Di masa depan, E-Learning tampaknya memiliki tren yang sangat baik. Buktinya, pangsa pasar untuk eLearning saja akan diperkirakan tumbuh hingga 200% antara tahun 2020 dan 2025, dengan khususnya selama intensnya pandemi COVID-19 kemarin. Fakta pertumbuhan ini tidak mengejutkan, karena industri sendiri telah mulai membuat berbagai langkah dalam penggunaan platform E-Learning dalam bisnis dan organisasi mereka.

Ada banyak tekanan untuk memberikan pengalaman yang terbaik untuk pengguna E-Learning, dan seorang analis pasar harus mempertimbangkan sejumlah faktor. Kita harus melihat tren elearning baru apa yang diperkenalkan selama ini, khususnya bagaimana bisnis akan beradaptasi dengannya seperti dalam mengintegrasikan dan menerapkannya.

Kita sendiri juga telah melihat banyak alat dan metode pembelajaran yang juga menjadi tren di tahun 2022 dalam program pendidikan dan pelatihan online. Misalnya, dengan tren gamifikasi, pembelajaran mikro, dan penggunaan video dalam kursus online. Tren seperti ini tidak diragukan lagi akan terus memainkan peran penting dalam eLearning kedepannya, dan kemudian meningkatkan pengalaman belajar dan memaksimalkan efektivitas kursus online.

Dalam artikel ini, selain melihat tren yang sudah ada saat ini, kita akan membahas tren elearning baru yang diharapkan benar-benar berkembang di tahun 2023 ini, dan dapat menjadi norma baru dalam pembelajaran online dan pelatihan online.

Karena itu, yuk cek sama-sama beberapa tren eLearning yang patut diperhatikan di tahun 2023 ini!

Penggunaan Augmented Reality (AR) and Virtual Reality (VR)

Tren pertama yang bisa kita lihat adalah penggunaan teknologi Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR). Teknologi AR dan VR memberi peserta E-Learning tempat yang aman untuk berlatih dan mengasimilasi proses tanpa risiko yang mungkin mereka miliki untuk diri mereka sendiri atau orang lain. Ini dikarenakan teknologi AR dan VR dalam E-Learning membawa dua fungsi penting yakni immersion yang sangat nyata dan juga pembelajaran yang lebih cepat dan lebih dalam.

Seorang pekerja misalnya yang mengoperasikan alat berat, pekerja konstruksi, profesional perawatan kesehatan, dan penyelamat darurat dapat menjadi beberapa contoh karyawan yang sangat diuntungkan dari penggunaan teknologi Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) dalam pelatihan mereka. Menggunakan simulasi untuk belajar memperkuat pemahaman praktis mereka serta dapat menyediakan lingkungan belajar bebas gangguan.

Baca juga  5 Sertifikasi Digital Marketing Gratis untuk Dukung Karirmu

Pembelajaran Mikro atau Micro Learning

Pembelajaran ala microlearning juga menjadi tren baru E-Learning saat ini. Microlearning telah menjadi salah satu metode pengajaran favorit dan efektif bagi karyawan perusahaan yang sibuk yang harus belajar pada saat dibutuhkan. Meskipun konsep microlearning sudah sama sejak awal, cara pelaksanaannya terus berubah. Format dan alat yang digunakan untuk pembelajaran mikro sangat beragam, termasuk infografis, PDF, eBook, flipbook, video animasi, dan lain-lain.

Platform tersebut memiliki manfaat dibandingkan kursus eLearning yang lebih mendalam, karena lebih mudah dicerna dan lebih mudah diselesaikan dengan cepat. Mereka juga dapat diakses kapan saja, di mana saja. Selain itu, mereka berbiaya rendah untuk diproduksi dan dapat menjadi pertimbangan pembuat pelatihan dan pembelajaran dengan anggaran yang ketat!

