Apa Perbedaan Sustainable Marketing dan Green Marketing?

By

Atha Hira

| Published

Sustainable Marketing
Sustainable Marketing

Dewasa ini, semua orang berbicara mengenai keberlanjutan (sustainable) maupun go green. Banyak dari marketer maupun pecinta lingkungan yang menggunakan kedua istilah tersebut secara bergantian. Akan tetapi, hal ini menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat sehingga kerap dianggap memiliki makna yang sama.

Kata “keberlanjutan” dan “hijau” sama-sama dikaitkan pada pelestarian dan kesadaran lingkungan. Akan tetapi, terdapat perbedaan yang cukup signifikan, yaitu keberlanjutan (sustainability) melibatkan tanggung jawab yang lebih luas untuk menjaga keseimbangan sosial, ekonomi dan ekologi. Sedangkan, hijau (go green) berfokus pada kesejahteraan lingkungan.

Dalam dunia marketing, baik sustainable marketing dan green marketing merupakan tanggung jawab perusahaan dengan ruang lingkup yang berbeda. Meskipun begitu, keduanya dapat membantu perusahaan menarik basis konsumen, karyawan dan investor yang sadar akan pentingnya lingkungan dan sosial.

Oleh karena itu, penting untuk pemimpin perusahaan memahami perbedaan antara kedua konsep tersebut sehingga perusahaan dapat membuat strategi kampanye yang paling efektif untuk audiens atau customer target yang ingin dicapai.

Apa itu Sustainable Marketing?

Sustainable marketing merupakan sebuah strategi mempromosikan merek atau produk berdasarkan tingkat keberlanjutan lingkungan, sosial dan tata kelola (ESG). Strategi ini berfokus pada isu-isu sosial, isu-isu lingkungan dan kebijakan tata kelola perusahaan. 

Perusahaan yang terlibat dalam sustainable marketing akan menggunakan inisiatif, promosi dan iklan untuk menghubungkan produk mereka dengan misi lingkungan dan sosial yang lebih besar. Harapannya, kampanye ini dapat membantu perusahaan membangun loyalitas merek lebih luas lagi dengan konsumen yang peduli lingkungan dan sosial.

Baca juga  7 Cara Membangun Visionary Leadership bagi Entrepreneur

Apa itu Green Marketing?

Green marketing merupakan sebuah strategi mempromosikan merek dan produk berdasarkan tingkat kelestarian lingkungan. Perusahaan yang menggunakan green marketing bertujuan untuk menghubungkan produk dan layanan mereka dengan misi lingkungan yang lebih besar seperti perubahan iklim untuk meningkatkan loyalitas brand dengan konsumen yang sadar akan lingkungan.

Jenis marketing ini berfokus pada langkah-langkah spesifik yang telah diambil perusahaan untuk mengurangi dampak negatifnya terhadap lingkungan. Contohnya, kampanye green marketing dilakukan oleh suatu perusahaan dengan menghasilkan produk yang berbahan serat organik atau investasi perusahaan dalam energi terbarukan.

Meskipun kampanye green marketing dapat mencerminkan upaya tulus dan efektif untuk mengurangi limbah dan emisi karbon, namun beberapa perusahaan menggunakannya untuk membuat konsumen percaya bahwa mereka telah mengambil langkah untuk melindungi lingkungan padahal belum. Hal ini dikenal sebagai greenwashing.

Perbedaan Sustainable Marketing dan Green Marketing

Meskipun banyak orang yang menggunakan kedua istilah ini secara bergantian, namun sustainable marketing dan green marketing memiliki cakupan yang berbeda. 

Green marketing adalah strategi branding yang hanya berfokus pada upaya perusahaan untuk melindungi lingkungan. Sedangkan, sustainable marketing dapat mencakup upaya untuk mengatasi kesenjangan sosial dan ekonomi serta masalah lingkungan. Dalam pengertian ini, dapat dikatakan bahwa green marketing adalah bagian dari sustainable marketing.

Green marketing memiliki sejarah yang lebih panjang daripada sustainable marketing, dimulai pada tahun 1970-an sebagai tanggapan terhadap faktor degradasi ekologis seperti polusi dan penggundulan hutan. Strategi pemasaran ini menjadi lebih umum di tahun 1980-an seiring dengan tumbuhnya kesadaran akan perubahan iklim.  

