Pada tahun 2023, jumlah pengguna internet di seluruh dunia telah mencapai kurang lebih 5 miliar pengguna. Jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat pada tahun 2030, di mana sebanyak 90% orang di dunia akan terhubung secara online (memanfaatkan teknologi informasi).

Sejalan dengan hal tersebut, maka dunia pemasaran pun akan mengalami transformasi digital untuk mencapai audiens. Oleh karena itu, perusahaan perlu menggabungkan teknologi dan disiplin pemasaran agar tidak hanya mampu mengejar ketertinggalan, namun juga memenangkan persaingan yang semakin ketat.

Sebagai contoh, saat ini banyak perusahaan yang memanfaatkan fitur live streaming di berbagai platform media sosial, untuk memasarkan produk atau jasa mereka kepada para pelanggan ataupun calon pelanggan. Selain itu, perusahaan juga kerap bekerja sama dengan para influencer media sosial untuk mempromosikan produk dan layanan mereka.

Menurut berbagai sumber, teknik ini dianggap cukup efektif untuk meningkatkan dan mencapai tujuan pemasaran perusahaan. Akan tetapi, pada praktiknya peran teknologi tidak hanya sebatas itu, masih ada manfaat lainnya untuk perusahaan yang akan dibahas pada artikel ini. Simak hingga selesai, ya!

Peran Teknologi Informasi di Bidang Pemasaran

Secara umum, penerapan pemasaran berbasis teknologi akan berimplikasi pada manajemen pemasaran, seperti customer, product dan brand. Berikut ini penjelasannya.

A. Customer Management

Perusahaan mampu mengelola pelanggan dengan lebih baik berkat adanya teknologi informasi, antara lain:

1. Meningkatkan Hubungan dengan Berbagai Komunitas

Teknologi informasi dapat memainkan peran penting untuk meningkatkan perhatian perusahaan pada komunitas (community) sebagai bagian dari strategi pemasaran. Peran ini melibatkan berbagai aspek, seperti  membangun, mengelola, dan berinteraksi dengan komunitas pelanggan atau penggemar yang setia pada merek.

Pendekatan yang berfokus pada komunitas dalam pemasaran dapat membantu membangun hubungan yang lebih kuat dengan pelanggan atau penggemar, meningkatkan kesetiaan merek, dan menciptakan pengalaman yang lebih positif. 

Teknologi menjadi alat yang penting dalam mencapai tujuan ini dan memastikan bahwa perusahaan dapat menjalankan strategi pemasaran yang efektif dan responsif terhadap kebutuhan komunitas.

2. Pendekatan yang Lebih Kontekstual

Teknologi informasi memungkinkan perusahaan menyampaikan pesan merek yang lebih relevan secara real-time kepada para audiens. Misalnya, teknologi membantu untuk mengumpulkan, mengolah dan menganalisis data pelanggan berdasarkan pola dan tren yang sedang terjadi.

Selanjutnya, data tersebut dapat dibuat menjadi konten yang menghibur, menginspirasi, mendidik dan meyakinkan setiap pelanggan terhadap merek perusahaan. Upaya ini dapat menciptakan kesadaran, membangkitkan minat, dan meningkatkan advokasi pelanggan.

Baca juga  8 Karakteristik Consumer Behaviour pada Gen Z

Selain itu, dapat mengarahkan pelanggan untuk mendapatkan informasi, melakukan pembelian dan terus menggunakan produk dan layanan yang ditawarkan. Semakin banyak konten yang berhubungan dengan pengalaman kehidupan nyata pelanggan, semakin besar pula kepuasan pelanggan.

3. Menetapkan Positioning yang Lebih Realistis

Pendekatan pemasaran yang lebih realistis atau “More Realistic Positioning” adalah penempatan produk atau merek secara akurat dalam konteks yang sesuai dengan nilai dan manfaat yang sesungguhnya. Teknologi memiliki peran penting dalam memfasilitasi hal ini.

Sebagai contoh kasus, merek fast fashion seperti Zara dan H&M meluncurkan lini pakaian ramah lingkungan dan sustainable. Mereka mengklaim bahwa pakaian tersebut menggunakan bahan yang ramah lingkungan, seperti kapas organik dan polyester daur ulang untuk membantu mengurangi limbah lingkungan. 