Seorang peneliti dan analis industri Josh Bersin, menjelaskan paradigma baru yang muncul dalam pelatihan perusahaan. Dia memberi label ini, ‘learning in the flow of work‘, yang berarti memberikan kesempatan kepada karyawan untuk belajar melalui platform yang sudah mereka gunakan untuk bekerja. Munculnya alat pembelajaran mikro membuka jalan bagi kemajuan tersebut, karena memungkinkan karyawan untuk dengan cepat melihat materi baru terkait pekerjaan mereka

Tren Pembelajaran Seluler atau Mobile Learning

Pembelajaran seluler juga menjadi tren E-Learning yang semakin populer saat ini, dimana mobile learning ini melibatkan penggunaan perangkat seluler untuk mengakses konten dan sumber daya platform materi pengajaran yang disediakan. Salah satu manfaat utama pembelajaran seluler adalah memungkinkan pelajar untuk menyelesaikan pelatihan mereka dengan fleksibel. Alih-alih terikat pada meja atau lokasi tertentu, pelajar dapat mengakses materi kursus dan menyelesaikan tugas dimana saja!

Desain yang mengutamakan experience secara seluler karena itu juga membutuhkan pengembangan aplikasi seluler. Melalui aplikasi seluler, pembuat E-Learning dapat menawarkan pengalaman pembelajaran seluler tingkat berikutnya kepada pelajar atau pengguna E-Learning mereka. Dalam pengimplementasian E-Learning di perusahaan misalnya, aplikasi seluler memungkinkan karyawan yang bahkan tidak bekerja di kantor untuk mengakses sumber daya pelatihan online dengan cepat, kapanpun mereka membutuhkannya, di mana pun mereka berada. Kemampuan untuk mengunduh konten dan melihatnya secara offline juga tentu adalah suatu keharusan. Dalam semangat mengoptimalkan pengalaman pembelajaran seluler secara penuh, semakin banyak aplikasi pembelajaran yang menawarkan konten yang dapat diunduh yang dapat diakses pengguna tanpa koneksi internet.

Baca juga  Sertifikasi Gelar Bertaraf Internasional: Mengapa Ini Penting dalam Dunia Profesi?

Tren Pembelajaran Hibrid

Pembelajaran hibrid juga menjadi salah satu tren E-Learning yang telah muncul lama, khususnya akibat pandemi COVID-19 lalu yang memaksa sebagian besar orang untuk berada dirumah. Saat ini, sebagian besar perusahaan pekerjaan telah berubah menjadi hybrid, dan kemudian pelatihan untuk karyawan juga mengikutinya. Pembelajaran hybrid menggabungkan pelatihan tatap muka di kelas dengan online dalam proporsi yang relatif sama.

Bagian online dari kursus hybrid menggabungkan pembelajaran waktu nyata dan kecepatan mandiri, termasuk materi pembelajaran yang dapat diakses peserta didik secara online dari repositori pusat. Repositori ini dapat berupa apa saja, mulai dari LMS hingga Google Drive, bergantung pada seberapa terorganisir pelatihannya.

Pembelajaran hybrid menggabungkan manfaat pembelajaran online dan offline. Di satu sisi, pembelajar menikmati keleluasaan untuk menyusun jadwal belajarnya sesuai keinginan dan belajar dari tempat yang disukainya. Pada saat yang sama, mereka dapat menikmati interaksi dengan teman sebaya dan instruktur, yang memberdayakan pembelajaran sosial, membuat pelajar tetap terlibat dalam praktik nyata, dan kemudian meningkatkan efektivitas pembelajaran.

Kecerdasan Buatan (AI): Masa Depan E-Learning

Tren penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) juga telah menjadi tren dalam E-Learning saat ini. Tren ini melibatkan penggunaan teknologi AI untuk menciptakan pengalaman belajar yang dipersonalisasi dan adaptif. Kamu dapat menggunakan AI untuk menganalisis data pelajar dan menyesuaikan pengalaman pendidikan untuk memenuhi kebutuhan, minat, dan tujuan setiap pelajar E-Learning tersebut. Misalnya, Kamu dapat menggunakan platform pembelajaran yang didukung AI untuk menganalisis data pelajar dan kemajuan pelajar tersebut. Kamu kemudian dapat menyesuaikan konten kursus kamu secara real-time untuk memenuhi kebutuhan setiap pelajar E-Learning tersebut