Sebaliknya, sustainable marketing muncul setelah PBB merilis serangkaian laporan antara tahun 2004 dan 2008 yang menyerukan fokus yang lebih besar pada isu-isu LST dari para analis, perusahaan, dan investor.

Baca juga  ASEAN Marketing Summit 2023: Langkah Blibli Tiket Action Galangkan Sustainability di Indonesia

Contoh Sustainable Marketing dan Green Marketing

sustainable marketing dan green marketing

Sumber: Markplus Analysis (2023)

Contoh green marketing dapat Anda lihat bagaimana upaya Starbucks baru-baru ini yang melibatkan komunitas mereka dalam masalah lingkungan. Fokus mereka saat ini adalah menciptakan aset pemasaran yang mencakup pesan ramah lingkungan. Seperti metode pertanian berkelanjutan perusahaan dan toko yang “lebih hijau”.

Starbucks setidaknya mengambil lebih banyak tanggung jawab untuk mengurangi dampak lingkungan atas produknya, lebih dari sekadar mengurangi konsumsi energi dan air, mereka juga menjajaki solusi untuk mendaur ulang limbah, berinvestasi dalam energi terbarukan, dan bermitra dengan petani dan organisasi untuk mengatasi perubahan iklim.

Sedangkan, untuk sustainable marketing memiliki cakupan yang sedikit lebih luas. Contohnya, perusahaan di bidang ini bertujuan untuk mempromosikan pendekatan seimbang yang melibatkan lingkungan namun juga kebutuhan pelanggan, kepentingan jangka panjang masyarakat, dan kesejahteraan global.

Sebagai contoh, brand MUD Jeans mengklaim bermitra dengan produsen yang memprioritaskan kesejahteraan, memiliki rantai pasokan yang sepenuhnya transparan, dan menggunakan 92% lebih sedikit air untuk memproduksi setiap celana MUD Jeans daur ulang. Mereka juga berkampanye bahwa perusahaan mereka menghasilkan “nol limbah” dan “bebas pestisida”.

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan di atas, maka kita dapat menyimpulkan dua hal utama yang membedakan antara sustainable marketing dan green marketing, yaitu:

Green marketing berarti mempromosikan upaya ramah lingkungan kepada target audiens atau dengan kata lain, membangun citra perusahaan yang peka terhadap lingkungan. Akan tetapi, strategi ini bukan hanya tentang mempromosikan penawaran dengan atribut lingkungan, go green juga mengharuskan brand untuk mengubah pesan dan proses produksinya.

Sementara itu, sustainable marketing membawa gagasan “hijau” ke tingkat yang lebih dalam. Strategi ini menciptakan kesadaran untuk masa depan yang lebih baik dan lebih berkelanjutan. Keberlanjutan yang dimaksud adalah mengatasi degradasi lingkungan, perubahan iklim, ketidaksetaraan, kemiskinan, perdamaian dan keadilan untuk mencapai keharmonisan antara alam dan manusia.

Baca juga  Semakin Diminati Milenial & Gen Z, Apa itu Green Investment?

Apakah Anda seorang fresh graduates, young professionals, ataupun karyawan dengan pengalaman kerja tahunan yang tertarik mempelajari lebih lanjut terkait sustainability marketing

Ikuti program kekhususan eksekutif kolaborasi antara Unika Atma Jaya, universitas yang mengusung kajian sustainability komprehensif di Indonesia, dengan MarkPlus Institute, konsultan pemasaran pertama dan ternama di Indonesia, yaitu Program Master in Management Sustainability Marketing.

Program ini bertujuan untuk membentuk talenta organisasi yang mampu membangun strategi bisnis, memahami manajemen bisnis berkelanjutan dan menguasai strategi marketing yang aplikatif dan bisa membangun market competitiveness. Tunggu apalagi? Jadilah bagian dari Sustainability Marketing sekarang juga!

Untuk informasi lebih lanjut, klik tautan berikut ini Sustainability Marketing.

Share with Your Friends!
Avatar for Atha Hira
SEO Writer

Leave a Comment