Akan tetapi, masyarakat menyelidiki hal ini dan menemukan bahwa klaim tersebut menyesatkan (tidak benar) karena kurangnya bukti yang mendukung dari Zara maupun H&M. Fenomena ini kerap disebut sebagai “greenwashing, di mana perusahaan menciptakan kesan palsu atau memberikan informasi yang salah tentang produk ramah lingkungan hanya untuk menarik keuntungan.

Berdasarkan kasus tersebut, peran teknologi informasi sangat diperlukan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang pelanggan dan pasar. Hal ini berguna agar perusahaan mampu menempatkan nilai produk atau merek yang lebih akurat sehingga dapat meningkatkan kepercayaan dan kepuasan pelanggan.

B. Product Management

Teknologi informasi memiliki pengaruh yang cukup signifikan pada product management, seperti mengubah cara produk dikembangkan, dikelola dan disajikan kepada pasar.

1. Membedakan Produk dengan Cara Otentik

Teknologi informasi membantu perusahaan dalam berupaya membedakan merek atau produk mereka dengan cara yang otentik, berkelanjutan, dan memadai. 

Dengan memanfaatkan teknologi dengan bijak, perusahaan dapat memadukan otentisitas dalam pemasaran mereka, membantu membedakan merek atau produk dengan cara yang sesungguhnya dan memberikan nilai tambah kepada pelanggan. Teknologi juga memungkinkan perusahaan untuk mengkomunikasikan komitmen mereka terhadap keberlanjutan dengan cara yang transparan dan meyakinkan.

2. Membantu Proses Marketing Mix

Perubahan cara perusahaan memadukan elemen-elemen pemasaran (4P: Product, Price, Place, Promotion) dengan bantuan teknologi untuk mencapai tujuan pemasaran yang lebih efektif. Berikut beberapa cara pemanfaatan teknologi dapat mempengaruhi setiap elemen dalam bauran pemasaran:

Product (Produk)

– Teknologi informasi memungkinkan perusahaan untuk mengumpulkan dan menganalisis data konsumen,  mengidentifikasi kebutuhan dan preferensi pelanggan yang lebih baik. Hal ini dapat membantu perusahaan dalam mengembangkan produk yang lebih sesuai dengan pasar.

Baca juga  Apa itu Sustainable Tourism: Definisi, Tujuan & Contohnya

–   Sensor dan Internet of Things (IoT) dapat digunakan untuk memantau kualitas produk secara real-time dan memastikan bahwa produk memenuhi standar tertentu.

Price (Harga)

– Teknologi memungkinkan perusahaan untuk menerapkan dynamic pricing, di mana harga produk dapat disesuaikan secara otomatis berdasarkan permintaan, persediaan, dan faktor-faktor lainnya.

Place (Tempat)

– Teknologi informasi memungkinkan perusahaan untuk menjual produk secara online melalui situs web mereka sendiri atau platform e-commerce seperti Amazon, Shopee, Lazada, atau Tokopedia, sehingga memperluas jangkauan mereka ke pasar yang lebih luas.

– Solusi teknologi dalam manajemen rantai pasokan memungkinkan perusahaan untuk mengoptimalkan pengiriman, mengurangi biaya logistik, dan memberikan pengalaman pelanggan yang lebih baik.

Promotion (Promosi)

Teknologi mengubah cara perusahaan mempromosikan produk, seperti iklan online, media sosial, dan kampanye email, di mana semuanya dapat diukur dengan tepat dan disesuaikan dengan audiens yang lebih baik.

3. Mendesain Ulang Sales Chanel

Teknologi informasi membantu penjualan berpusat pada solusi yang memanfaatkan kemampuan omni-channel, di mana perusahaan berupaya untuk memenuhi preferensi pelanggan dengan melibatkannya secara aktif, misalnya pada kasus webrooming dan showrooming

Webrooming mengacu pada konsumen yang meneliti produk secara online terlebih dahulu, kemudian membeli produk tersebut di toko fisik. Sementara, showrooming mengacu pada konsumen yang mencoba produk di toko fisik sebelum membelinya secara online.

Dengan bantuan teknologi, perusahaan akan memperoleh perspektif yang lebih dekat dan akurat mengenai kebutuhan individu pelanggan, menawarkan solusi dan menutup penjualan melalui proses transaksi yang lebih transparan.

