Ini Strategi Garuda Indonesia untuk Hadapi Pandemi

By

Iman Fadhilah

| Published

Strategi Garuda Indonesia Dalam Menghadapi Pandemi
Dokumentasi The 91st Jakarta CMO Club (Dok. MarkPlus)

Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang signifikan pada semua bidang perusahaan, tidak terkecuali pada maskapai penerbangan kebanggaan Indonesia, yaitu Garuda Indonesia. Tidak tinggal diam, berbagai cara dan strategi Garuda Indonesia lakukan untuk bisa bertahan.

Selama masa pandemi, Garuda Indonesia banyak mengalami keterpurukan hingga dinyatakan hampir bangkrut. Hal ini dikupas pada The 91st Jakarta CMO Club yang diadakan pada Selasa (11/07/2023) berfokus pada tema “Navigating Brand Through Crisis: Lesson Learned From Garuda Indonesia“. 

Dalam acara ini, CEO Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengungkapkan beberapa strategi yang dilakukan Garuda Indonesia untuk menghidupkan kembali perusahaannya pasca pandemi.

Sedikit kilas balik, Garuda Indonesia beberapa waktu lalu baru saja dianugerahi WOW Brand Award 2023 oleh Hermawan Kartajaya berdasarkan Brand Productivity Measurement untuk kategori Top Brand of Indonesia Airline Industry 2023 pada 11 Mei 2023 silam.

Selain itu, Hermawan Kartajaya selaku Tri-Founder Jakarta CMO Club juga menyambut tiga anggota baru dari The Jakarta CMO Club, yaitu Agus Chandra (President Director of Kimia Farma Apotek), Garry Limanata (Director of PT. Paragon Pratama Teknologi), dan Dhia Anugrah Febriansa (Director of Services for Business Entities Bakti Kominfo).

Penobatan Anggota Baru Jakarta CMO Club
Pembukaan Acara Dimulai Dengan Penobatan Tiga Anggota Baru Jakarta CMO Club (Dok. Corcomm MarkPlus)

Lantas, seperti apa strategi yang dilakukan oleh Garuda Indonesia untuk bisa kembali membangkitkan perekonomiannya? Mari kita simak Strategi Garuda Indonesia Untuk Menghidupkan Kembali Perusahaan Pasca Pandemi.

Situasi Industri Penerbangan di Masa Pandemi

Pandemi Covid-19 berhasil membawa industri penerbangan termasuk Garuda Indonesia ke titik terendahnya sepanjang kiprah industri penerbangan berlangsung.

Dengan hutang 10 miliar dollar, ekuitas negatif hingga 5,3 miliar dolar, bahkan -90% revenue dan trafik menandakan bahwa pendapatan usaha Garuda Indonesia sedang terpuruk.

Baca juga  Inovasi Summarecon Villaggio yang Mengubah Pengalaman Berbelanja

Tidak ada bisnis model maupun kajian akademis yang dapat mengajarkan suatu perusahaan untuk siap menghadapi situasi pandemi Covid-19 pada 2019 lalu.

Lebih dari 64 maskapai penerbangan dunia berhenti beroperasi, 81 juta mata pencaharian di Asia Pasifik hilang, 300 miliar pendapatan industri penerbangan menurun, dan 17.000 penerbangan komersial diberhentikan.

Strategi Garuda Indonesia untuk menghadapi pandemi

Pada Desember 2021, Garuda Indonesia hampir membangkrutkan perusahaannya. Namun harapan kembali muncul setelah mereka menganalisa strategi yang perlu dilakukan.

Tiga strategi utama yang dilakukan oleh Garuda Indonesia adalah mendefinisikan peluang, menakar resiko, dan memperkuat mindset bertumbuh.

Mendefinisikan Peluang

Peluang dimulai saat CEO Garuda Indonesia datang ke perkumpulan CEO di Boston, Amerika Serikat. 

Melihat kejadian serupa dialami oleh banyak perusahaan di dunia, Garuda Indonesia bersikeras tetap ingin menunjukkan eksistensinya di mata dunia.

Kemudian, menjelang PKPU (Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang), Garuda Indonesia terlibat negosiasi penyelesaian kewajiban usaha dengan para kreditor dan berbagai entitas serta organisasi.

Garuda Indonesia tetap meyakinkan para kreditor bahwa mereka masih bisa bertahan dengan segala cara yang akan dilakukannya.

Sehingga, pembayaran utang Garuda Indonesia dapat ditunda hingga beberapa tahun mendatang dan mereka dapat melanjutkan operasionalnya.

Menakar Resiko

Restrukturisasi, penurunan tarif sewa pesawat, dan optimalisasi jumlah fleet pesawat jadi keputusan terpenting untuk akselerasi kinerja Garuda Indonesia.

Berkat strategi penakaran resiko, nilai utang Garuda Indonesia turun hingga +- 50%. 

Dari 177 pesawat di Desember 2020, jumlah pesawat yang disewa hanya tersisa 119 unit di akhir 2022.

Hal ini dikarenakan Garuda Indonesia ingin benar-benar memaksimalkan jumlah unit pesawat yang disewa, sehingga biaya operasional dapat menurun dan meningkatkan pendapatan.

Memperkuat Mindset Bertumbuh

“There‘s Always a Light at The End of The Tunnel”, Garuda Indonesia selalu percaya bahwa akan selalu ada titik terang dari kegelapan yang dialami selama masa pandemi.

