Berbicara mengenai slow fashion, tentu tidak lepas dengan perkembangan dunia fesyen yang begitu cepat (fast fashion) dan memiliki dampak yang sangat besar bagi lingkungan.

Diketahui, industri tekstil yang memproduksi pakaian dengan tempo yang singkat dan berjumlah banyak menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya jumlah limbah tekstil. Changing Markets Foundation mengungkapkan, bahwa limbah tekstil ini bertanggung jawab atas lebih dari 20% polusi air di dunia. Bahkan, menurut laporan International Union for Conservation of Nature tahun 2017 juga menyatakan, bahwa tekstil menjadi sumber polusi mikroplastik laut terbesar di dunia.

Oleh karena itu, perlu adanya solusi atau alternatif untuk mengatasi masalah tersebut agar tidak semakin memperburuk kondisi lingkungan, salah satunya adalah gerakan slow fashion. Gerakan ini digagas oleh sejumlah desainer dan label yang berkomitmen untuk meningkatkan kualitas produk yang lebih sustainable, dibandingkan dengan kuantitas produksi pakaian itu sendiri.

Artikel ini akan menjelaskan lebih dalam mengenai konsep slow fashion yang bisa diterapkan pada bisnis Anda ataupun pada gaya hidup sehari-hari. Simak penjelasannya hingga selesai!

Apa itu Slow Fashion?

Slow Fashion merupakan istilah untuk menggambarkan praktik industri pakaian yang berfokus pada penciptaan produk fesyen yang tahan lama dengan memprioritaskan kualitas, dibandingkan jumlah produksi. Dalam setiap proses pembuatannya, slow fashion menjunjung tinggi etika ramah lingkungan untuk meminimalisir dampak negatif yang ditimbulkan.

Baca juga  Pentingnya Sustainable Leadership bagi Masa Depan Bisnis

Istilah ini pertama kali dikemukakan oleh Kate Fletcher, profesor di bidang Sustainability, Design and Fashion dari University of Arts London™s Centre for Sustainable Fashion. Menurutnya, slow fashion merupakan konsep yang bertolak belakang dengan konsep fast fashion yang hanya mencari keuntungan semata, tanpa mempertimbangkan kelestarian lingkungan di masa yang akan datang.

Lantas, bagaimana ciri-ciri brand atau perusahaan yang menerapkan konsep slow fashion?

Ciri-ciri Brand yang Menerapkan Konsep Slow Fashion

Suatu brand atau perusahaan yang menerapkan konsep slow fashion memiliki beberapa ciri khas, antara lain:

1. Produksi Terbatas

Brand atau perusahaan tersebut cenderung memproduksi koleksi yang terbatas, dibandingkan dengan fast fashion brands.

2. Memilih Bahan yang Berkualitas Tinggi

Brand tersebut menggunakan bahan-bahan yang berkualitas tinggi dan tahan lama agar jumlah tekstil yang dihasilkan dapat dikurangi. Contohnya, menggunakan serat alami, seperti katun organik, linen, wol, atau sutra.

3. Menerapkan Etika dan Transparansi

Brand tersebut menerapkan praktik etika pada seluruh proses produksinya, seperti membayar upah yang adil/sesuai kepada para pekerjanya, memastikan kondisi dan keamanan para pekerjanya, serta transparansi dengan rantai pasok yang mereka lakukan.

4. Mempertimbangkan Dampak pada Lingkungan

Brand tersebut berupaya untuk meminimalkan dampak lingkungan dengan menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan, pengelolaan limbah yang bijaksana dan praktik-produksi yang berkelanjutan.

5. Menyediakan Panduan Perawatan Produk

Brand tersebut memberikan panduan perawatan kepada konsumen untuk memastikan pakaian atau aksesoris mereka tidak mudah rusak dan tetap bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama.

6. Desain Klasik atau Minimalis

Brand tersebut cenderung mengusung desain klasik atau minimalis yang tidak terpengaruh pada tren musiman. Tujuannya agar produk dapat digunakan kapan saja dan dalam jangka waktu yang lebih lama.

