ini adalah pendekatan untuk mengumpulkan dan memahami kebutuhan, harapan, dan persepsi pelanggan terhadap produk atau layanan. Caranya mudah sekali, yaitu dengan mengumpulkan dan mendengarkan masukkan atau feedback yang berharga dari pelanggan, sehingga dapat menyusun solusi yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar dan meningkatkan kepuasan pelanggan.

4. Sistem 5R 

Sistem 5R adalah metode untuk menyusun langkah-langkah perbaikan dan menghilangkan berbagai hal yang tidak perlu. Lima prinsip yang berasal dari Jepang ini terdiri dari, ringkas, rapi, resik, rawat dan rajin. Prinsip-prinsip ini membantu perusahaan dalam merancang solusi yang efektif dan terstruktur untuk mengatasi masalah atau meningkatkan proses bisnis.

Baca juga  6 Cara Bonding Dengan Rekan Kerja, Wajib Tahu!

5. Kaizen 

Kaizen adalah pendekatan perbaikan berkelanjutan yang fokus pada langkah-langkah kecil dan sedikit demi sedikit untuk meningkatkan efisiensi, serta kualitas dalam proses bisnis. Adapun caranya, yaitu dengan memantau, mengidentifikasi, dan melakukan berbagai pengembangan secara sustainable. 

6. Benchmarking 

Benchmarking adalah proses membandingkan kinerja perusahaan dengan perusahaan terbaik atau praktik terbaik di industri yang sama atau dengan kata lain menjadikannya standar. Dalam tahapan ini, benchmarking membantu perusahaan dalam mengidentifikasi kesenjangan atau gap kinerja dan mencari peluang perbaikan untuk mencapai tingkat kualitas dan efisiensi yang lebih tinggi.

7. Poka-Yoke 

Poka-Yoke adalah teknik untuk mencegah terjadinya kesalahan dalam proses bisnis dengan menggunakan metode yang sederhana dan otomatis. Perusahaan harus bisa mengidentifikasi dan mengeliminasi berbagai hal agar tidak terjadi inefisiensi. Tahapan ini bertujuan untuk mengurangi kesalahan manusia atau human-error dan meningkatkan kualitas produk atau layanan. 

8. Value Stream Mapping 

Teknik ini menggambarkan dan menganalisis aliran nilai (value stream) untuk mendesain proyek yang akan datang. Dengan pemetaan ini, perusahaan dapat merancang langkah-langkah perbaikan untuk meningkatkan efisiensi dan menghilangkan pemborosan dalam proses bisnis.

Kesimpulan 

Secara kesimpulannya, Six Sigma adalah pendekatan bisnis yang efektif dalam meningkatkan kualitas, efisiensi, dan produktivitas. Dengan fokus pada data dan analisis, Six Sigma membantu perusahaan mengidentifikasi dan mengatasi masalah dalam proses bisnis. 

Melalui metode dan berbagai tekniknya, Six Sigma memberikan manfaat yang signifikan bagi perusahaan dalam peningkatan kualitas produk atau layanannya, sehingga bisa mencapai tujuan bisnisnya.

Jika Anda tertarik untuk mempelajari lebih lanjut tentang dunia bisnis lainnya dan bagaimana mengimplementasikannya dalam perusahaan Anda, saatnya kunjungi Blog MarkPlus Institute untuk mendapatkan wawasan dan informasi lebih mendalam!

Share with Your Friends!
Avatar for Fachri Rizki
SEO Content Writer at MarkPlus Institute

Leave a Comment