9 Strategi Marketing untuk Perusahaan Startup

By

Atha Hira

| Published

startup

Industri teknologi merupakan salah satu industri yang memiliki lanskap yang menarik, fast-moving, dan tingkat kompetitif yang tinggi. Akan tetapi, sangat disayangkan bahwa fakta di lapangan menyatakan sebanyak 70% perusahaan teknologi baru (dikenal dengan sebutan startup) mengalami kegagalan dalam waktu kurang lebih dua tahun.

Salah satu alasan terbesarnya adalah kurangnya penerapan technology marketing secara optimal. Seringkali, keberhasilan yang diraih terurai karena kegagalan mereka dalam menemukan audiens yang tepat dengan pesan inti produk yang ditawarkan. 

Meskipun, perusahaan tersebut memiliki ide yang bagus dalam memenuhi kebutuhan pasar, namun pesan yang disampaikan tidak terkomunikasikan dengan efektif kepada target audiens, calon stakeholders dan investor.

Oleh karena itu, pada titik ini lah perusahaan teknologi (tech company) membutuhkan sebuah marketing technology guna mempercepat pertumbuhan perusahaan dengan menciptakan narasi yang menarik untuk menyampaikan solusi teknologi kompleks yang melibatkan, menginspirasi dan mengaktifkan audiens yang relevan.

Berikut ini akan dibahas 9 strategi marketing yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan teknologi untuk mengubah cara mereka memasarkan produk yang ditawarkan.

Strategi Marketing yang Tepat untuk startup

Dalam upaya menjangkau audiens yang tepat demi mencapai tujuan dan cita-cita perusahaan, maka beberapa hal yang bisa dilakukan, antara lain:

1. Brand Communication

Brand communication atau komunikasi merek merupakan upaya yang dilakukan oleh perusahaan dalam membentuk citra positif dalam benak masyarakat, baik pelanggan maupun calon pelanggan. Citra positif yang dibangun dapat berbentuk fisik atau nilai tujuan utama dari perusahaan dan produk yang ditawarkan. 

Misalnya, bentuk fisik yang dimaksud meliputi logo perusahaan, tagline, kampanye, dan lain sebagainya yang mampu mempengaruhi konsumen untuk membeli dan menggunakan merek tersebut. 

Strategi ini juga penting untuk dilakukan oleh perusahaan sebagai sarana menginformasikan dan memperkaya pengetahuan stakeholder dan investor terhadap nilai dan kekuatan dari perusahaan sehingga mereka yakin untuk menjaga loyalitasnya dalam menjalin kerja sama dengan perusahaan Anda.

Baca juga  Restrukturisasi Perusahaan: Pengertian, Tujuan, dan Manfaatnya

Tanpa strategi brand communication yang baik, maka perusahaan bisa kehilangan peluang untuk meningkatkan engagement dengan target audiens-nya dan menyia-nyiakan peluang untuk memberikan kesan di hati masyarakat dalam jangka waktu yang lama.

2. Content Marketing

Ketika teknik penjualan dan marketing tradisional sudah tidak lagi efektif, maka strategi berikutnya adalah membuat dan menyebarkan konten yang berharga, bermanfaat, mendidik, relevan dan juga konsisten untuk menarik perhatian para audiens yang dituju. 

Apabila dijalankan dengan benar, strategi ini tidak hanya akan membantu menggerakkan prospek melalui saluran penjualan namun juga membangun brand awareness dan meningkatkan penjualan.

Contoh sederhana dari pembuatan content marketing adalah pembuatan konten video, infografis, podcast, dan lain sebagainya.

3. Crisis Communications and Reputation Management

Adakalanya perusahaan mendapatkan tantangan dan krisis yang tidak tahu pasti kapan dan bagaimana akan terjadi. Oleh karena itu, perusahaan perlu memiliki rencana strategis untuk mengatasi hal ini agar sesegera mungkin dapat menghindari potensi kemunduran.

Crisis communication (Krisis komunikasi) merujuk pada serangkaian strategi dan tindakan yang diambil oleh perusahaan dalam mengelola dan merespons situasi krisis yang dapat mengancam reputasi, integritas atau operasional perusahaan. Hal ini melibatkan perencanaan, koordinasi dan penyampaian pesan kepada berbagai pihak terkait untuk mengurangi dampak negatif dari krisis tersebut.

Selanjutnya, reputation management (manajemen reputasi) juga perlu dilakukan sebagai tindakan untuk mengelola persepsi publik tentang perusahaan. Biasanya dilakukan dengan komunikasi yang efektif, transparansi, dan usaha berkelanjutan dalam memperbaiki diri. Tujuannya agar perusahaan dapat terus membangun dan mendapatkan kepercayaan publik kembali setelah krisis melanda.

4. Digital Marketing

Digital marketing merupakan bentuk pemasaran yang memanfaatkan platform online untuk mempromosikan produk, layanan atau merek yang meliputi konten, SEO, iklan, email marketing, influencer, dan lain sebagainya.

Strategi ini berguna untuk mencapai audiens yang lebih luas, mendorong lalu lintas web dan membangun interaksi yang lebih aktif dengan pelanggan maupun calon pelanggan.

