Tantangan Bisnis 2023 Bernama VUCA, Persiapkan diri Anda!

By

Giovanni Alexander

| Published

VUCA Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity
VUCA Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity

Vuca adalah…

Dilansir dari berita Outlook perekonomian 2023 yang diadakan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian,  diproyeksikan bahwa ekonomi global terus dikoreksi ke bawah, sementara disrupsi rantai pasok menyebabkan kenaikan inflasi global tidak dapat dihindari. 

Justru karena itulah kita harus selalu siap untuk beradaptasi menghadapi berbagai perubahan. Namun sebelum ambil tindakan, kita perlu paham situasi sekalipun ditengah kekacauan. Karena itu, saya meminjam istilah yang dipopulerkan angkatan darat AS saat menghadapi situasi paling ekstrem. Saya mengadopsi konsep VUCA yang terdiri dari 4 elemen pertama yang biasanya muncul saat perang, yaitu Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity.  VUCA adalah istilah yang menggambarkan situasi saat ini yang harus dipahami para pemimpin bisnis. Namun agar lebih relevan, dilakukan sejumlah penyesuaian agar lebih mudah dipahami. Mari kita ulas satu per satu secara singkat.

Volatility in Change

Sebagai pelaku bisnis, Anda diharuskan untuk memperhatikan 5 aspek penting dalam perubahan diantaranya technology, economy, political-legal, social-culture, dan market. Anda harus mengambil sikap dalam jangka pendek maupun jangka panjang pada era post-pandemic ini, karena sebagaimana yang sudah saya pernah jelaskan dalam model Swoosh 2030, tahun 2023 ini sudah memasuki fase Reform yakni momentum untuk tumbuh lebih baik dibanding masa-masa normal sebelum pandemi. Semakin lama menunda mengambil sikap, semakin besar risikonya. Tapi setelah mengambil kebijakan, lakukan review secara berkala. Alasannya? sekali lagi karena perubahan yang sifatnya sangat volatile.

Uncertainty in Competitor

Kompetisi memang akan selalu mengancam kondisi yang kita miliki terutama jika kita lengah. Sebaliknya, hanya dengan kompetisi kita justru terpacu untuk berkembang lebih baik lagi. Maka dari itu perusahaan sebaiknya berganti model bisnis agar terus bertahan. Selama pasar masih menarik dan permintaan masih ada, kita akan selalu menghadapi persaingan dengan pemain lama maupun pemain baru.  Bila Anda jeli melihat peluang, maka selalu ada sisi positif yang dapat dimanfaatkan.

Baca juga  Entrepreneurial Marketing: Punokawan Mendunia

Complexity in Customer

Ingatlah bahwa konsumen cenderung terus berubah, baik dari segi sikap, preferensi, prioritas, dan banyak hal lainnya.  Mereka akan berubah mengikuti keadaan pasca pandemi karena adanya anxiety. Konsumen memang bisa kompleks, maka dari itu kita tidak bisa begitu saja memahami konsumen seperti membaca buku. Perlu pendekatan dan hubungan yang cukup mendalam untuk menggali apa sebenarnya yang ada dalam benak dan hati konsumen.

Ambiguity in Company

Perusahaan harus menyusun langkah strategis untuk menghindari risiko. Ambiguity terlihat dari 5 aspek yaitu Finance (cara perusahaan mengelola arus kas), Marketing (cara mengelola customer, product, brand), Operation(pengaturan QCDS operasional perusahaan), Technology (adaptasi teknologi dalam perusahaan), dan People (anggota perusahaan yang berbudaya omni).

Lalu bagaimana bisnis mampu menjawab tantangan tahun 2023 di era VUCA ini? Jawabannya akan dibahas dipostingan selanjutnya.

Share with Your Friends!
Avatar for Giovanni Alexander
MarkPlus Team

Leave a Comment