C. Brand Management

Pemanfaatan teknologi informasi membantu perusahaan untuk membangun, memelihara, dan memperkuat merek mereka dengan cara yang lebih efektif. Hal ini juga memungkinkan mereka untuk merespons dengan cepat terhadap perubahan dalam kebutuhan pelanggan dan pasar, serta menciptakan hubungan yang lebih kuat dengan audiens mereka.

1. Membangun Karakter yang Kuat

Upaya untuk membangun citra atau karakter merek yang kuat dan positif di mata pelanggan dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi yang ada, seperti penggunaan media sosial, AI, pemasaran konten, dan lain sebagainya.

Manajemen harus membangun karakter yang kuat pada sebuah merek agar bisa hidup layaknya manusia. Sebagai contoh, selama lebih dari 20 tahun, tagline Nike “Just Do It muncul di produk mereka, selalu mendapat sambutan yang baik dari seluruh pelanggan. Nampak sederhana namun direct, powerful, dan kompetitif. 

Baca juga  Mengenal ESG: Pengertian dan Keuntungannya bagi Perusahaan

Nike juga menggunakan hal ini untuk menginspirasi pemberdayaan perempuan dalam olahraga. Perusahaan itu menganggap bahwa tagline ini bukan hanya karena sekadar slogan, melainkan sebuah filosofi.

2. Menanamkan Sense of Caring

Teknologi informasi dapat membantu menciptakan pendekatan yang lebih proaktif terhadap layanan pelanggan. Analisis yang dilakukan oleh teknologi dapat mengungkapkan masalah umum dan keinginan pelanggan, serta cara menangani situasi tersebut

Contoh kasusnya, pada tahun 2018, Spotify mematenkan teknologi pengenalan suara yang mengamati pola. Pengaturan tersebut memungkinkan perusahaan untuk menggabungkan pengenalan suara dengan informasi lain, seperti lagu yang diputar sebelumnya. Kemudian, aplikasi ini merekomendasikan lagu-lagu baru sebagai saran kepada pendengar.

3. Membuka Kesempatan Kolaborasi

Teknologi informasi memungkinkan terjadinya proses interaktif, seperti kolaborasi antara perusahaan dengan pelanggannya atau mitra dalam ekosistem bisnis digital tertentu. Contohnya pada merek makanan ringan Doritos yang pernah mengadakan kontes “Crash the Super Bowl, di mana pelanggan diundang untuk mengirimkan iklan kreatif mereka sendiri untuk dipertayangkan selama acara super bowl.

Hal ini menjadi strategi yang efektif untuk membangun hubungan yang lebih mendalam dan berkelanjutan serta meningkatkan keterlibatan pelanggan pada merek.

Penutup

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa peran teknologi informasi dalam dunia pemasaran memungkinkan perusahaan untuk mencapai pelanggan dengan cara yang lebih efektif, meningkatkan pengalaman pelanggan, mengembangkan produk yang lebih relevan, membangun karakter merek yang kuat, dan memahami perilaku pelanggan dengan lebih baik. 

Hal ini juga memungkinkan perusahaan agar lebih responsif terhadap perubahan pasar dan mampu bersaing dalam lingkungan bisnis yang terus berubah (dinamis). Anda bisa mempelajari bagaimana memanfaatkan teknologi informasi sebagai alat pemasaran untuk perusahaan Anda bersama MarkPlus Institute dan ITS dalam program Magister Manajemen Teknologi yang unggul, inovatif, profesional, dan berintegritas, MMT in Technomarketing.

Program ini menawarkan bidang keahlian Technomarketing yang membahas aspek fundamental dalam dunia bisnis teknologi, seperti manajemen bisnis dan aspek strategis pemasaran bisnis teknologi.

Bidang ini akan mengenalkan Anda tentang konsep, praktik dan studi kasus seputar bisnis dan pemasaran produk teknologi. Selain itu, Anda akan mendapatkan pengetahuan seluk-beluk manajemen teknologi dan manajemen marketing yang aplikatif agar dapat diterapkan dalam dunia bisnis atau perusahaan.

Tunggu apalagi? Jadilah bagian dari MMT SIMT ITS sekarang juga! Untuk informasi lebih lanjut Anda bisa klik di sini, ya! 

Share with Your Friends!
Avatar for Atha Hira
SEO Writer

Leave a Comment