Taktik Pemasaran: The Battle Plan

By

Talitha Fakhira

| Published

Taktik Pemasaran

Dalam era kompetisi dimana brand saling bersaing untuk menjadi market leader, perusahaan harus menyusun taktik pemasaran atau the battle plan. Dalam berperang, kita membutuhkan peta peperangan yang dapat dibagi menjadi empat opsi strategi, yakni defensive strategy, offensive strategy, flanking strategy, dan guerilla strategy. Yuk kita pelajari lebih lanjut!

Defensive Strategy

Strategi defensif diperuntukkan untuk market leaders untuk melanjutkan dominasi pasar. Strategi ini digunakan para market leaders untuk mempertahankan keunggulan kompetitif, mengurangi risiko diserang, mengurangi efek serangan, dan memperkuat posisi. Clausewitz principles beranggapan bahwa strategi ini adalah yang terkuat. Namun, hanyalah market leaders yang seharusnya mempertimbangkan bermain defensif karena selain sudah memiliki pangsa pasar, pertahanan terbaik adalah dari puncak gunung.

Strategi terbaiknya adalah dengan “menyerang diri sendiri”. Defender memiliki persepsi yang kuat dalam pikiran pelanggan, maka dari itu yang perlu mereka lakukan adalah memperkuat posisinya dengan memperkenalkan produk dan promosi baru yang sudah usang. Kemudian, langkah kompetitor yang kuat harus selalu diblokir. Jika perusahaan gagal untuk mengambil kesempatan untuk mengembangkan inovasi di perusahaan, maka dapat diperbaiki dengan menahan beberapa serangan yang kuat. Serangan ini harus segera di tahan sebelum produk kompetitor menjadi sempurna untuk mempertahankan posisi perusahan di puncak gunung.

Offensive Strategy

Berbeda dengan strategi defensif yang diperuntukkan untuk para market leaders, strategi ofensif diperuntukkan bagi pemain pasar yang bertengger di posisi kedua atau tiga. Strategi ini digunakan untuk meningkatkan market share dengan menyerang pesaing secara langsung oleh perusahaan yang memiliki sumber daya unggul daripada pesaingnya. Hal utama yang perlu dipertimbangkan ialah kekuatan posisi si market leader. Perusahan yang berada di posisi kedua dang ketiga tidak hanya harus fokus pada kekuatan mereka sendiri, melainkan memperhatikan pula kekuatan dan kelemahan pemimpin pasar.

Baca juga  See the Unseen: Mengungkap Peluang Tersembunyi untuk Kesuksesan Marketing Anda

Sebelum “mengambil” market share, cobalah untuk menurunkan posisi si market leader terlebih dahulu. Setelah menemukan kelemahan dan kekuatan pemimpin pasar, coba serang titik lemah mereka. Tidak semua kelemahannya mudah untuk diserang. Pertarungan harga bisa merugikan perusahaan, jika competitor mampu menurunkan marginnya. Kelemahan terbaik adalah kelemahan yang diluar dari kekuatan, misalnya mengikis tingkat kualitas atau pengembangan produk yang lambat. Terakhir, luncurkan serangan yang kecil tapi fokus. Serangan ofensif yang diluncurkan ke lini depan lebih kuat dan efektif daripada menyerang semua lini. Ketika sudah mendapatkan pasar tersebut, lindungi lalu serang bagian yang lain.

Flanking Strategy

Flanking strategy adalah taktik pemasaran yang digunakan para pemain baru untuk memastikan kelangsungan yang menguntungkan. Cara yang digunakan ialah dengan mengeksploitasi kelemahan lawan dengan beroperasi di area yang belum dimaksimalkan oleh pesaing. Strategi flanking yang baik yaitu memaksimalkan area yang tidak penting bagi pesaing karena bagian itulah yang paling tidak disangka dan dilindungi.

Kejutan rencana taktis harus menjadi elemen penting dari rencana tersebut. Serangan flanking yang sukses adalah rencana yang tidak terduga atau mengejutkan. Semakin besar kejutannya, semakin banyak waktu dibutuhkan pemimpin untuk bereaksi dan berusaha menutupi. Perlu diingat bahwa pertahanan sama pentingnya dengan serangan itu sendiri. Beberapa perusahaan kerap berhenti setelah mencapai tujuan, mereka memindahkan alokasi ke tempat lain. Ini adalah kesalahan, karena sebaiknya ketika Anda menyerang di satu sisi, teruslah menyerang dan pertahankan apa yang telah Anda ambil.

Guerilla Strategy

Guerilla strategy atau bisa disebut dengan strategi gerilya diperuntukkan bagi para pemain kecil untuk bertahan dengan segala cara. Karena umumnya, para penantang kecil memiliki sumber daya terbatas untuk menyerang, mundur, dan bersembunyi. Pertama-tama, temukan sebuah segmen di pasar yang kecil dan cukup untuk dilindungi. Target pasar harus cukup kecil dan sulit untuk dimasuki oleh pemimpin untuk diserang. Karena perusahaan hanya memiliki beberapa sumber daya, ini harus digunakan untuk menyerang dan bukan untuk bertahan.

Baca juga  Sales Management, Kunci Optimalkan Penjualan untuk Kesuksesan Bisnis

Namun, tidak peduli berapa sukses perusahaan Anda, jangan berperilaku seperti pemimpin pasar dan merasa sudah diatas angin, karena kepuasan adalah musuh terburuk bagi gerilya. Gerilyawan harus bersikap tidak konvensional dan siap menjadi kreatif dan inovatif di setiap saat. Tetapi, mereka juga harus bersiap untuk mundur dan membuat pertahanan. Perusahaan harus terus hidup untuk berperang pada hari berikutnya. Jangan ragu untuk meninggalkan posisi atau produk jika persaingan mulai merugikan perusahaan Anda.

Share with Your Friends!
Avatar for Talitha Fakhira
Research and Development team

Leave a Comment