Baca juga  Ketahui 5 Dimensi Pembentuk IDGs (Inner Development Goals)

7. Pendidikan Konsumen

Brand tersebut memiliki inisiatif untuk mendidik para konsumennya tentang pentingnya slow fashion dan cara berbelanja secara bijak.

Meskipun konsep slow fashion erat kaitannya dengan industri fesyen itu sendiri, namun pada penerapannya konsep ini juga bisa diadopsi di kehidupan sehari-hari. Hal ini tentu saja akan semakin membantu industri fesyen dalam mengurangi jumlah limbah tekstil yang dihasilkan. Bagaimana caranya?

Tips Menerapkan Gaya Hidup Slow Fashion

Konsep slow fashion akan semakin efektif jika masyarakat juga menerapkan konsep ini di kehidupan sehari-hari. Beberapa cara yang bisa dilakukan, antara lain:

1. Mengubah Pola Pikir

Permintaan akan pakaian biasanya disebabkan oleh adanya pola pikir untuk terus mengikuti tren fesyen yang silih berganti. Masyarakat menganggap bahwa untuk tetap trendy dan fashionable, mereka harus membeli pakaian baru terus-menerus. Alhasil, pakaian menumpuk dan tidak digunakan sebagai mestinya sebab mereka selalu mengikuti arus gaya terkini.

Pola pikir seperti ini sama saja mendukung konsep fast fashion yang berujung menghasilkan dampak negatif bagi lingkungan. Perlu adanya perubahan pola pikir bahwa menjadi fashionable bukan berarti harus selalu membeli pakaian baru. 

Ada banyak cara atau alternatif yang bisa dilakukan, seperti membeli pakaian second yang berkualitas, bertukar dengan orang lain dan mencoba mengkreasikan (mix and match) beberapa pakaian yang sudah dimiliki sebelumnya.

2. Membeli Produk Pakaian yang Berkualitas

Selanjutnya, apabila benar-benar butuh membeli pakaian baru, sebaiknya pilihlah pakaian yang memiliki kualitas tinggi, tahan lama dan desain yang minimalis atau dapat digunakan kapan saja. Tujuannya agar pakaian tersebut dapat berfungsi secara optimal dan tidak mudah rusak, sehingga kuantitas membeli produk pakaian baru pun dapat dikurangi.

Baca juga  4 Cara Efektif Membangun Innovative Team dalam Perusahaan

3. Menjual Pakaian yang Tidak Terpakai

Pakaian yang masih bagus namun sudah tidak lagi digunakan, sebaiknya dijual atau disumbangkan ke masyarakat yang membutuhkan. Saat ini, sudah banyak platform online yang menampung penjualan baju-baju bekas, ataupun pihak ketiga yang menyalurkan sumbangan baju bekas untuk diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan. 

Masyarakat dapat memanfaatkan cara ini untuk mengurangi permintaan akan pakaian baru, sehingga jumlah limbah tekstil pun dapat ditekan dan dikurangi.

Penutup

Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat dikatakan bahwa gerakan slow fashion bisa menjadi jawaban yang efektif atas masalah keberlanjutan yang dialami oleh industri fesyen. Gerakan ini patut diterapkan, baik dari pihak produsen maupun konsumen, demi mengurangi dampak negatif tekstil terhadap lingkungan dan sosial, serta menciptakan lebih banyak sustainable fashion brands yang berkualitas.

Anda bisa mempelajari konsep mengenai sustainability lebih mendalam bersama program kekhususan eksekutif kolaborasi antara Unika Atma Jaya, universitas yang mengusung kajian sustainability komprehensif di Indonesia, dengan MarkPlus Institute, konsultan pemasaran pertama dan ternama di Indonesia, yaitu Program Master in Management Sustainability Marketing.

Program ini bertujuan untuk membentuk talenta organisasi yang mampu membangun strategi bisnis, memahami manajemen bisnis berkelanjutan dan menguasai strategi marketing yang aplikatif dan bisa membangun market competitiveness. Tunggu apalagi? Jadilah bagian dari Sustainability Marketing sekarang juga!
Untuk informasi lebih lanjut, klik tautan berikut ini Sustainability Marketing

Share with Your Friends!
Avatar for Atha Hira
SEO Writer

Leave a Comment