Baca juga  9 Alasan Pentingnya Peran Teknologi Informasi dalam Dunia Pemasaran

startup
Strategi Marketing untuk Startup

5. Internal Communications

Selain perusahaan berusaha untuk berinteraksi dengan pihak eksternal, perusahaan juga perlu melakukan komunikasi internal sebagai strategi untuk menghubungkan, berkomunikasi dan berbagi informasi antar berbagai level dan bagian internal perusahaan.

Tujuannya adalah memastikan bahwa seluruh anggota perusahaan memiliki pemahaman yang jelas tentang nilai-nilai, kebijakan, tujuan, dan informasi penting lainnya yang berkaitan dengan perusahaan dan produk. Hal ini sekaligus meminimalisir risiko misinformasi atau kebingungan pada karyawan.

6. Public Relations

Public relations (hubungan masyarakat) atau kerap disingkat menjadi PR merupakan praktik komunikasi yang berfokus pada membangun dan menjaga hubungan positif antara suatu perusahaan dengan publiknya, termasuk pelanggan, karyawan, mitra bisnis, media, pemerintah, dan masyarakat luas. 

Hal ini berguna sebagai jembatan dalam mempengaruhi persepsi dan opini publik agar sejalan dengan tujuan dan nilai-nilai yang diinginkan oleh entitas yang terlibat. Selain itu, hal ini juga berfungsi untuk mengembangkan kesadaran merek, mendorong kepemimpinan perusahaan dan menciptakan permintaan di pasar bagi perusahaan teknologi.

Beberapa aspek penting dari praktik PR adalah manajemen reputasi, komunikasi efektif, marketing dan promotions, media relations, event planning, dan lain-lain.

7. Social Media

Media sosial memiliki berbagai fungsi penting bagi perusahaan atau bisnis dalam konteks marketing, komunikasi dan interaksi dengan audiens yang potensial. Media sosial memungkinkan perusahaan berpartisipasi dalam percakapan yang sedang berlangsung sehingga meningkatkan kepercayaan dan keterlibatan pelanggan.

8. Video Marketing

Video marketing merupakan strategi marketing yang memanfaatkan video sebagai alat utama untuk mengkomunikasikan pesan, produk atau layanan dan terhubung dengan audiens. Perusahaan menciptakan dan mendistribusikan konten video yang relevan, menarik dan bermanfaat untuk menarik perhatian, membangun hubungan dan meningkatkan kesadaran merek. Video marketing dapat dilakukan melalui berbagai platform, seperti situs web, media sosial dan lainnya.

Agar mendapatkan hasil yang terbaik dari strategi ini, maka penting untuk perusahaan memahami beberapa hal, seperti target audiens, pesan yang disampaikan, hingga isi dan visualisasi konten yang berkualitas dan relevan dengan tujuan marketing perusahaan.

Baca juga  8 Karakteristik Consumer Behaviour pada Gen Z

9. Website Development

Strategi ini melibatkan proses pembuatan dan pengembangan situs web yang mencerminkan identitas merek, tujuan bisnis dan layanan yang ditawarkan oleh perusahaan. Tujuannya adalah memberikan pengalaman yang baik kepada pengunjung (pelanggan ataupun calon pelanggan), memudahkan komunikasi, mempromosikan produk atau layanan, serta membangun citra positif perusahaan.

Perusahaan perlu memiliki situs web yang profesional, mudah dinavigasi dan responsif, serta memberikan informasi yang akurat dan relevan kepada pengunjung. Situs web perusahaan dapat menjadi alat penting dalam membangun citra merek yang kuat dan menjalankan strategi marketing secara keseluruhan.

Penutup

Strategi marketing yang tepat sangat penting bagi perusahaan startup karena akan membantu perusahaan membangun kesadaran merek, menjangkau target audiens dan mencapai pertumbuhan yang signifikan.

Demi mencapai tersebut, maka strategi yang dilakukan harus diarahkan oleh tujuan bisnis dan dipersonalisasi sesuai dengan target market, serta karakteristik unik dari perusahaan. Sekalipun perusahaan startup yang Anda miliki memiliki keunikan dan ide yang cemerlang dalam memenuhi kebutuhan pasar, namun penting untuk tetap mengadaptasi strategi marketing yang sesuai dengan tujuan, audiens dan pasar target. Konsistensi dan fleksibilitas dalam penerapan strategi ini menjadi kunci kesuksesan dalam pemasaran perusahaan startup.

Pelajari lebih lanjut bagaimana menentukan dan menerapkan strategi marketing yang tepat untuk mendukung perusahaan startup Anda bersama MarkPlus Institute dan ITS dalam program Magister Manajemen Teknologi yang unggul, inovatif, profesional, dan berintegritas, MMT in Technomarketing.

Program ini menawarkan bidang keahlian Technomarketing yang membahas aspek fundamental dalam dunia bisnis teknologi, seperti manajemen bisnis dan aspek strategis pemasaran bisnis teknologi, termasuk strategi marketing.

Bidang ini akan mengenalkan Anda tentang konsep, praktik dan studi kasus seputar bisnis dan pemasaran produk teknologi. Selain itu, Anda akan mendapatkan pengetahuan seluk-beluk manajemen teknologi dan manajemen marketing yang aplikatif agar dapat diterapkan dalam dunia bisnis atau perusahaan.

Tunggu apalagi? Jadilah bagian dari MMT SIMT ITS sekarang juga! Untuk informasi lebih lanjut Anda bisa klik di sini, ya! 

Share with Your Friends!
Avatar for Atha Hira
SEO Writer

Leave a Comment