Dengan berbagai restrukturisasi dan identifikasi peluang yang dilakukan, Garuda berhasil bangkit dengan total revenue tahun 2022 sebesar USD 1,3 miliar dibandingkan tahun 2021 sebesar USD 783 juta.

Baca juga  Think Again: Menimbang Ulang Proses Berpikir Kita

Selain itu, jumlah penumpang pada akhir 2022 menunjukkan pertumbuhan dibandingkan periode yang sama yaitu akhir tahun 2021.

Sehingga, Garuda Indonesia dapat dipastikan sedang dalam proses recovery dan akan kembali bangkit.

Because You Matter

Selain dari tiga strategi utama yang telah disebutkan di atas, Garuda juga menggunakan strategi brand positioning aman yang diturunkan ke dalam campaign “Because You Matter” untuk mempercepat proses recovery.

Because You Matter

Campaign Garuda Indonesia

“Because you Matter” bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada customer jika berpergian dengan Garuda Indonesia. Campaign ini menjelaskan keamanan dan kesehatan customer adalah prioritas Garuda Indonesia. Kegiatan social distancing dan health protocol dari proses check-in hingga landing di tempat tujuan diberikan Garuda Indonesia untuk menjaga customer terhindar dari Covid-19.

YouTube video
Video Garuda Indonesia “Because You Matter”

challenge, strength, dan opportunities Garuda Indonesia

Garuda Indonesia melakukan analisa dengan prinsip challenge, strength, dan opportunities.

Challenge

Bagaimana Garuda Indonesia bisa mengatasi customer yang menunda penerbangannya akibat dari bahaya yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19

Strength

Garuda Indonesia memiliki keunggulan sebagai maskapai full service terpercaya, aman, tepat waktu, pelayanan yang ramah, dan pesawat yang terawat serta pilot yang handal.

Opportunities

Peluang yang dimiliki Garuda adalah ketika semua penumpang takut untuk bepergian, takut tertular Covid, dan minimnya informasi dari customer terhadap kebijakan penerbangan.

Berdasarkan tiga analisis yang dilakukan oleh Garuda Indonesia, menghasilkan prinsip dan motto “Our Commitment to Ensure Your Comfort and Safety, Because You Matter“.

Penting untuk Garuda Indonesia, bisa melahirkan citra yang positif di mata para customernya, sehingga mereka juga berusaha untuk menghadirkan pelayanan yang customer-centric kepada para customernya.

Hal ini ditunjukan Garuda Indonesia dengan menunjukan rasa empati terhadap anxiety dari customer, tetap terkoneksi dan menerima masukan dari mereka, serta membuat campaign #ItsYouThatKeepUsFlying.

Baca juga  Referensi Marketing Instan untuk Anda yang Sibuk!

Campaign #ItsYouThatKeepUsFlying menjadi salah satu bukti prinsip customer-centric yang benar-benar diterapkan oleh Garuda Indonesia.

Garuda Indonesia juga membuat gebrakan dengan mengubah penampilan sejumlah pesawatnya dengan mengecat moncong seakan menggunakan masker. Hal mendapatkan respon positif dari sejumlah penggemar aviation tidak hanya di Indonesia bahkan di luar negeri.

Desain Masker di Pesawat Garuda Indonesia
Desain Masker Pada Pesawat Garuda Indonesia Menuai Respon Positif dari Masyarakat
(Dok. Pinterpoint, Garuda Indonesia)

Garuda Indonesia mengedepankan kenyamanan, keamanan, dan pelayanan kepada konsumen karena tanpa adanya mereka, Garuda Indonesia tidak akan bisa ada sampai saat ini.

Keadaan Garuda Indonesia Per Juli 2023

Keberhasilan Garuda Indonesia dalam menghadapi keterpurukan di masa pandemi berhasil membuahkan sejumlah penghargaan bagi operasional dan korporasi.

Di tahun 2023, mereka meraih sejumlah penghargaan, seperti;

  • WOW BRAND 2023 Gold Medal, Airline Category 
  • Best Airline Customer Service 2023
  • The Most Punctual Airlines in The World 2023
  • SKYTRAX 5 Star Covid-19 Safety Rating
  • Forbes Global 2000
  • World Best Cabin Crew 2023 by SKYTRAX

Revenue dan total penerbangan serta customer dari Garuda Indonesia juga meningkat signifikan dibanding 2 tahun sebelumnya.

Sehingga, pandemi mengajarkan banyak sekali hal bagi Garuda Indonesia untuk bisa bertahan selama mengalami keterpurukan.

Penutup

Mengidentifikasi peluang, menakar resiko, dan menumbuhkan mindset berkembang adalah hal terpenting yang menjadi tombak Garuda Indonesia dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Brand Trust dan Positioning juga jadi hal yang tidak kalah penting dalam proses recovery perusahaan.

Maka dari itu, setiap perusahaan perlu untuk memiliki mindset entrepreneurial marketing yang baik dalam menjalankan bisnis agar senantiasa bertahan dari beragamnya dinamika dalam dunia bisnis.

Terima kasih telah menyimak artikel ini sampai akhir. Jika ingin melihat artikel lainnya dari MarkPlus Institute, silahkan kunjungi laman utama Content Hub MarkPlus Institute di link berikut ini.

Kami selalu membahas hal-hal seputar marketing dan bisnis, yang pastinya akan menambah ilmu dan pengetahuan Anda.

Ayo, #PerluasKapasitas bersama MarkPlus Institute!

Share with Your Friends!

Leave a Comment