AI dalam eLearning juga bermanfaat dan menghemat waktu bagi penggunanya. Alat AI dapat mengotomatiskan banyak tugas seperti terjemahan konten, penandaan dan pengelompokan konten, menugaskan kursus ke pengguna ke kursus, pembuatan kuis, bahkan hingga analisis data yang mendalam. Dengan tren penggunaan Pemrosesan Bahasa Alami atau Natural Processing Language (NPL), subbidang AI, chatbots-pin telah menjadi asisten virtual. Mereka menanggapi pertanyaan sederhana dengan informasi yang mereka ambil dari basis pengetahuan yang telah ditentukan sebelumnya, dan dapat memfasilitasi pelajar E-Learning dan instruktur yang berkontribusi dalam konten pembelajaran.

Baca juga  E-Learning untuk training perusahaan: MOOC, COOC, SPOC, SOOC

Tren Penggunaan Platform Pengalaman Belajar atau Learning Experience Platforms (LXP)

Saat ini juga sudah mulai banyak digunakan yang namanya Platform Pengalaman Pembelajaran atau Learning Experience Platforms (LXP). LXP sendiri adalah platform elearning yang menggunakan AI, yang berfokus pada peningkatan pengalaman pengguna dengan pembelajaran adaptif selama proses pembelajaran.

LXP sedikit berbeda dengan Learning Management System (LMS) tradisional. LMS tradisional memberikan pelatihan yang dimoderatori oleh perancang dan pembuat kursus, yang membuat skema pembelajaran dan memutuskan kurikulum dan materi pembelajaran yang digunakan. Untuk beberapa materi, cara seperti ini memang tidak salah, khususnya untuk pelatihan-pelatihan formal, seperti kepatuhan, kesehatan & keselamatan, atau pelatihan keterampilan khusus pekerjaan. Namun platform LXP di sisi lain, secara otomatis dapat membuat saran konten dari sumber eksternal. Sumber daya eksternal ini bisa dari blog hingga LMS perusahaan kamu, dimana keduanya bisa bekerja sama. Seperti halnya LMS, LXP juga mendukung beragam konten.

Karena didukung AI menggunakan machine learning, semakin banyak orang yang menggunakan platform E-Learning kamu, semakin banyak saran yang ditargetkan. Platform ini juga dapat memberikan saran berdasarkan pekerjaan pengguna, departemen, kesenjangan keterampilan yang teridentifikasi, apa yang disukai pengguna dengan profil serupa, dan masih banyak lagi. Munculnya LXP bertepatan dengan munculnya lebih banyak otonomi dalam pembelajaran. Meskipun pembelajaran online secara tradisional relatif fleksibel dalam masalah kecepatan dan lokasi, LXP melangkah lebih jauh dan memungkinkan pembelajar membangun jalur pembelajaran mereka sendiri – dimana AI juga memainkan peran penting dengan memungkinkan penyampaian saran yang dipersonalisasi berdasarkan perilaku pembelajar di masa lalu.

Kesimpulan

Nah itu dia enam tren yang bisa kita lihat dalam perkembangan penggunaan E-Learning di tahun 2023 ini. Keenam tren ini menunjukan perubahan yang sangat cepat dalam dunia pelatihan dan kursus khusus. Dulu pelatihan yang terdiri dari pelatihan tatap muka, sekarang dengan munculnya konsep Work From Home (WFH), orang bisa melakukan pelatihan online, misalnya dengan E-Learning ini. Kedepannya E-Learning akan terus menjadi primadona bagi pelajar karena kemudahaan dan fleksibilitasnya, dan pelaksana pelatihan karena keefektifan dan kemurahan biaya yang dikeluarkan untuk pelatihan tersebut!

Share with Your Friends!

Tags

E-learning
Avatar for Defantra Ramadhan
Research and Development at MarkPlus

Leave a Comment